
Menjelang debut dunianya pada akhir Mei, Xiaomi YU7 GT mulai terlihat menumpuk di fasilitas produksi. Kemunculan unit-unit ini langsung memicu perhatian karena SUV listrik performa tinggi tersebut disebut membawa tenaga puncak 990 hp dan kecepatan maksimum hingga 300 km/jam.
Sorotan lain datang dari posisi model ini di lini kendaraan listrik Xiaomi. Meski performanya sangat tinggi, Xiaomi tidak menempatkannya sebagai model “Ultra” karena YU7 GT disebut lebih berfokus pada kemampuan jelajah jarak jauh ketimbang orientasi lintasan balap.
Xiaomi menjelaskan bahwa label “Ultra” disiapkan untuk mobil dengan performa puncak yang benar-benar ditujukan ke penggunaan track. Acuan itu sudah terlihat pada Xiaomi SU7 Ultra, sedan listrik yang lebih dulu meluncur dan diklaim menjadi mobil tercepat ketiga di Nürburgring.
SU7 Ultra membawa tenaga gabungan 1.526 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,98 detik, dan kecepatan puncak 359 km/jam. Dengan karakter seperti itu, model tersebut diposisikan berbeda dari YU7 GT yang diarahkan sebagai SUV berperforma tinggi untuk perjalanan.
Fokus pada touring, bukan sekadar kencang
Xiaomi memosisikan YU7 GT sebagai “SUV setara sports car untuk perjalanan”. Artinya, mobil ini dirancang untuk menggabungkan performa tinggi dengan kemewahan, kenyamanan, dan jarak tempuh listrik yang panjang.
Karakter itu terlihat dari paket baterai yang digunakan. YU7 GT dibekali baterai 101,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 705 km berdasarkan standar CLTC, lebih besar dari SU7 Ultra yang memakai baterai 93,7 kWh dengan klaim jarak tempuh 620 km.
Kombinasi ini membuat YU7 GT tampil sebagai model yang mengejar dua hal sekaligus. Di satu sisi ia menawarkan tenaga mendekati 1.000 hp, namun di sisi lain tetap mengedepankan efisiensi dan kemampuan perjalanan jarak jauh.
Di balik angka performanya, Xiaomi masih menahan satu detail penting. Hingga kini, akselerasi 0-100 km/jam YU7 GT belum diungkap secara resmi.
Spesifikasi tenaga dan perangkat performa
Untuk sektor penggerak, YU7 GT mengandalkan dua motor listrik. Motor depan menghasilkan 386 hp, sedangkan motor belakang menyumbang 604 hp.
Gabungan keduanya menghasilkan total tenaga puncak 990 hp. Tenaga besar itu kemudian dipadukan dengan sistem yang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan karakter dinamis kendaraan.
Xiaomi membekali model ini dengan rear axle torque vectoring. Sistem tersebut didampingi suspensi udara yang mendukung kenyamanan sekaligus pengendalian, sesuai karakter mobil yang tidak difokuskan murni untuk sirkuit.
Sistem pengeremannya juga tidak main-main. YU7 GT memakai rem karbon-keramik dari Brembo, dengan kaliper rem berukuran besar yang menegaskan orientasi performa tinggi.
Desain sporty dan pengujian di Nürburgring
Dari sisi tampilan, YU7 GT hadir dengan desain yang agresif. Mobil ini memakai splitter depan yang tegas, diffuser belakang, serta pelek 21 inci yang memperkuat citra sporty.
Xiaomi juga menyebut adanya 10 jalur airflow pada mobil ini. Detail aerodinamika itu penting karena YU7 GT dirancang untuk berlari hingga 300 km/jam, sekaligus tetap menjaga efisiensi dan stabilitas.
Meski bukan model berlabel Ultra, pengujiannya tetap dilakukan di Nürburgring Nordschleife. Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi tetap memberi perhatian besar pada validasi performa dan kemampuan dinamika kendaraan.
Pendekatan itu juga memberi gambaran soal ambisi Xiaomi di segmen mobil listrik performa tinggi. YU7 GT bukan sekadar SUV kencang, tetapi produk yang dipersiapkan untuk tampil serius di kelas premium performa.
Unit sudah terlihat di pabrik
Berdasarkan foto yang beredar, unit-unit YU7 GT yang terlihat di pabrik tampil dengan warna eksterior burgundy. Penampakan ini memperkuat sinyal bahwa model tersebut sudah memasuki tahap persiapan akhir sebelum peluncuran resmi.
Unit-unit yang menumpuk itu diduga akan dipakai sebagai display di jaringan showroom Xiaomi Auto. Setelah itu, mobil baru akan mulai dipasarkan lebih luas di China.
Kemunculan YU7 GT di fasilitas produksi juga memberi indikasi bahwa Xiaomi ingin menjaga momentum jelang debut akhir Mei. Di tengah tingginya perhatian pada lini kendaraan listrik performa, model ini hadir dengan resep yang berbeda dari SU7 Ultra.
Jika SU7 Ultra menonjolkan performa ekstrem untuk track, YU7 GT datang dengan formula yang lebih seimbang. Xiaomi tampaknya ingin menawarkan SUV listrik yang tetap sangat kencang, tetapi lebih cocok dipakai untuk perjalanan jauh dengan kenyamanan dan daya jelajah sebagai nilai jual utama.
Source: otodriver.com








