Geely Siapkan Robotaxi Tanpa Sopir Tahun Depan, Pakai LiDAR 2.160-Line Paling Canggih

Geely kembali menarik perhatian lewat EVA Cab, prototipe robotaxi yang diposisikan sebagai kendaraan otonom untuk layanan mobilitas masa depan. Model ini menjadi sorotan karena membawa LiDAR digital 2.160-line, teknologi yang disebut memungkinkan operasional di jalan umum tanpa pengemudi.

Langkah ini juga menegaskan arah baru persaingan otomotif, saat pabrikan tidak lagi hanya berlomba pada desain dan performa, tetapi pada kecerdasan buatan, perangkat lunak, dan sistem swakemudi. Geely menempatkan EVA Cab sebagai bagian dari ekosistem teknologi yang lebih luas, bukan sekadar mobil konsep untuk dipamerkan.

Robotaxi pertama dengan LiDAR 2.160-line

EVA Cab disebut sebagai robotaxi pertama di dunia yang dilengkapi LiDAR digital 2.160-line. Sensor ini mampu memproses hingga 25,92 juta titik per detik dan membaca lingkungan hingga jarak maksimum 600 meter.

Teknologi itu dikombinasikan dengan sistem AFARI G-ASD L4 untuk mendukung pengoperasian mandiri di jalan umum. Geely menyebut kendaraan ini sebagai prototipe robotaxi pertama di Tiongkok yang dirancang khusus untuk penggunaan tertentu.

Siap masuk layanan komersial

Geely menargetkan peluncuran versi komersial EVA Cab melalui layanan CaoCao Mobility pada tahun 2027. Saat ini, kendaraan tersebut masih menjalani uji coba di sejumlah kota di Cina, termasuk Hangzhou dan Suzhou.

Robotaxi ini dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility. Kolaborasi itu menunjukkan bahwa Geely tidak bergerak sendiri, melainkan membangun rantai teknologi dan layanan mobilitas yang saling terhubung.

Otak komputasi untuk mobil otonom

Di balik sistem otonomnya, EVA Cab memakai Quantum-Grade AI Electrical/Electronic Architecture (EEA) 4.0. Arsitektur ini menggunakan enkripsi berbasis kuantum untuk menjaga keamanan koneksi antara kendaraan dan cloud.

Geely membekali sistem tersebut dengan fitur kunci berbasis Bluetooth, pengendalian jarak jauh, pembaruan perangkat lunak via OTA, dan perlindungan data pengguna. Pabrikan asal Tiongkok itu juga mengklaim menjadi yang pertama memperoleh sertifikasi ISO 8800 untuk keamanan kecerdasan buatan pada kendaraan.

Kemampuan komputasinya juga besar. EVA Cab membawa tiga chip utama, yaitu NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397, dengan total daya komputasi lebih dari 3.000 TOPS untuk mendukung pengolahan data kendaraan otonom Level 4.

Kabin dibuat lebih ramah penumpang

Selain teknologi inti, Geely juga memberi perhatian besar pada kabin. Kursi dibuat saling berhadapan agar ruang terasa lebih lapang, sementara interiornya dilengkapi Galaxy Skyroof, panel pintu Drifting Galaxy, dan sandaran tangan bertema Orchid Pavilion.

Pendekatan ini membuat nuansa kabin terasa hangat dan tidak sekadar fokus pada aspek teknologi. Fitur pintu geser elektrik dengan bukaan lebar juga dipasang untuk memudahkan akses masuk dan keluar penumpang.

Bagian dari ekosistem AI Geely

EVA Cab berdiri di atas platform Full-Domain AI 2.0 dari Geely. Mobil ini dirancang sebagai kendaraan otonom yang siap mendukung layanan mobilitas masa depan, bukan hanya pajangan konsep.

Geely sendiri memang agresif mengembangkan AI di sektor otomotif. Sejak 2021, perusahaan ini merancang sistem Xingrui AI Large Model, lalu membangun pusat komputasi Xingrui setahun berikutnya dengan kapasitas 23,5 EFLOPS.

Pada CES 2026, Geely juga memperkenalkan World Action Model atau WAM, sistem yang berperan sebagai “otak” kendaraan untuk mengelola fitur pintar dalam satu arsitektur terintegrasi. Integrasi itu membuat kokpit pintar dan sistem pengendaraan otonom bekerja lebih mulus pada EVA Cab, sekaligus membuka arah pengembangan menuju mobility bot yang dapat berpikir dan mengambil keputusan secara independen.

Selain EVA Cab, Geely turut memamerkan robot humanoid berbasis AI, arsitektur listrik 900V, teknologi pengisian daya super cepat 12C, baterai solid-state, kokpit pintar, sistem bantuan pengemudi canggih generasi terbaru, Smart City, Smart Energy, Smart Platform, dan Methanol Ecosystem. Semua itu memperlihatkan ambisi Geely untuk membangun ekosistem mobilitas berbasis AI yang jauh lebih luas dari sekadar kendaraan listrik biasa.

Source: carvaganza.com
Exit mobile version