Jumlah kode Toyota Fortuner 2.8 liter yang tercantum di Indonesia bertambah menjadi sembilan. Perubahan ini langsung memicu perhatian karena pada daftar tahun 2025, model bermesin 2.8 liter itu baru tercatat empat kode.
Tambahan kode baru tersebut muncul dalam lampiran Permendagri No. 11 Tahun 2026 tentang dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan pajak alat berat. Munculnya kode baru kerap dibaca sebagai sinyal awal sebelum sebuah model atau varian dipasarkan.
Kode baru Fortuner 2.8 L bertambah
Dalam daftar itu, nama Toyota Fortuner 2.8 L kini mencakup sembilan kode. Rinciannya terdiri dari Fortuner 2.8 4×4 GR-S A/T berkode GUN156R-SDTHXD, Fortuner 2.8 4×2 A/T berkode GUN266R-SDTMXD, serta beberapa varian VRZ dan VRZ TSS.
Varian lain yang tercantum adalah Fortuner 2.8 VRZ 4×2 A/T dengan kode GUN166R-SDTHXD dan GUN266R-SDTHXD. Lalu ada Fortuner 2.8 VRZ 4×4 A/T berkode GUN156R-SDTHXD dan GUN256R-SDTHXD.
Daftar itu juga memuat Fortuner 2.8 VRZ TSS 4×2 A/T dengan tiga kode berbeda, yakni GUN166R-SDTHXD, GUN266R-SDTHXD, dan GUN256R-SDTHXD. Dari sini terlihat ada penambahan struktur kode yang sebelumnya belum muncul dalam daftar tahun 2025.
Sebagai pembanding, pada Permendagri tahun 2025 hanya ada empat kode Fortuner 2.8 L. Dua model terdaftar menggunakan kode GUN156R dan dua model lain memakai kode GUN166R.
Artinya, kode GUN256R dan GUN266R merupakan entri baru yang tercatat pada daftar tahun 2026. Penambahan dua keluarga kode inilah yang memunculkan dugaan adanya perluasan varian atau persiapan model baru untuk pasar Indonesia.
Mengarah ke Fortuner baru?
Bertambahnya kode tentu belum otomatis berarti model baru sudah pasti meluncur dalam waktu dekat. Namun, dokumen seperti ini sering menjadi petunjuk awal karena pabrikan perlu menyiapkan administrasi dan klasifikasi produk sebelum masuk tahap pemasaran.
Di saat yang sama, Toyota memang sebelumnya dikabarkan tengah mengebut pengembangan Fortuner generasi ketiga. Mobil yang diduga sebagai Toyota Fortuner terbaru juga disebut sudah menjalani uji jalan di Thailand.
Kombinasi antara kemunculan kode baru di Indonesia dan aktivitas pengembangan di Thailand membuat spekulasi soal Fortuner anyar makin kuat. Meski begitu, belum ada penjelasan resmi yang memastikan apakah seluruh kode baru itu akan berujung pada model benar-benar baru, facelift, atau sekadar penambahan varian.
Arah ubahan yang disebut mengemuka
Dari sisi desain, Fortuner anyar disebut bakal tampil lebih tajam dan lebih canggih. Bahasa desainnya dikabarkan mengikuti arah terbaru Toyota dengan garis bodi yang lebih tegas serta detail lampu yang lebih futuristis.
Perubahan juga disebut tidak berhenti di eksterior. Kabin disebut akan naik kelas dengan nuansa yang lebih mewah dan fitur yang lebih lengkap.
Salah satu pembaruan penting yang disebut mengemuka adalah penggunaan electric power steering terbaru. Sistem kemudi ini tidak hanya membuat setir lebih ringan dan presisi, tetapi juga membuka jalan bagi hadirnya fitur bantuan mengemudi yang lebih mutakhir.
Dengan sistem tersebut, paket Toyota Safety Sense 3 atau TSS 3 diyakini berpeluang hadir. Jika benar dipakai, teknologi ini akan menjadi peningkatan penting pada sisi keselamatan sekaligus kenyamanan berkendara.
Mesin 2.8 liter tetap jadi sorotan
Untuk urusan mesin, opsi yang dinilai paling masuk akal adalah diesel turbo 2,8 liter 1GD-FTV. Mesin ini disebut mampu menghasilkan tenaga 150 kW atau setara 201 dk dengan torsi puncak 500 Nm.
Fakta itu membuat fokus pada kode Fortuner 2.8 L menjadi semakin menarik. Apalagi seluruh pembahasan yang mencuat saat ini memang berkisar pada varian bermesin 2.8 liter, bukan pada lini mesin lain.
Sampai sekarang, yang paling jelas adalah adanya penambahan jumlah kode resmi dalam dokumen pemerintah. Bagi pasar Indonesia, perubahan dari empat menjadi sembilan kode Fortuner 2.8 L menjadi perkembangan penting yang layak dipantau karena bisa menjadi awal dari pergerakan baru di segmen SUV ladder frame Toyota.
Source: oto.detik.com