GAC Aion i60 langsung mencuri perhatian karena datang sebagai SUV kompak dengan dua jalur elektrifikasi sekaligus. Model ini hadir untuk keluarga muda yang mencari mobil modern, efisien, dan tetap praktis dipakai sehari-hari.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya statusnya sebagai pendatang baru, tetapi juga pilihan BEV dan REEV dalam satu model. Kombinasi ini memberi konsumen opsi yang lebih luas, terutama bagi mereka yang ingin mobil listrik murni atau kendaraan listrik dengan jangkauan lebih fleksibel.
Dua Teknologi, Satu Nama
Pada versi BEV, Aion i60 bergerak sepenuhnya dengan tenaga listrik tanpa mesin bensin. Varian ini cocok untuk penggunaan harian di kota karena menawarkan emisi nol, biaya perawatan yang lebih rendah, dan akselerasi instan khas mobil listrik.
Sementara itu, versi REEV memakai motor listrik yang dipadukan dengan mesin bensin 1.500 cc. Mesin tersebut berfungsi sebagai generator atau kompresor untuk mengisi daya baterai, sehingga pengguna tidak terlalu bergantung pada stasiun pengisian daya.
Pilihan REEV menjadi penting karena memberi jarak tempuh yang lebih jauh dan membantu mengurangi range anxiety. Teknologi ini juga lebih cocok untuk perjalanan luar kota, saat akses pengisian daya belum selalu mudah ditemukan.
Desain SUV Kompak yang Serius ke Keluarga
Aion i60 dibangun dengan basis Aion V generasi kedua, tetapi pendekatan desainnya dibuat lebih ramah keluarga. Wujud luarnya tetap modern, dengan lampu LED tajam dan grille minimalis yang menegaskan karakter kendaraan listrik masa kini.
Di sisi samping, bodinya tampak aerodinamis dengan garis tegas yang memberi kesan premium. Dimensi kompaknya membuat mobil ini tetap lincah di perkotaan, namun kabinnya dirancang untuk lima penumpang.
Kabin Modern dengan Fitur Kekinian
Masuk ke interior, GAC menyiapkan kabin yang menonjolkan kenyamanan dan teknologi. Fitur yang disorot mencakup layar sentuh berukuran besar, panel instrumen digital, sistem konektivitas pintar, material interior premium, atap kaca panorama, serta dual wireless charging.
Kehadiran atap panorama dan dua pad pengisian daya nirkabel menjadi kombinasi yang menarik untuk penggunaan keluarga maupun profesional muda. Fitur-fitur ini memberi kesan bahwa Aion i60 ingin bermain di kelas SUV modern yang menekankan kepraktisan sekaligus pengalaman kabin yang lebih mewah.
Harga Kompetitif di Pasar China
Di China, GAC memasarkan Aion i60 dengan banderol mulai 109.800 yuan hingga 135.800 yuan. Jika dikonversikan, kisaran itu setara sekitar Rp248 juta sampai Rp307 jutaan.
Harga tersebut membuat Aion i60 cukup agresif di segmen SUV elektrifikasi. Dengan banderol seperti itu, mobil ini punya peluang menjadi pesaing serius bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan fitur lengkap dan opsi teknologi yang beragam.
Peluncuran Global dan Peluang Pasar Lebih Luas
Aion i60 diperkenalkan pada April 2026 bersamaan dengan debut model GAC lain di ajang Beijing Auto Show 2026, termasuk Aion N60. Langkah ini menunjukkan bahwa GAC sedang memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi secara lebih aktif.
Di luar China, peluang masuk ke Indonesia masih terbuka meski belum ada konfirmasi resmi. Pasar Asia Tenggara menjadi target yang logis karena pertumbuhan kendaraan listrik terus meningkat, sementara Indonesia juga didorong oleh berbagai insentif untuk membangun ekosistem EV.
Jika benar masuk ke Indonesia, Aion i60 berpotensi berhadapan dengan model seperti BYD Atto 3, Chery Omoda E5, MG ZS EV, dan Hyundai Kona Electric. Kehadiran versi REEV bisa menjadi pembeda penting, terutama karena infrastruktur charging di Tanah Air masih berkembang dan belum merata di semua wilayah.
