
Depresiasi mobil baru bisa terasa lebih cepat dari yang dibayangkan, terutama pada model yang teknologinya belum matang, pasarnya menyempit, atau masa depannya tidak jelas. Dalam kelompok ini, ada sejumlah mobil yang diperkirakan kehilangan lebih dari separuh nilainya hanya dalam 5 tahun, sehingga harga jual kembalinya jatuh jauh dari banderol awal.
Dampaknya paling terasa pada mobil listrik dan model besar yang sulit mempertahankan minat pasar bekas. Faktor seperti infrastruktur pengisian, subsidi yang berubah, persaingan yang makin padat, hingga kabar penghentian model ikut menekan nilai jual kembali secara tajam.
Yang paling anjlok: Toyota Mirai
Toyota Mirai berada di posisi terburuk dengan depresiasi 84% dalam 5 tahun. Sedan hidrogen ini dibeli baru dengan harga hampir $64.000, tetapi nilainya bisa turun menjadi kurang dari $10.000.
Masalah utamanya bukan pada kualitas mesin, melainkan keterbatasan infrastruktur. Stasiun pengisian hidrogen masih sangat jarang dan sebagian besar terkonsentrasi di California, sehingga permintaan bekasnya ikut tertekan.
Mobil listrik awal yang ikut terseret
Nissan Leaf juga masuk daftar dengan penurunan nilai 66% dalam 5 tahun. Dari harga baru yang mendekati $34.000, nilai jualnya rata-rata hanya sekitar $11.748.
Sebagai pionir hatchback listrik, Leaf kini kalah saing karena teknologi baterai yang menua. Jarak tempuh 149-212 mil dan tenaga 147-214 hp masih cukup untuk penggunaan tertentu, tetapi terlihat tertinggal dibanding EV yang lebih baru.
Honda Prologue mengalami nasib serupa meski membawa angka yang lebih modern di atas kertas. SUV listrik berbasis platform Ultium milik GM ini diproyeksikan turun 64% dalam 5 tahun, dari harga $48.000-$56.000 menjadi sekitar $20.555.
Nissan Ariya juga tergelincir tajam, dengan estimasi depresiasi 63% dalam 5 tahun. Crossover listrik yang meluncur pada 2023 ini diperkirakan bisa bernilai di bawah $19.000 setelah lima tahun, meski menawarkan tenaga 214-389 hp dan jarak tempuh maksimum 289 mil.
Volkswagen ID.4 menempuh jalur yang sama. SUV listrik ini diperkirakan kehilangan 63% nilainya dalam 5 tahun, dengan harga bekas yang bisa jatuh di bawah $20.000 dari harga awal yang berada di kisaran pasar EV menengah.
SUV besar dan pickup ikut terpukul
Di segmen kendaraan besar, Nissan Armada mencatat depresiasi 66% dalam 5 tahun. Dengan harga baru sekitar $73.721, SUV tiga baris ini diperkirakan hanya bernilai sekitar $25.000 setelah lima tahun.
Padahal Armada datang dengan mesin V6 twin-turbo 3.5L bertenaga 425 hp dan kemampuan menarik beban hingga 8.500 pound. Namun, kekuatan itu belum cukup untuk menahan pelemahan minat pasar terhadap nilai jual kembalinya.
Nissan Titan XD juga tertekan berat dengan penurunan 64% dalam 5 tahun. Pickup yang diproduksi dari 2016 hingga 2024 ini dibanderol $50.000-$65.000 saat baru, tetapi nilai bekasnya diperkirakan turun di bawah $24.000.
Kemampuan towing-nya mencapai 11.050 lbs, dengan opsi mesin V8 5.6L atau diesel Cummins. Meski begitu, keputusan Nissan menghentikan lini Titan setelah 2024 membuat masa depan model ini tampak lebih rapuh di pasar bekas.
Model yang mahal, besar, dan boros
Chrysler Voyager juga masuk daftar dengan depresiasi 64% dalam 5 tahun. Minivan ini dijual di kisaran $33.000-$42.000, namun nilai bekasnya diperkirakan hanya sekitar $15.000 setelah lima tahun.
Statusnya sebagai trim budget dari Pacifica tidak cukup membantu, apalagi Chrysler sudah mengumumkan akan menghentikannya setelah 2024. Meski memiliki mesin V6 3.6L bertenaga 287 hp dan kapasitas 7 penumpang, nama model yang segera pensiun biasanya cepat kehilangan daya tarik.
Dodge Durango mencatat penurunan 62% dalam 5 tahun. SUV tiga baris ini dijual mulai sekitar $40.000 hingga $110.000 untuk trim SRT Hellcat, tetapi rata-rata nilai jual bekasnya sekitar $25.000.
Konsumsi BBM 14-19 mpg dan minimnya fitur keselamatan canggih pada banyak rival ikut membuat posisinya sulit. Bahkan dengan mesin HEMI V8 hingga 710 hp dan kapasitas derek 8.700 lbs, pasar tetap memberi diskon besar pada nilai bekasnya.
Entry paling rawan di kelas crossover
Dodge Hornet menempati posisi pertama dalam daftar ini dengan depresiasi sekitar 62% dalam 5 tahun. Crossover kompak yang meluncur pada 2023 ini dibanderol $33.000-$40.000 saat baru, tetapi diperkirakan turun menjadi di bawah $15.000.
Hornet dibangun di atas platform Alfa Romeo Tonale dan tersedia dalam trim GT serta R/T dengan mesin turbo 268 hp. Namun, keluhan soal gangguan listrik, ruang yang sempit, dan teknologi yang kurang meyakinkan membuat pasar bekasnya semakin berat.
Pada akhirnya, daftar ini menunjukkan satu pola yang jelas: mobil dengan masa depan produk yang samar, teknologi yang cepat tertinggal, atau basis pengguna yang sempit cenderung kehilangan nilai paling cepat. Untuk pembeli baru, harga awal bukan satu-satunya pertimbangan, karena nilai jual kembali bisa jatuh jauh lebih cepat dari yang terlihat di showroom.









