BMW dipastikan tidak menyiapkan generasi penerus untuk Z4. Dengan keputusan itu, roadster dua pintu tersebut akan mengakhiri masa hidupnya sebagai model terakhir dari keluarga BMW Z-Series.
Produksi BMW Z4 dilaporkan akan dihentikan sepenuhnya pada 2026. Kabar ini menjadi penanda berakhirnya salah satu nama ikonik di segmen mobil atap terbuka yang selama ini dikenal sebagai simbol kesenangan berkendara khas mobil sport Eropa.
Keputusan itu datang di tengah tekanan pasar yang terus berubah. Permintaan global untuk mobil roadster disebut terus menurun, sementara minat konsumen kini lebih kuat mengarah ke SUV, crossover, dan kendaraan listrik performa tinggi.
Dari sisi bisnis, arah tersebut dinilai lebih menjanjikan secara profit. Kondisi itu membuat model seperti Z4 semakin sulit mempertahankan posisinya, meski mobil ini tetap mendapat pujian dalam hal dinamika berkendara.
BMW Z4 memang punya basis penggemar yang kuat. Namun, volume penjualannya belum mampu menandingi model BMW lain yang lebih fungsional dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar massal.
Hal ini menjelaskan mengapa masa depan Z4 akhirnya tidak berlanjut ke generasi baru. BMW memilih menghentikan perjalanan model itu alih-alih mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan penerus di segmen yang makin sempit.
Bagi penggemar BMW, keputusan ini punya arti lebih besar dari sekadar akhir satu model. Z4 yang ada sekarang disebut akan menjadi penutup seluruh lini Z-Series, sehingga babak roadster modern BMW juga ikut berakhir bersamanya.
Dampak ke Toyota GR Supra
Berakhirnya Z4 juga memunculkan pertanyaan besar soal nasib Toyota GR Supra. Sebab, kedua mobil ini selama ini dikenal sebagai saudara kembar yang lahir dari kerja sama teknis yang sangat erat.
BMW Z4 dan Toyota GR Supra berbagi platform, mesin, dan fasilitas produksi yang sama. Keduanya dirakit di pabrik Magna Steyr, Graz, Austria, sehingga penghentian salah satu model langsung memicu spekulasi terhadap model lainnya.
Sampai saat ini, Toyota belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masa depan Supra. Meski begitu, banyak pengamat memperkirakan Supra juga berpotensi ikut berakhir, atau setidaknya harus mencari mitra baru bila ingin melanjutkan generasi berikutnya.
Situasi ini membuat keputusan BMW terasa lebih luas dampaknya. Yang berakhir bukan hanya satu model roadster, tetapi juga sebuah kolaborasi penting yang sempat menghidupkan kembali nama besar mobil sport dua pintu dari dua merek besar.
Salam perpisahan untuk penggemar purist
Sebelum benar-benar dipensiunkan, BMW sudah menyiapkan bentuk penghormatan terakhir untuk Z4. Pabrikan Jerman itu merilis paket Z4 M40i “Handschalter” yang dibekali transmisi manual 6-percepatan.
Varian ini dipandang sebagai surat cinta BMW untuk para penggemar berkendara murni. Di tengah tren industri yang makin mengutamakan elektrifikasi dan efisiensi, kehadiran transmisi manual justru menegaskan karakter analog yang menjadi daya tarik utama Z4.
Langkah tersebut memberi nuansa emosional pada akhir perjalanan model ini. BMW seolah ingin menutup kisah Z4 dengan sesuatu yang paling dihargai kalangan enthusiast, yakni keterlibatan pengemudi yang lebih langsung dan pengalaman berkendara yang lebih mentah.
Bagi kolektor, fase ini juga punya nilai tersendiri. Ketika jalur produksi mendekati akhir, unit baru Z4 berpotensi dipandang sebagai bagian dari penutup era mobil sport terbuka BMW yang tidak akan terulang dalam bentuk generasi baru.
Z4 sendiri selama ini berada di posisi yang unik dalam portofolio BMW. Ia bukan model dengan penjualan besar, tetapi punya nilai citra yang kuat sebagai mobil yang mewakili sisi emosional merek.
Justru karena itulah kabar penghentian ini terasa menonjol. Di saat banyak produsen fokus pada produk yang lebih serbaguna dan lebih menguntungkan, model seperti Z4 menjadi korban pertama dari perubahan selera pasar global yang makin pragmatis.
Bagi pencinta roadster, hilangnya Z4 memperlihatkan betapa sempitnya ruang untuk mobil sport atap terbuka di industri otomotif modern. Segmen ini semakin terdesak oleh kebutuhan efisiensi, tren bodi yang lebih praktis, dan dorongan investasi ke teknologi kendaraan listrik.
Untuk saat ini, yang tersisa adalah kesempatan terakhir memiliki Z4 baru sebelum produksinya benar-benar berhenti. Setelah itu, nama Z4 akan bertahan sebagai bagian dari sejarah BMW, bukan sebagai model yang menunggu kelahiran generasi berikutnya.
Source: kabaroto.com