Range Anxiety di Jogja Mulai Pudar, PLN Bidik SPKLU Baru Sampai Kulon Progo

Pemilik mobil listrik di Yogyakarta mendapat kabar positif dari perluasan infrastruktur pengisian daya yang terus dikebut PLN. Jaringan SPKLU tidak lagi difokuskan di pusat kota, tetapi mulai diarahkan hingga wilayah seperti Sedayu dan Kulon Progo.

Langkah ini menjadi penting karena kekhawatiran kehabisan baterai di jalan, atau range anxiety, masih kerap menahan orang untuk beralih ke kendaraan listrik. Di DIY, kondisi itu mulai berubah seiring makin rapatnya titik pengisian daya publik dan meningkatnya penggunaan home charging.

Ekspansi SPKLU Makin Menyebar

PLN menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan SPKLU ke seluruh wilayah Yogyakarta. Targetnya, fasilitas pengisian daya hadir lebih merata dan tidak hanya terkonsentrasi di area kota.

Senior Manager UID Yogyakarta Deny Setiawan mengatakan penambahan lokasi pengisian menjadi fokus utama. Menurut dia, perluasan ini ditujukan agar mobilitas pengguna kendaraan listrik tetap nyaman, baik untuk warga lokal maupun wisatawan.

Beberapa titik sudah masuk dalam rencana penambahan fasilitas baru melalui skema kemitraan. Lokasi yang disebut antara lain Hotel Ambarrukmo, Sedayu, Kulon Progo, dan kantor PLN Sleman.

Arah ekspansi ini menunjukkan perubahan strategi yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna di lapangan. Saat titik pengisian mulai menjangkau kabupaten dan area pergerakan antarkawasan, pengguna mobil listrik punya lebih banyak opsi untuk merencanakan perjalanan.

Kehadiran SPKLU di wilayah seperti Kulon Progo juga relevan bagi perjalanan yang tidak selalu berpusat di Kota Yogyakarta. Dengan begitu, pengguna tidak harus bergantung pada satu koridor tertentu untuk memastikan baterai tetap aman.

Ekosistem Pengisian Sudah Terbangun

Sebelum tambahan titik baru itu direalisasikan, infrastruktur kendaraan listrik di DIY sebenarnya sudah lebih dulu bertumbuh. Kolaborasi antara PLN dan operator swasta membentuk jaringan pengisian yang kini semakin mudah dijangkau.

Menurut Deny Setiawan, PLN di wilayah Jogja saat ini memiliki 32 unit mesin SPKLU yang tersebar di 20 titik lokasi. Di luar itu, terdapat sekitar 73 unit pengisian daya yang dikelola pihak swasta.

Data tersebut memberi gambaran bahwa ekosistem pengisian di Jogja tidak hanya bertumpu pada satu pihak. Kehadiran fasilitas swasta ikut memperluas pilihan pengguna, terutama di lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas harian.

Dengan kombinasi infrastruktur milik PLN dan swasta, pengguna kendaraan listrik di DIY kini menghadapi kondisi yang jauh lebih nyaman dibanding masa awal adopsi EV. Pilihan tempat pengisian semakin banyak dan tersebar di berbagai titik.

Home Charging Jadi Pilihan Favorit

Di saat infrastruktur publik terus diperluas, tren pengisian daya di rumah juga tumbuh kuat. Banyak pemilik mobil listrik di Jogja tampaknya lebih memilih kenyamanan mengisi daya langsung di garasi rumah.

Model ini dinilai praktis karena kendaraan bisa diisi saat tidak digunakan dan siap dipakai keesokan harinya. Pengguna juga tidak selalu perlu singgah ke fasilitas umum jika kebutuhan perjalanan masih bisa ditopang dari pengisian semalam.

PLN mencatat ada sekitar 750 fasilitas home charging yang sudah terpasang di Provinsi DIY. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di wilayah tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan SPKLU, tetapi juga dari kebiasaan penggunaan sehari-hari.

Pertumbuhan home charging memperlihatkan bahwa kendaraan listrik mulai masuk ke pola hidup rumah tangga. Pengisian daya tidak lagi dianggap sebagai aktivitas khusus yang harus dilakukan di ruang publik, melainkan menjadi bagian rutin di rumah.

Pada saat yang sama, keberadaan home charging tidak menggantikan peran SPKLU. Keduanya justru saling melengkapi, karena pengisian di rumah cocok untuk kebutuhan harian, sementara SPKLU menjadi penopang mobilitas yang lebih panjang dan fleksibel.

Pengguna EV di Jogja Kian Diuntungkan

Bagi pemilik mobil listrik di Jogja, situasi ini membuat pengalaman berkendara menjadi lebih tenang. Mereka kini ditopang oleh dua lapis infrastruktur, yakni jaringan pengisian publik yang terus meluas dan fasilitas rumah yang terus bertambah.

Kondisi tersebut juga memberi sinyal bahwa DIY sedang membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih matang. Saat titik pengisian publik menjalar ke Sedayu dan Kulon Progo, serta ratusan home charging sudah aktif di rumah warga, kekhawatiran soal akses daya makin mengecil.

Perluasan ini pada akhirnya bukan sekadar menambah mesin pengisian, tetapi memperluas rasa aman bagi pengguna EV. Di Yogyakarta, kenyamanan memakai mobil listrik kini tidak lagi hanya dinikmati di pusat kota, melainkan mulai merata hingga wilayah yang lebih jauh.

Source: www.suara.com
Terkait