BINUS Engineering Week 2026, Saat AI dan Mobilitas Hijau Dipertemukan untuk Masa Depan

BINUS Engineering Week 2026 menempatkan isu mobilitas masa depan sebagai salah satu sorotan penting di tengah percepatan transformasi industri global. Forum yang digelar di BINUS @Kemanggisan, Jakarta, itu menampilkan bagaimana engineering diposisikan untuk mendorong teknologi kendaraan yang lebih efisien, cerdas, dan ramah lingkungan.

Di tengah pergeseran industri menuju elektrifikasi, sistem berbasis software, dan integrasi artificial intelligence (AI), ajang ini menjadi ruang temu antara kampus dan kebutuhan industri nyata. Fokus itu membuat pembahasan tidak berhenti pada riset akademik, tetapi bergerak ke arah solusi yang relevan bagi sektor otomotif dan mobilitas berkelanjutan.

BINUS University mengusung tema “Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness”. Tema tersebut menekankan peran engineering dalam menciptakan dampak global sekaligus memperkuat daya saing melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, engineer, industri, hingga pemerintah dalam satu forum kolaboratif. Format seperti ini dinilai penting karena pengembangan teknologi masa depan semakin membutuhkan kerja lintas sektor, terutama pada bidang yang berubah cepat seperti otomotif.

Mobilitas cerdas jadi perhatian

Salah satu benang merah yang menonjol adalah keterkaitan antara engineering modern dan perkembangan mobilitas cerdas. Pembahasan mencakup bagaimana solusi teknologi dapat menopang kendaraan masa depan yang lebih adaptif terhadap tuntutan efisiensi energi dan keberlanjutan.

Dalam konteks industri otomotif, penerapan AI disebut semakin luas pada berbagai lini. Cakupannya mulai dari autonomous driving, predictive maintenance, efisiensi rantai produksi kendaraan, hingga teknologi smart manufacturing di pabrik otomotif berbasis Industry 5.0.

Arah perkembangan ini menunjukkan bahwa engineering tidak lagi semata berbicara tentang rancangan teknis dasar. Perannya kini semakin dekat dengan pengembangan ekosistem kendaraan yang terkoneksi, cerdas, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri modern.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa engineering saat ini harus dibaca dalam kerangka yang lebih luas. Menurut dia, engineering bukan hanya soal membangun sistem, tetapi juga membangun masa depan yang berkelanjutan.

Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan BINUS Engineering Week 2026. Pesan tersebut sekaligus menjadi dasar mengapa isu sustainability, green economy, dan inovasi teknologi ditempatkan sebagai agenda utama.

Dari kampus ke implementasi industri

Selama 45 tahun perjalanan BINUS University, kampus tersebut terus mendorong pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan industri masa depan. Upaya itu kini semakin relevan karena industri otomotif sedang bergerak menuju kendaraan listrik dan platform kendaraan yang makin bergantung pada perangkat lunak.

Melalui Faculty of Engineering, BINUS menampilkan beragam karya inovatif mahasiswa dari sejumlah program studi. Fakultas ini terdiri dari Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Bio Technology, Computer Engineering, dan Industrial Engineering.

Sejumlah karya yang dipamerkan dirancang untuk mendukung transformasi industri modern. Fokus inovasinya meliputi efisiensi industri, smart system, teknologi berbasis AI, serta solusi engineering yang mendukung pengembangan mobilitas cerdas dan berkelanjutan.

Pendekatan itu memperlihatkan bahwa inovasi kampus tidak berdiri terpisah dari kebutuhan sektor riil. Karya mahasiswa dan riset engineering diarahkan agar memiliki peluang untuk diimplementasikan pada persoalan yang dihadapi industri saat ini.

Kolaborasi dengan mitra strategis

BINUS Engineering Week 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra industri strategis. Di antaranya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Alamtri Minerals Indonesia, PT Propan Raya ICC, dan PT Kapal Api Global.

Keterlibatan mitra industri ini memperkuat fungsi acara sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kolaborasi semacam itu dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi riset serta mendorong implementasi teknologi di lapangan.

Dalam ekosistem inovasi, proses dari laboratorium ke penggunaan nyata sering menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ruang kolaborasi yang mempertemukan ide, riset, dan kebutuhan industri dipandang semakin penting di tengah perubahan teknologi yang cepat.

Isu seperti AI, Industry 5.0, green economy, elektrifikasi kendaraan, hingga sustainability kini memang menjadi perhatian lintas sektor. Industri otomotif menjadi salah satu bidang yang paling terdampak karena perubahan berlangsung sekaligus pada sisi produk, manufaktur, dan model operasional.

Melalui forum ini, BINUS University berharap dapat menghadirkan ruang yang mempertemukan ide inovatif dengan implementasi nyata di berbagai sektor industri. Harapan itu mencakup lahirnya solusi engineering baru yang relevan dengan transformasi industri global dan perkembangan teknologi kendaraan masa depan.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait