Huawei, JAC, dan Stellantis Bahas Maserati EV Baru, Sinyal Panik Dari Maranello?

Huawei, JAC, Stellantis, dan Maserati disebut tengah membahas kerja sama untuk membangun model kendaraan energi baru atau NEV bagi merek Maserati. Skema ini menarik perhatian karena berpotensi menggabungkan kekuatan teknologi Huawei, kemampuan manufaktur JAC, dan nama besar Maserati di pasar premium.

Jika rencana ini berjalan, proyek tersebut bisa menjadi salah satu langkah penting bagi Stellantis untuk merespons tekanan penjualan dan tantangan elektrifikasi. Model yang dikembangkan bersama itu juga disebut akan hadir dalam dua versi untuk pasar berbeda, dengan target produksi massal pada paruh kedua tahun depan.

Skema kerja sama ala HIMA

Laporan dari media lokal Yunjian Insight menyebut pendekatan kerja sama ini mirip dengan lima merek di bawah bisnis HIMA atau Harmony Intelligent Mobility Alliance milik Huawei. Dalam model tersebut, Huawei akan memimpin definisi produk dan menyediakan teknologi inti, sementara JAC menangani riset dan pengembangan bersama serta manufaktur.

Maserati akan berperan pada sisi desain styling dan penguatan merek. Dengan pembagian tugas seperti ini, proyek tersebut mengarah pada pola kolaborasi yang sangat terspesialisasi, bukan kerja sama umum yang longgar.

Dua versi untuk dua pasar

Model hasil kolaborasi itu disebut akan diluncurkan dalam dua versi. Versi domestik akan memakai merek Maextro, yang merupakan kolaborasi Huawei dan JAC, sedangkan versi luar negeri akan menggunakan emblem Maserati.

Pendekatan ini menunjukkan strategi yang berbeda untuk pasar China dan pasar global. Di pasar domestik, merek Maextro menjadi kanal utama, sementara pasar luar negeri tetap memanfaatkan daya tarik nama Maserati.

Negosiasi sudah lama berlangsung

Orang yang mengetahui masalah ini mengatakan pembicaraan antar pihak sudah berlangsung sejak awal tahun lalu. Meski belum ada perjanjian komersial resmi yang ditandatangani, pekerjaan riset dan pengembangan kendaraan terkait sudah berjalan.

Fakta ini menandakan pembicaraan tidak lagi sebatas ide awal. Aktivitas teknis yang sudah dimulai biasanya menunjukkan adanya keseriusan untuk menyiapkan model baru, meski proses formal masih belum tuntas.

Tekanan besar di sisi Stellantis dan Maserati

Potensi kemitraan ini muncul saat Stellantis berada dalam tekanan keuangan dan penjualan yang berat. Pada 2025, perusahaan itu mencatat rugi bersih besar sebesar 22,3 miliar euro.

Kinerja merek Maserati juga melemah tajam. Pengiriman globalnya turun dari hampir 27.000 unit pada 2023 menjadi sekitar 7.900 unit pada 2025.

Di China, yang pernah menjadi pasar tunggal terbesar Maserati, penjualannya anjlok menjadi sedikit di atas 1.000 unit pada tahun lalu. Sebelumnya, China sempat menjadi pasar tunggal terbesar di dunia bagi Maserati, dengan penjualan 14.498 kendaraan pada 2017 dan menyumbang hampir 30% dari total globalnya.

Elektrifikasi jadi titik lemah Maserati

Maserati juga disebut tertinggal dalam transisi elektrifikasi. Sistem kabin pintar dan pengalaman berkendara merek ini dinilai masih kalah dibandingkan para pesaing lokal di China.

Kondisi tersebut membuat kolaborasi dengan Huawei dan JAC terlihat strategis. Huawei memiliki rekam jejak di teknologi pintar, sementara JAC sudah punya pengalaman produksi bersama dalam segmen premium.

Jejak awal Huawei dan JAC di kelas premium

Kolaborasi Huawei dan JAC sebelumnya sudah membuahkan Maextro S800, sedan mewah dengan harga awal 708.000 yuan. Harga itu membuatnya menjadi salah satu kendaraan termahal di pasar China.

Penjualan kumulatif Maextro S800 disebut sudah melampaui 16.000 unit sejak diluncurkan tahun lalu. Huawei juga mengumumkan versi penyegaran model tersebut dengan LiDAR 896-channel, yang diklaim memiliki spesifikasi tertinggi di dunia.

Jejak aliansi Stellantis di China

Stellantis bukan pemain baru dalam menjalin kemitraan dengan perusahaan NEV asal China. Sebelumnya, perusahaan otomotif itu juga mengambil sekitar 20% saham Leapmotor untuk memperkuat performanya di pasar massal.

Langkah itu menunjukkan Stellantis sudah aktif mencari jalan lewat kemitraan lokal. Jika pembicaraan dengan Huawei, JAC, dan Maserati berlanjut, kerja sama ini bisa menjadi babak baru dalam upaya memperbaiki posisi Stellantis di tengah perubahan cepat industri otomotif listrik.

Source: cnevpost.com

Terkait