Xpeng GX Dibuka Rp1 Miliaran, SUV Flagship Ini Siap Berjalan Sendiri di Jalan Tertentu

Xpeng bersiap meluncurkan Xpeng GX pada 20 Mei 2026, dan model ini langsung menarik perhatian karena diposisikan sebagai flagship baru merek tersebut. SUV listrik berukuran besar ini juga disebut sebagai produk termahal yang pernah ditawarkan Xpeng, melampaui X9.

Minat pasar sudah terlihat bahkan sebelum peluncuran resmi digelar. Pre-order di Tiongkok telah dibuka sejak 15 April 2026 dengan harga awal sekitar 399.800 yuan atau setara Rp1 miliaran.

Langkah ini penting karena Xpeng tidak hanya menghadirkan mobil baru, tetapi juga mendorong masuk lebih dalam ke segmen premium. Xpeng GX dirancang sebagai SUV full-size yang menyasar konsumen yang membutuhkan ukuran besar, teknologi tinggi, dan fleksibilitas penggunaan.

Meski peluncuran penuh belum diumumkan melalui seluruh kanal perusahaan, Xpeng sebelumnya sudah memberi sinyal lewat media sosial bahwa acara perkenalan akan digelar dalam waktu dekat. Sinyal itu kini mengarah jelas pada jadwal peluncuran 20 Mei 2026.

Masuk Segmen Premium dengan Dua Sistem Penggerak

Xpeng GX hadir dengan dua pilihan sistem penggerak. Konsumen akan ditawari varian battery electric vehicle atau BEV, serta extended range electric vehicle atau EREV.

Pilihan ganda ini menunjukkan strategi yang cukup jelas. Xpeng ingin menjangkau konsumen yang menginginkan kendaraan listrik murni, sekaligus pembeli yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang dan fleksibilitas lebih tinggi dalam penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Di atas kertas, karakter itu membuat Xpeng GX tidak sekadar menjadi SUV besar biasa. Model ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan pasar premium yang semakin beragam, terutama di tengah persaingan ketat kendaraan elektrifikasi.

Dari sisi ukuran, mobil ini masuk kategori full-size SUV. Dimensinya mencapai panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm.

Ukuran tersebut menegaskan posisinya sebagai SUV besar yang bermain di kelas atas. Dimensi itu juga memberi gambaran bahwa Xpeng GX dibangun untuk menawarkan kabin lapang dan kehadiran yang kuat di jalan.

Andalkan Platform Baru dan Teknologi Otonom

Secara teknologi, Xpeng GX dibangun di atas platform terbaru perusahaan, SEPA 3.0 atau Smart Electric Platform Architecture. Platform ini dirancang untuk membuat mobil listrik bekerja lebih efisien sekaligus siap mendukung teknologi berkendara otonom.

Kemampuan otonom menjadi salah satu sorotan utama dari model ini. Dengan dukungan hingga level 4, Xpeng GX disebut dapat berjalan sendiri dalam situasi tertentu tanpa harus selalu dikendalikan penuh oleh pengemudi.

Fokus pada kemampuan mengemudi otomatis itu memperlihatkan arah pengembangan produk Xpeng. Bukan hanya menjual kendaraan listrik, perusahaan juga mendorong integrasi perangkat lunak, komputasi, dan fungsi otonom ke dalam produk flagship-nya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan persaingan industri mobil listrik yang kini tidak lagi hanya bertumpu pada baterai dan motor listrik. Sistem bantuan pengemudi canggih dan kesiapan menuju otonomi menjadi pembeda yang semakin penting di kelas premium.

Tiga Chip AI Turing Jadi Senjata Utama

Selain platform baru, Xpeng GX juga membawa teknologi kecerdasan buatan yang menjadi salah satu nilai jual utamanya. Mobil ini dibekali tiga chip AI Turing hasil pengembangan internal Xpeng.

Kombinasi tiga chip itu disebut mampu memproses data dengan sangat cepat dan kompleks. Dampaknya, sistem kendaraan dapat bekerja lebih pintar saat membaca situasi sekitar maupun saat merespons kebutuhan pengguna.

Xpeng juga menyematkan dukungan AI berbasis Vision-Language-Action atau VLA. Teknologi ini dirancang agar interaksi antara pengemudi dan kendaraan terasa lebih natural, mudah, dan responsif.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pengguna menjadi perhatian penting dalam pengembangan Xpeng GX. AI tidak hanya dipakai untuk fitur otonom, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang lebih intuitif antara manusia dan kendaraan.

Gambaran ini memperkuat posisi Xpeng GX sebagai produk teknologi sekaligus kendaraan premium. Interiornya pun ditampilkan dengan nuansa modern dan canggih, sejalan dengan citra yang ingin dibangun pada model flagship tersebut.

Dengan peluncuran yang tinggal menghitung waktu, Xpeng GX berpotensi menjadi model penting bagi langkah ekspansi Xpeng di kelas atas. Kombinasi ukuran besar, dua pilihan sistem penggerak, platform baru, kemampuan otonom hingga level 4, dan dukungan tiga chip AI Turing membuat model ini menonjol di tengah pasar mobil listrik yang makin kompetitif.

Bagi pasar Tiongkok, pembukaan pre-order sejak pertengahan April menjadi indikator bahwa perhatian terhadap model ini sudah terbentuk sebelum hari peluncuran. Pada 20 Mei 2026, Xpeng akan menguji seberapa kuat daya tarik SUV flagship barunya di segmen kendaraan listrik premium.

Source: kabaroto.com
Terkait