
Audi tengah bersiap mengubah peta bisnisnya di China dengan pembagian peran yang jauh lebih tegas antara dua joint venture-nya. Langkah ini menandai upaya merek premium Volkswagen itu untuk tetap mempertahankan bisnis mobil bensin sambil mendorong pertumbuhan di pasar kendaraan listrik yang sangat kompetitif.
Menurut laporan Mingjing Pro, Audi segera mengumumkan restrukturisasi baru untuk dua joint venture-nya di China. Dalam skema ini, FAW Audi akan memegang kendali atas model bermesin bakar dan mobil listrik berlogo empat cincin, sementara SAIC Audi akan berfokus penuh pada sub-brand AUDI berlogo huruf.
Pembagian peran baru di China
Perombakan ini akan membuat SAIC Audi tidak lagi bertanggung jawab menjual mobil ICE atau internal combustion engine. Sebagai gantinya, unit yang berbasis di Shanghai itu akan menjadi ujung tombak untuk AUDI, merek turunan yang dikembangkan bersama SAIC dan Audi khusus untuk pasar China.
Di sisi lain, FAW Audi yang berbasis di Changchun akan menjadi penyangga utama bisnis inti Audi di China. FAW Audi akan mengelola portofolio tradisional merek premium itu, termasuk produk yang dibangun di atas arsitektur Premium Platform Combustion dan Premium Platform Electric.
Perubahan tersebut juga dipandang sebagai akhir yang kian dekat dari perselisihan selama sembilan tahun soal struktur dua joint venture Audi di China. Dengan pembagian yang lebih jelas, Audi ingin memisahkan fungsi berdasarkan karakter merek dan jenis penggerak.
SAIC Audi beralih ke era listrik
Laporan itu menyebut SAIC Audi sudah mulai mengosongkan stok kendaraan bermesin bakar yang ada saat ini. Proses destocking itu disebut akan selesai dalam waktu dekat, dan jaringan penjualannya ke depan hanya akan mempertahankan produk-produk merek AUDI yang ditujukan untuk era listrik murni.
Peralihan ini menunjukkan strategi yang lebih tajam dari Audi di China. Pabrikan asal Jerman itu berusaha menjaga profit dari pasar mesin pembakaran sambil memanfaatkan efisiensi riset dan pengembangan lokal SAIC untuk mengejar pangsa di segmen EV yang tumbuh cepat.
AUDI sendiri telah diluncurkan di China pada 8 November 2024. Model perdananya, E5 Sportback, mulai dipasarkan pada September 2025.
Merek ini diposisikan sebagai saudara merek yang dibuat khusus untuk pasar China. Identitasnya memakai tulisan AUDI penuh huruf kapital, bukan logo empat cincin yang selama ini melekat pada Audi global.
Agenda produk dan teknologi baru
Pada 8 Mei, AUDI memulai pre-order untuk model produksi massal keduanya, AUDI E7X. Harga pre-order awalnya dipatok 289.800 yuan, atau sekitar $42.590 dengan kurs yang dicantumkan sebesar $1 = 6.8047 yuan.
Selain itu, Audi dan SAIC bulan lalu meneken perjanjian kerja sama strategis baru untuk memperdalam kemitraan mereka. Inti kesepakatan itu adalah pembentukan pusat inovasi dan teknologi baru di Shanghai yang dipimpin Audi dan berfokus pada pengembangan kendaraan secara menyeluruh.
Berdasarkan Advanced Digitized Platform atau ADP, kedua pihak akan bersama-sama mengembangkan dan meluncurkan empat model baru AUDI. Model-model listrik itu akan masuk ke pasar China dalam beberapa tahun ke depan dan melengkapi jajaran produk Audi yang sudah ada.
Model-model baru tersebut juga akan menggabungkan teknologi lokal China secara intensif. Komponen yang disebut termasuk baterai dari CATL, sistem smart driving dari Momenta, serta model AI besar dari ByteDance.
FAW Audi ikut memperkuat jalur lama
Di saat SAIC Audi bergeser ke sub-brand listrik, FAW Audi justru memperkuat daya saing mobil ICE dan EV berbasis PPE. Upaya itu dilakukan dengan memasukkan teknologi pintar dari Huawei ke dalam produk-produknya.
Sebelumnya, manajemen SAIC Audi juga menyebut sejumlah jalur teknologi lain masih dalam pertimbangan, termasuk plug-in hybrid electric vehicles atau PHEV serta extended-range electric vehicles atau EREV. Namun, berdasarkan pembagian baru yang dilaporkan itu, fokus SAIC Audi akan makin terkonsentrasi pada lini AUDI.
Dengan strategi dua jalur ini, Audi ingin meredam gesekan internal yang selama ini muncul antara joint venture utara dan selatan di China. Audi juga berharap pembagian tugas tersebut bisa memperjelas posisi produk, saluran penjualan, dan arah teknologi di pasar otomotif terbesar di dunia itu.
Source: cnevpost.com








