Tesla Setop Model S dan Model X, Akhir Dua Ikon Saat Fokus Beralih ke Mobil Otonom

Tesla akhirnya menghentikan produksi Model S dan Model X, dua model yang selama ini menjadi simbol awal ambisi besar merek itu di pasar mobil listrik premium. Unit terakhir keduanya disebut keluar dari pabrik Fremont, California, pada 10 Mei 2026.

Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan dua model yang pernah dianggap fenomenal karena menggabungkan kemewahan, kenyamanan, performa tinggi, dan jarak tempuh jauh. Namun, penurunan permintaan membuat posisi keduanya makin terdesak di lini produk Tesla.

Tesla mengalihkan pabrik Fremont untuk fokus pada produksi teknologi dan konstruksi robot serta pengembangan perangkat lunak mobil otonom. Sebagian area fasilitas itu tetap digunakan untuk memproduksi Model 3, Model Y, dan Cybertruck.

Arah baru ini sejalan dengan pernyataan CEO Tesla Elon Musk yang menyebut penghentian Model S dan Model X sebagai langkah menuju masa depan yang bertumpu pada fondasi otonom. Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar soal produk lama, tetapi juga bagian dari perubahan prioritas perusahaan.

Bagi pemilik lama, Tesla menyatakan dukungan purnajual tetap berjalan. Perawatan kendaraan dan pembaruan perangkat lunak untuk Model S dan Model X disebut masih akan terus tersedia.

Sebagai penanda akhir masa produksi, Tesla juga menyiapkan Signature Edition untuk kedua model tersebut. Edisi ini menjadi penutup resmi bagi dua kendaraan yang punya peran penting dalam sejarah perkembangan Tesla.

Permintaan terus melemah

Turunnya minat pasar terhadap Model S dan Model X berlangsung bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu titik balik utama datang sejak Tesla meluncurkan Model 3 pada 2017.

Model 3 menawarkan ukuran yang lebih ringkas dan harga yang lebih terjangkau, sehingga menjangkau pasar yang jauh lebih luas. Sejak saat itu, perhatian konsumen mulai bergeser dari sedan dan SUV premium Tesla ke model yang lebih mudah diakses.

Tekanan terhadap Model S dan Model X makin besar setelah kehadiran Model Y. Crossover listrik itu mendapat respons positif dari konsumen dan perlahan menjadi salah satu tulang punggung penjualan Tesla.

Perubahan selera pasar ini membuat dua model premium tersebut kian tertinggal. Model S dan Model X tetap punya citra kuat, tetapi tidak lagi menjadi pilihan utama bagi mayoritas pembeli Tesla.

Gambaran paling jelas terlihat dari data pengiriman. Tahun lalu, Tesla mencatat pengiriman global 1,6 juta unit untuk Model 3 dan Model Y.

Pada periode yang sama, total pengiriman gabungan Model S, Model X, Cybertruck, dan Semi hanya mencapai 50.580 unit. Jarak yang sangat lebar ini menunjukkan betapa dominannya model volume tinggi dibandingkan produk premium lama Tesla.

Akhir dari dua model ikonik

Model S pertama kali diperkenalkan pada 2012. Mobil ini beberapa kali menerima pembaruan, tetapi secara umum desain dan sosok dasarnya tetap mirip dengan unit yang pertama kali diperkenalkan sekitar 14 tahun lalu.

Dalam sejarah Tesla, Model S menjadi salah satu model yang membantu membentuk citra merek sebagai produsen mobil listrik berperforma tinggi. Mobil ini dikenal modern, mewah, nyaman, dan punya jarak tempuh yang jauh.

Sementara itu, Model X mulai diproduksi pada 2015. SUV listrik mewah ini cepat dikenal berkat pintu Falcon yang khas, kabin lega, kepraktisan, dan kemampuan jelajah yang panjang.

Model X juga memperluas daya tarik Tesla ke segmen SUV premium. Namun seperti Model S, usianya yang semakin panjang tanpa perubahan mendasar membuat daya saingnya perlahan menurun di tengah portofolio Tesla yang terus berubah.

Penghentian produksi keduanya sekaligus menutup satu era penting dalam perjalanan perusahaan. Model S dan Model X bukan hanya produk, tetapi juga bagian dari fase ketika Tesla membangun reputasi globalnya lewat kendaraan listrik kelas atas.

Kini fokus perusahaan terlihat semakin bergeser ke model dengan volume besar dan ke pengembangan teknologi baru. Fremont pun tidak lagi hanya menjadi pusat produksi mobil, tetapi juga bagian dari transisi Tesla menuju robotika dan perangkat lunak otonom.

Meski jalur produksi telah dihentikan, jejak Model S dan Model X tetap kuat dalam sejarah merek tersebut. Di pasar, keduanya akan dikenang sebagai dua model yang membantu membuka jalan sebelum dominasi Model 3 dan Model Y mengambil alih panggung utama.

Source: kabaroto.com
Exit mobile version