BYD Bawa Denza Tembus 500 Ribu Unit, Restructuring Justru Jadi Mesin Pertumbuhan

Restrukturisasi Denza justru menjadi titik balik penting bagi BYD. Merek premium itu kini menembus produksi 500 ribu unit global setelah kendali penuh perusahaan beralih ke tangan BYD.

Pencapaian tersebut datang dari Denza N9 Flash Charging Edition, unit ke-500.000 yang keluar dari jalur produksi menjelang peringatan 16 tahun Denza. Lonjakan ini memperlihatkan bagaimana perubahan struktur kepemilikan ikut mengubah arah bisnis sub-merek premium tersebut.

Denza bermula pada 2010 sebagai usaha patungan antara BYD dan Daimler AG, yang kini dikenal sebagai Mercedes-Benz Group. Kolaborasi itu dirancang untuk menggabungkan teknologi kendaraan listrik BYD dengan pengalaman otomotif Daimler.

Namun, arah kerja sama itu berubah ketika Mercedes mulai mengurangi kepemilikannya pada 2021. Penjualan yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi pasar membuat pabrikan Jerman itu terus melepas sahamnya, hingga pada 2024 seluruh sisa kepemilikan berpindah ke BYD.

Sejak restrukturisasi dimulai, performa Denza bergerak naik tajam. Data China EV Datatracker menunjukkan penjualan domestik Denza meningkat dua kali lipat pada 2022, lalu melonjak hampir 1.200 persen secara tahunan pada 2023.

Laporan yang sama juga menyebut mayoritas dari total 500 ribu unit Denza diproduksi setelah restrukturisasi pada 2021. Artinya, fase pertumbuhan tercepat merek ini terjadi justru setelah BYD mengambil kendali lebih besar.

Portofolio Denza di China dan pasar luar negeri

Di pasar China, Denza kini memiliki enam model utama. Jajaran itu terdiri dari SUV N7, N8L, dan N9, MPV D9, sedan Z9, serta shooting brake Z9 GT.

BYD juga mulai memperluas nama Denza ke luar China. Salah satu langkahnya adalah peluncuran Z9 GT di Eropa dengan harga mulai 115 ribu euro atau sekitar 134 ribu dolar Amerika Serikat.

Selain Z9 GT, BYD berencana membawa model Bao 5 dan Bao 8 dari sub-merek Fangchengbao ke pasar luar negeri dengan nama Denza B5 dan Denza B8. Langkah ini menunjukkan strategi BYD untuk memakai Denza sebagai payung merek premium di pasar internasional.

Dorongan teknologi fast charging

Di dalam negeri, Denza juga menambah fokus pada kendaraan berbasis teknologi fast charging. Pembaruan fitur Flash Charging untuk Denza N9 dijadwalkan meluncur pada 18 Mei 2026.

Model tersebut dibangun di atas platform e3 milik BYD dan memakai sistem bantuan mengemudi God’s Eye 5.0 serta suspensi aktif DiSus-A. Pra-penjualan Denza N9 Flash Charging Edition sendiri sudah dimulai dengan kisaran harga 450 ribu yuan hingga 500 ribu yuan, atau sekitar 66.200 dolar AS hingga 73.500 dolar AS.

Kombinasi antara restrukturisasi, perluasan model, dan dorongan teknologi baru membuat Denza bergerak lebih agresif di segmen premium. Dari merek hasil patungan, Denza kini tampil sebagai salah satu aset strategis BYD dalam pasar kendaraan listrik kelas atas.

Terkait