Di Tengah Polarisasi, Bamsoet Dorong Brotherhood Bikers Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Bambang Soesatyo menekankan bahwa komunitas otomotif tidak lagi sekadar wadah hobi berkendara, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan sosial yang bisa membantu menjaga persatuan bangsa. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri perayaan HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta.

Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, serta menguatnya sekat identitas di masyarakat, Bamsoet menilai semangat brotherhood dalam komunitas motor besar punya arti yang lebih luas. Menurutnya, ruang kebersamaan seperti ini dapat menjadi perekat sosial yang dibutuhkan Indonesia.

Bamsoet hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan MBI. Ia menyebut komunitas otomotif kini mempertemukan banyak latar belakang profesi, budaya, usia, dan daerah dalam satu semangat persaudaraan.

Menurut Bamsoet, komunitas otomotif saat ini mampu menghadirkan ruang interaksi yang lebih cair di tengah masyarakat yang semakin mudah terbelah akibat politik identitas dan perang opini di media sosial. Dalam kegiatan komunitas, anggota datang dari beragam suku, agama, dan daerah, lalu membangun hubungan sosial yang setara lewat aktivitas bersama.

Ia menyebut semangat brotherhood, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang tumbuh di dalam komunitas sebagai modal penting bagi kehidupan kebangsaan. Karena itu, keberadaan komunitas otomotif dinilai memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar mempererat hubungan antarbiker.

Touring Dinilai Harus Punya Dampak Sosial

Bamsoet menegaskan bahwa touring tidak seharusnya lagi dimaknai hanya sebagai konvoi. Ia mendorong agar kegiatan touring diarahkan menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pandangan itu sejalan dengan semakin banyaknya kegiatan touring kebangsaan, bakti sosial, donor darah, hingga kolaborasi komunitas lintas daerah yang digelar sepanjang 2025 oleh berbagai organisasi otomotif nasional. Aktivitas tersebut menunjukkan pergeseran peran komunitas dari sekadar kelompok hobi menjadi bagian dari jejaring sosial yang aktif.

Data Asosiasi Automotif Indonesia juga menunjukkan lebih dari 60% anggota komunitas otomotif aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Angka itu, menurut Bamsoet, menandakan bahwa komunitas otomotif telah bergerak melampaui batas tradisionalnya sebagai komunitas penggemar kendaraan.

Ia menilai semangat kebangsaan justru tumbuh nyata saat komunitas motor terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan. Contohnya terlihat ketika komunitas turun membantu korban bencana, menggelar donor darah, dan membangun solidaritas lintas daerah.

Menjaga Keseimbangan Identitas dan Tanggung Jawab Sosial

Di sisi lain, Bamsoet menilai tantangan terbesar komunitas otomotif saat ini adalah menjaga keseimbangan antara identitas komunitas dan tanggung jawab sosial. Ia mengingatkan agar semangat persaudaraan tidak berhenti di lingkungan internal komunitas saja.

Menurutnya, brotherhood harus diperluas menjadi solidaritas sosial yang menyentuh masyarakat luas. Dengan cara itu, komunitas otomotif dapat berperan sebagai salah satu ruang persaudaraan yang mampu melampaui perbedaan politik, agama, dan status sosial.

Bamsoet juga mendorong agar berbagai agenda komunitas diarahkan pada aksi kemanusiaan dan penguatan nilai kebangsaan. Bentuknya dapat berupa donor darah, bantuan sosial untuk masyarakat kecil, hingga promosi budaya lokal dalam kegiatan touring nasional.

Arah itu dinilai penting karena komunitas otomotif memiliki daya jangkau sosial yang luas. Jaringan antaranggota yang tersebar di banyak daerah membuat komunitas ini berpotensi menjadi penghubung antarkelompok masyarakat yang berbeda latar belakang.

Peran Komunitas Motor Besar dalam Ruang Sosial Baru

Dalam pandangan Bamsoet, komunitas otomotif saat ini telah menjadi ruang sosial baru. Di dalamnya, orang dari profesi, usia, budaya, dan daerah yang berbeda bisa bertemu tanpa sekat yang kaku, lalu membangun rasa kebersamaan lewat pengalaman bersama.

Kondisi tersebut dinilai relevan dengan tantangan sosial saat ini, ketika ruang publik sering dipenuhi pertentangan dan polarisasi. Komunitas yang bertumpu pada aktivitas bersama dan etika saling menghormati dianggap mampu menghadirkan contoh interaksi yang lebih sehat.

Perayaan HUT ke-8 MBI pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran itu. Bagi Bamsoet, komunitas motor besar dapat menjadi teladan dalam solidaritas sosial bila mampu menjadikan persaudaraan internal sebagai energi untuk memberi manfaat ke masyarakat.

Ia menekankan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang persaudaraan yang bisa melampaui perbedaan. Dalam konteks itu, para bikers dinilai tidak hanya membawa identitas komunitas, tetapi juga peluang untuk ikut menjaga persatuan Indonesia melalui aksi sosial yang nyata.

Source: oto.detik.com
Exit mobile version