XPeng resmi meluncurkan GX hari ini, 20 Mei 2026, dan langkah ini langsung menempatkan SUV listrik tersebut sebagai model paling mahal yang pernah dibuat perusahaan. Posisinya bahkan berada di atas X9, sehingga GX menjadi penanda baru ambisi XPeng di segmen premium.
Mobil ini tidak hanya menonjol karena harga dan status flagship. XPeng GX juga dibawa dengan paket teknologi yang lebih agresif, mulai dari kemampuan semi otonom, chip AI internal, hingga opsi penggerak yang dirancang lebih fleksibel untuk pemakaian harian dan perjalanan jarak jauh.
SUV listrik full-size untuk pasar premium
XPeng GX hadir sebagai SUV listrik full-size yang menyasar konsumen premium global. Dimensinya mencakup panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm.
Ukuran besar itu membuat tampilannya masuk ke kelas SUV mewah yang langsung memancing perbandingan dengan model premium bergaya Range Rover. Di saat yang sama, XPeng mencoba menguatkan identitas GX sebagai produk unggulan yang tidak hanya besar, tetapi juga penuh teknologi.
Dua opsi penggerak untuk kebutuhan berbeda
XPeng menawarkan dua pilihan sistem penggerak pada GX. Opsi pertama adalah battery electric vehicle atau BEV bagi pengguna yang ingin mobil listrik murni.
Opsi kedua adalah extended range electric vehicle atau EREV untuk konsumen yang butuh jarak tempuh lebih panjang. Pendekatan ini relevan dengan pasar kendaraan listrik yang masih menuntut fleksibilitas, terutama bagi pengguna yang belum sepenuhnya bergantung pada infrastruktur charging station.
Teknologi jadi nilai jual utama
Daya tarik terbesar XPeng GX ada pada teknologinya. SUV ini menggunakan platform terbaru SEPA 3.0 atau Smart Electric Platform Architecture milik XPeng.
Platform tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung teknologi berkendara otonom generasi baru. XPeng juga menyebut GX mendukung autonomous driving hingga level 4 dalam kondisi tertentu.
Level itu berarti mobil dapat berjalan sendiri pada situasi tertentu tanpa harus terus dikendalikan penuh oleh pengemudi. Namun, kemampuan tersebut tetap bergantung pada kondisi penggunaan yang sesuai.
Kabin futuristis dengan AI internal
Di bagian interior, XPeng GX mengusung kabin modern dengan nuansa futuristis khas mobil listrik premium asal Tiongkok. Fokus utamanya ada pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih cerdas.
XPeng membekali GX dengan tiga chip AI Turing hasil pengembangan internal. Chip ini mampu memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan kompleks.
Selain itu, ada teknologi Vision-Language-Action atau VLA yang membuat interaksi antara pengemudi dan kendaraan terasa lebih natural. Sistem ini dapat memahami perintah suara, membaca kondisi sekitar, dan merespons situasi dengan lebih pintar.
Antusiasme pasar sudah terbentuk lebih dulu
Minat terhadap XPeng GX sebenarnya sudah muncul sejak pre-order dibuka pada 15 April 2026. Harga awalnya mencapai sekitar 399.800 yuan atau setara Rp1 miliaran.
Dengan status sebagai model termahal XPeng, desain SUV besar, serta kombinasi BEV dan EREV, GX masuk ke pasar dengan posisi yang cukup kuat. Peluncuran hari ini juga memperlihatkan upaya XPeng memperkuat pijakan di tengah persaingan mobil listrik premium yang makin sengit.
Source: moladin.com