Xpeng GX langsung mencuri perhatian pasar sejak meluncur. Dalam 12 jam pertama, SUV flagship baru ini mengantongi 24.863 pesanan pasti, sinyal awal yang kuat bagi model yang jadi andalan baru Xpeng di segmen keluarga menengah ke atas.
Lonjakan permintaan itu juga menunjukkan strategi harga agresif Xpeng bekerja sesuai target. Dari total pesanan awal, lebih dari 80% berasal dari trim Ultra Flagship, menurut Chairman dan CEO Xpeng He Xiaopeng di Weibo.
Harga awal jauh di bawah pra-penjualan
GX adalah SUV besar berkapasitas enam penumpang yang tersedia dalam opsi battery electric vehicle atau BEV dan extended-range electric vehicle atau EREV. Harga mulai waktu terbatas dipatok 269.800 yuan, setara sekitar $39.720 dengan kurs yang disertakan perusahaan.
Harga aktual itu jauh lebih rendah dibanding harga pra-penjualan 399.800 yuan yang diumumkan sebulan sebelumnya. Angka pra-penjualan tersebut berada di level yang sejalan dengan harga 406.800 yuan untuk SUV flagship ES8 milik merek utama Nio.
Meski begitu, harga final GX lebih dekat ke model mass-market sub-brand Nio, Onvo L90, yang dibuka dari 265.800 yuan. Posisi harga ini memperlihatkan upaya Xpeng untuk masuk lebih dalam ke pasar keluarga kelas menengah hingga premium.
Teknologi jadi senjata utama
Selain harga, Xpeng menonjolkan teknologi sebagai nilai jual utama GX. Model ini dibangun dengan standar autonomous driving L4 dan memakai strategi alokasi daya komputasi yang fleksibel, tergantung varian.
Setiap versi dilengkapi satu hingga tiga chip Turing AI buatan Xpeng sendiri. Varian tertinggi menawarkan daya komputasi 2.250 TOPS untuk smart driving dan mendukung solusi autonomous driving pure-vision tanpa LiDAR.
Kombinasi ukuran besar dan teknologi itu membuat sejumlah analis melihat GX punya peluang penjualan yang solid. Tim yang dipimpin analis Deutsche Bank Wang Bin memperkirakan penjualan bulanan GX bisa mencapai 5.000 unit.
Target penting di tengah tekanan penjualan
GX menjadi salah satu langkah utama Xpeng untuk mendongkrak penjualan tahun ini. Antara Januari dan April, Xpeng mengirim 93.693 kendaraan, turun 27,40% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di luar pasar domestik China, Xpeng juga menyiapkan peluncuran GX di Timur Tengah dalam waktu dekat. Rencana ekspansi itu memberi ruang tambahan bagi model anyar ini untuk menjadi kontributor pertumbuhan baru bagi produsen kendaraan listrik tersebut.
Fakta bahwa lebih dari 80% pesanan awal datang dari varian Ultra Flagship juga memberi petunjuk penting tentang perilaku pembeli. Permintaan tersebut menunjukkan pasar merespons kuat paket teknologi dan positioning harga GX sejak hari pertama peluncuran.
Source: cnevpost.com