Bajaj Auto mulai menarik perhatian pasar motor adventure global lewat rencana peluncuran sub-brand baru yang dijadwalkan hadir pada 2026. Bocoran yang beredar membuat proyek ini jadi sorotan karena Bajaj disebut menyiapkan motor petualang berkapasitas 125cc hingga 250cc dengan gaya yang mengarah ke reli Dakar.
Langkah ini penting karena Bajaj ingin memperkuat posisi di segmen roda dua kelas ringan hingga menengah yang sedang tumbuh pesat. Di saat konsumen makin mencari motor serbaguna untuk harian sekaligus touring, arah produk baru Bajaj terlihat dibangun untuk mengisi celah itu.
Sub-brand baru untuk pasar yang sedang tumbuh
Rajiv Bajaj, Managing Director Bajaj Auto, telah menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan delapan model baru. Salah satu yang paling menarik adalah lini motor adventure khusus yang akan menjadi identitas baru di luar keluarga produk yang sudah dikenal luas.
Selama ini Bajaj sukses lewat Pulsar dan Dominar di segmen sport dan touring. Namun di kelas adventure murni, Bajaj belum punya produk entry-level dan menengah yang benar-benar kuat, sehingga identitas baru ini dianggap penting untuk memperjelas posisi produk.
Nama Trekker mulai muncul
Bocoran paling menyita perhatian datang dari nama “Bajaj Trekker” yang muncul dalam dokumen paten terbaru di India. Nama itu disebut sudah didaftarkan sebagai merek dagang resmi dan berstatus accepted oleh otoritas kekayaan intelektual India.
Nama Trekker terasa selaras dengan karakter motor adventure yang identik dengan perjalanan jauh, eksplorasi, dan lintasan beragam medan. Karena itu, banyak pengamat otomotif global meyakini nama ini bisa menjadi identitas utama lini motor adventure Bajaj generasi baru.
Arah desain mengacu ke motor reli modern
Berdasarkan uji jalan dan laporan media otomotif internasional, desain motor adventure baru Bajaj mulai terlihat mengarah ke gaya reli modern. Karakternya disebut agresif dan tangguh, dengan tampilan yang lebih macho dibanding lini Pulsar biasa.
Sejumlah ciri yang diprediksi hadir antara lain windshield tinggi, lampu depan LED bergaya protektif, moncong bebek khas motor adventure, setang ergonomis, ground clearance tinggi, dan suspensi travel panjang. Kombinasi ini membuat motor tersebut diproyeksikan nyaman untuk perjalanan jauh sekaligus siap menghadapi jalan rusak.
Mesin disiapkan untuk torsi, bukan sekadar tenaga
Untuk sektor performa, Bajaj diperkirakan memanfaatkan basis mesin dari keluarga Pulsar N-Series yang sudah dikenal tangguh dan efisien. Kubikasi yang disiapkan disebut berada di rentang 125cc hingga 250cc, tetapi karakter mesinnya akan disesuaikan untuk kebutuhan adventure touring.
Fokus utamanya bukan tenaga puncak tinggi, melainkan torsi kuat di putaran bawah hingga menengah. Karakter seperti ini penting untuk motor adventure ringan karena harus sanggup menghadapi tanjakan, jalan berbatu, dan perjalanan jarak jauh dengan nyaman.
Motor ini juga diprediksi menggunakan velg jari-jari atau alloy khusus adventure yang lebih kuat untuk menghadapi kondisi jalan buruk. Jika benar hadir seperti itu, Trekker akan masuk ke kelas motor yang menekankan fungsi serbaguna tanpa meninggalkan kesan petualang.
Modal pengalaman dari KTM dan Triumph
Bajaj punya bekal yang tidak dimiliki banyak pesaingnya, yaitu pengalaman bekerja sama dengan pabrikan motor Eropa. Saat ini Bajaj merupakan salah satu pemegang saham besar di KTM dan menjadi mitra produksi untuk model global seperti lini Duke dan Adventure.
Selain itu, Bajaj juga menjalin kolaborasi strategis dengan Triumph Motorcycles untuk pengembangan motor modern berbasis platform baru. Pengalaman ini memberi peluang bagi Bajaj menghadirkan motor adventure berkualitas tinggi dengan harga yang tetap kompetitif.
Persaingan kelas adventure ringan makin padat
Masuknya sub-brand adventure Bajaj diperkirakan bakal membuat kelas ADV entry-level semakin sengit. Pasar sudah diisi banyak model adventure ringan dari berbagai pabrikan, sehingga konsumen kini punya lebih banyak pilihan motor touring dan dual-purpose dengan harga yang makin bersaing.
Nama seperti TVS Apache RTX 300 juga mulai ramai diperbincangkan sebagai calon penantang baru di kelas ini. Jika Bajaj benar-benar meluncurkan Trekker 125 hingga 250cc dengan harga agresif, motor ini berpotensi langsung mencuri perhatian di segmen tersebut.
Peluang masuk Indonesia tetap terbuka
Meski belum ada konfirmasi resmi untuk pasar Indonesia, peluang hadirnya motor adventure Bajaj tetap terbuka. Pasar roda dua Tanah Air menunjukkan minat yang terus meningkat terhadap motor bergaya adventure dan touring ringan.
Konsumen muda kini mencari motor yang nyaman dipakai harian tetapi juga siap diajak perjalanan jauh dan touring. Bila Bajaj mampu menghadirkan desain tangguh, fitur modern, dan harga kompetitif, motor adventure barunya berpeluang menarik perhatian pecinta touring di Indonesia.
