Erajaya Active Lifestyle mulai menyerahkan 100 unit Xpeng G6 kepada para pembeli pertama di Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/5/2026). Pengiriman perdana ini sekaligus menandai masuknya mobil listrik coupe SUV tersebut ke garasi konsumen di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi Xpeng di pasar nasional karena unit yang diserahkan merupakan distribusi resmi pertama untuk konsumen. Bagi Erajaya Active Lifestyle, seremoni ini juga menjadi cara memperkuat kedekatan dengan pelanggan yang sudah memilih merek tersebut sebagai bagian dari mobilitas masa depan.
Dorong pengalaman premium
CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto menegaskan bahwa penyerahan unit bukan sekadar soal jumlah kendaraan yang dilepas ke konsumen. Ia menyebut momen ini sebagai refleksi kepercayaan pelanggan terhadap Xpeng sekaligus komitmen perusahaan menghadirkan pengalaman premium secara menyeluruh.
Djohan juga mengatakan perusahaan ingin pelanggan merasakan layanan end to end, mulai dari inovasi teknologi hingga aftersales. Pendekatan itu menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna di Indonesia.
Posisi Xpeng G6 di pasar
Xpeng G6 dikenal sebagai model termurah dari pabrikan tersebut dan pertama kali diperkenalkan di pasar Indonesia pada tahun lalu. Mobil ini hadir dengan konsep mobil pintar berdesain futuristik yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Secara ukuran, Xpeng G6 disebut bersaing langsung dengan Tesla Model Y. Dimensinya mencatat panjang 4.753 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.650 mm, dengan koefisien seret udara 0.248 Cd.
Spesifikasi dan jarak tempuh
Untuk performa, Xpeng G6 mengandalkan motor listrik RWD Standard Range dengan tenaga 190 kW dan torsi 440 Nm. Daya tersebut disuplai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 66 kWh.
Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 435 km dalam sekali pengisian daya. Di Indonesia, Xpeng G6 dipasarkan dengan harga kisaran Rp 600 jutaan berstatus on the road Jakarta.
Pengiriman 100 unit perdana ini memberi sinyal awal bahwa Xpeng mulai membangun pijakan lebih serius di pasar mobil listrik nasional. Di saat persaingan kendaraan listrik semakin ketat, kehadiran unit di tangan konsumen menjadi fase penting untuk menguji respons pasar terhadap desain, teknologi, dan pengalaman kepemilikan yang ditawarkan.







