Mercedes-AMG resmi meluncurkan GT 4-Door generasi kedua dalam debut dunia yang menandai perubahan besar pada lini performanya. Model ini kini sepenuhnya menjadi mobil listrik murni dan langsung hadir dengan performa ekstrem hingga 1.169 PS.
Perubahan paling mencolok ada pada basis teknologinya yang kini memakai platform AMG.EA. Langkah ini juga menutup era GT 4-Door yang sebelumnya masih mengandalkan mesin pembakaran internal sejak model pertama meluncur lebih dari delapan tahun lalu.
Mercedes-AMG menyiapkan dua varian untuk model baru ini, yakni GT55 dan GT63. Keduanya sama-sama menggunakan tiga motor listrik dan sistem penggerak semua roda AMG Performance 4Matic+.
Performa jadi sorotan utama
Varian GT55 menawarkan tenaga puncak 816 PS dengan torsi 1.800 Nm. Tenaga kontinu pada versi ini berada di angka 510 PS.
Akselerasi 0-100 km/jam pada GT55 diklaim hanya 2,8 detik. Lalu 0-200 km/jam dapat dicapai dalam 9 detik, sementara kecepatan maksimalnya menyentuh 300 km/jam dengan paket opsional Drivers Package.
Di atasnya, GT63 tampil jauh lebih buas dengan tenaga maksimum 1.169 PS dan torsi 2.000 Nm. Tenaga kontinu varian ini mencapai 721 PS.
Catatan performanya pun lebih impresif. GT63 mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 2,4 detik dan 0-200 km/jam dalam 6,8 detik, dengan kecepatan puncak dibatasi di 300 km/jam.
Mercedes-AMG menjelaskan bahwa tenaga maksimal tersebut hanya tersedia ketika mode AMG Launch Control aktif. Selain itu, pengemudi masih bisa memicu tambahan tenaga instan lewat kedua paddle shift di setir saat mode Comfort, Sport, atau Sport+ digunakan.
Tambahan boost pada GT63 mencapai 150 PS selama maksimal 63 detik. Sementara GT55 mendapat ekstra 68 PS selama maksimal 55 detik.
Jarak tempuh dan pengisian sangat cepat
Di balik performa buas itu, Mercedes-AMG membekali mobil ini dengan baterai berkapasitas 106 kWh. Kapasitas tersebut memungkinkan kombinasi performa tinggi dan jarak tempuh yang tetap kompetitif.
Untuk GT55, jarak tempuhnya diklaim berada di kisaran 597 hingga 700 km berdasarkan standar WLTP. GT63 mencatat angka 596 hingga 696 km menurut standar yang sama.
Kemampuan pengisian dayanya juga menjadi salah satu daya tarik besar. Pengisian AC mendukung hingga 11 kW, sedangkan pengisian cepat DC mendukung sampai 600 kW.
Dengan arsitektur itu, baterai bisa terisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 11 menit. Bahkan dalam 10 menit pertama, mobil ini diklaim sudah bisa menambah jarak tempuh hingga 460 km.
Desain futuristis dan cukup kontroversial
Secara tampilan, bahasa desain Concept AMG GT XX masih sangat kuat pada versi produksi ini. Siluet fastback, kap mesin rendah, kaca depan yang landai, dan handle pintu rata bodi menjadi elemen kunci identitasnya.
Bagian belakangnya juga dibuat sangat khas. Mercedes-AMG memasang enam lampu belakang berbentuk melingkar, diffuser belakang terintegrasi, dan spoiler aktif untuk mendukung aerodinamika.
Di bagian depan, sistem Airpanel ikut berperan mengatur aliran udara sesuai kebutuhan pendinginan. Sistem ini bekerja melalui kisi-kisi vertikal yang tersembunyi di balik intake udara depan.
Dimensi mobil ini menegaskan karakter grand tourer berukuran besar. Panjangnya 5.094 mm, lebar 1.959 mm, tinggi 1.411 mm, dengan wheelbase mencapai 3.040 mm.
Kabin digital dan fokus ke pengemudi
Masuk ke dalam, nuansa futuristis langsung terasa lewat cockpit yang berorientasi pada pengemudi. Panel instrumen digital 10,2 inci dipadukan dengan layar infotainment 14 inci yang mengarah ke pengemudi.
Penumpang depan juga mendapat layar 14 inci tersendiri. Tata letak ini menegaskan bahwa GT 4-Door terbaru tidak hanya mengejar performa, tetapi juga pengalaman kabin yang lebih digital dan personal.
Mercedes-AMG juga memberi perhatian pada karakter suara kendaraan. Pengemudi dapat memilih suara kendaraan melalui mode Powerful, Balanced, dan Minimal, dengan nuansa mulai dari Classic hingga Futuristic.
Bagi pengguna yang merindukan sensasi suara V8 AMG, tersedia fitur AMGForce S+. Sistem ini mensimulasikan suara mesin GT R menggunakan lebih dari 1.600 sampel audio berbeda secara real-time.
Fitur pendukung dinamika berkendara
Untuk membantu kelincahan, mobil ini dibekali rear-wheel steering hingga enam derajat pada kecepatan di bawah 80 km/jam. Sistem tersebut dibuat lebih responsif saat mode Sport+ aktif.
Teknologi itu juga mendukung kemudahan manuver saat parkir. Mercedes-AMG menyebut fitur ini terintegrasi dengan parkir otomatis dan Remote Parking.
Kehadiran GT55 dan GT63 menunjukkan bahwa Mercedes-AMG tidak sekadar mengalihkan GT 4-Door ke tenaga listrik. Pabrikan Jerman itu justru mendorong model ini ke level performa baru, dengan kombinasi tenaga sangat besar, pengisian ultra cepat, dan identitas desain yang dibuat berbeda dari pendahulunya.
Source: otodriver.com






