Camaro Z28 1974 Ditemukan Di Dasar Danau, Misteri Asalnya Makin Dalam

Sebuah Camaro Z28 1974 yang langka muncul dari dasar Sebago Lake di Maine dan langsung memunculkan pertanyaan baru yang belum terjawab. Mobil otot itu ditemukan hampir 55 kaki di bawah permukaan air, dalam kondisi rusak berat tetapi masih cukup utuh untuk dikenali.

Temuan ini menambah lapisan misteri pada kasus yang sudah menarik perhatian penyidik dan penggemar mobil klasik. Yang paling membuat heboh adalah posisi mobil itu, karena Chevrolet Camaro tersebut ditemukan di danau, bukan di jalan atau di area bangkai kendaraan biasa.

Jason Smith, seorang operator drone yang juga penjelajah bawah air, menemukan mobil itu saat menyisir Sebago Lake dengan drone bawah air yang dikendalikan dari jarak jauh. Ia disebut kembali ke lokasi setelah sebelumnya menemukan sebuah snowmobile, lalu melihat bayangan aneh di bawah air sebelum mendekat dan mengenali bentuk Camaro generasi kedua.

Mobil tanpa pelat, jendela terbuka, dan jejak tenda tua

Saat ditemukan, Camaro itu tidak memiliki pelat nomor. Jendelanya juga dalam keadaan terbuka, sementara barang yang tersisa di dalam mobil hanya berupa sisa-sisa tenda tua.

Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi mobil itu melalui sebagian nomor VIN yang masih bisa dibaca di bodi yang sudah sangat rusak. Setelah identifikasi awal itu, Kantor Sheriff Cumberland County membuka penyelidikan untuk menelusuri sejarah kendaraan tersebut.

Mobil ini ditemukan di bagian danau yang dalam dan dikenal sebagai “The Notch”, area di antara Frye Island dan daratan utama. Menurut penyidik setempat, mobil berada tegak di atas bannya meski diduga sudah berada di bawah air selama puluhan tahun.

Mengapa dugaan kecelakaan dari feri ditolak

Spekulasi awal di internet sempat mengarah ke kemungkinan mobil jatuh dari feri Frye Island yang melintasi Sebago Lake. Namun, penyidik dan operator feri menolak teori itu karena insiden seperti itu dinilai akan menimbulkan catatan resmi dan perhatian besar di masyarakat setempat pada masa itu.

Sebaliknya, otoritas kini menilai mobil itu kemungkinan besar masuk ke danau setelah jatuh menembus es pada musim dingin, saat kondisi cuaca jauh lebih keras. Penyidik juga menilai lokasi penemuan terlalu jauh dari bibir pantai untuk sekadar mobil yang tergelincir dari jalan atau ramp perahu.

Waktu pasti kapan Camaro itu tenggelam masih belum diketahui. Detektif menyebut air tawar yang dingin di danau mungkin membantu mempertahankan sebagian struktur kendaraan, meski karat dan kerusakan fisik sudah sangat parah.

Nilai sejarah dari Camaro Z28 1974

Petugas akhirnya mengidentifikasi kendaraan itu sebagai Camaro Z28 1974 setelah menyusun ulang VIN dari nomor yang masih tampak di mobil yang hancur itu. Model 1974 punya tempat khusus di kalangan penggemar Camaro karena menjadi tahun produksi terakhir Z28 sebelum Chevrolet menghentikan sementara trim tersebut hingga 1977.

Mobil ini awalnya dibekali mesin V8 L82 350 cubic-inch dengan tenaga sekitar 245 horsepower. Di kalangan kolektor, kombinasi sejarah model dan status Z28 membuatnya tetap diburu, apalagi setelah produksi rendah dan bertahun-tahun penyusutan jumlah unit.

Selama proses pengangkatan, beberapa bagian mobil dilaporkan runtuh karena beratnya sendiri setelah bertahun-tahun terendam. Recovery dilakukan dengan bantuan kru salvage dan Maine Warden Service.

Pemilik masih dicari, teori liar terus bermunculan

Misteri terbesar sekarang adalah siapa pemilik Camaro itu dan bagaimana mobil tersebut bisa berakhir di dasar danau. Pihak berwenang masih bekerja bersama Bureau of Motor Vehicles Maine untuk menelusuri catatan kepemilikan yang terkait dengan VIN hasil rekonstruksi.

Sementara penyelidikan berjalan, cerita ini cepat menyebar di situs otomotif dan media sosial. Sebagian penggemar berspekulasi mobil mungkin ditinggalkan setelah kecelakaan, sementara yang lain menduga ada kaitan dengan aktivitas kriminal puluhan tahun lalu, meski penyidik belum mengisyaratkan adanya bukti kejahatan.

Foto-foto recovery menunjukkan mobil itu masih mudah dikenali sebagai Camaro, meski korosi sudah berat dan beberapa bagian bodi hilang. Bagi Jason Smith, penemuan ini juga menjadi pengingat bahwa dasar-dasar danau di Maine masih menyimpan banyak hal tak terduga.

Terkait