Nio kembali menempuh jalur hukum saat gelombang rumor dan serangan reputasi di internet menyasar perusahaan di tengah percepatan peluncuran model baru. Langkah ini datang ketika pabrikan kendaraan listrik asal China itu juga mencatat dua kuartal berturut-turut dalam profitabilitas, sehingga sorotan ke kinerja bisnis dan serangan daring terjadi hampir bersamaan.
Perusahaan menyebut sudah mengumpulkan bukti atas dugaan pelanggaran tersebut dan polisi telah menerima kasusnya. Nio mengatakan akan mengambil tindakan hukum secara tegas untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.
Sasaran serangan: Onvo dan jaringan battery swap
Departemen hukum Nio menyebut serangan terbaru terutama mengarah ke sub-merek Onvo dan jaringan stasiun battery swap milik perusahaan. Salah satu narasi yang disebarkan akun daring adalah klaim palsu bahwa pemeran dalam video promosi Onvo merupakan pemeran utama dari sebuah film terbaru yang banyak menuai ulasan negatif.
Nio mengatakan rumor itu sudah dibantah melalui berbagai saluran, tetapi sejumlah akun tetap menyebarkannya. Salah satu akun yang disebut perusahaan adalah “彼得堡的肥天鹅” atau “Peterburg’s Fat Swan”, yang dinilai terus mendorong opini negatif dan menyerang Nio serta aktor yang terlibat.
Selain itu, akun “鳌头财经” atau “Aotou Caijing” disebut mempublikasikan artikel tentang Nio di berbagai platform dengan mengutip data penjualan yang keliru. Akun tersebut juga dituding memalsukan jumlah kegagalan stasiun battery swap, lalu menyerang jaringan battery swap dan model bisnis multi-merek Nio.
Tekanan datang saat Nio sedang agresif meluncurkan produk
Waktu laporan polisi ini menjadi penting karena Nio sedang menjalankan fase peluncuran produk yang padat. Perusahaan baru saja memperkenalkan SUV lima tempat duduk Onvo L80 dengan harga awal 242.800 yuan termasuk paket baterai.
Di sisi lain, SUV flagship utama Nio ES9 akan resmi meluncur pada 27 Mei dan saat ini sudah dibuka untuk test drive. Pada Shenzhen Auto Show 2026 akhir bulan ini, Onvo juga akan memulai pra-penjualan untuk SUV L60 versi terbaru.
Nio menyebut serangan daring semacam ini merugikan perusahaan secara serius. Dalam pandangan perusahaan, narasi palsu itu tidak hanya merusak citra merek, tetapi juga menyerang dua pilar penting bisnisnya, yakni jaringan battery swap dan strategi multi-merek.
Bukan pertama kali Nio menempuh jalur serupa
Nio sebelumnya juga aktif melawan perundungan siber dan kampanye pencemaran nama baik terhadap mereknya. Tahun lalu, perusahaan bahkan menawarkan hadiah hingga 1 juta yuan untuk publik yang bisa memberi petunjuk tentang serangan daring yang bersifat jahat.
Kasus ini juga menegaskan bahwa perang opini di industri mobil listrik China semakin tajam. Di pasar yang sangat kompetitif itu, produsen lain juga mengambil langkah hukum terhadap serangan serupa, termasuk BYD yang baru-baru ini memenangkan putusan tingkat kedua dalam gugatan terhadap seorang blogger otomotif terkenal.
Dalam putusan tersebut, blogger itu diperintahkan membayar ganti rugi 2 juta yuan karena terus-menerus memalsukan informasi tentang sistem komponen inti BYD. Situasi ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor kendaraan listrik kini tidak hanya berlangsung di showroom dan jalur produksi, tetapi juga di ruang digital tempat reputasi merek bisa diserang secara masif.
Source: cnevpost.com






