Sigra Tak Tergeser, Penjualan Daihatsu Tembus 46 Ribu Unit Di Tengah Serbuan Rival

Penjualan Daihatsu menunjukkan sinyal kuat di tengah pasar yang masih kompetitif. Hingga bulan April lalu, pabrikan asal Jepang itu mencatat 46.953 unit penjualan retail dan menempati posisi kedua merek mobil terlaris di Indonesia untuk periode Januari-April 2026.

Capaian itu juga membuat pangsa pasar Daihatsu mencapai 16,3 persen. Di pasar yang ketat, terutama pada segmen mobil murah, angka tersebut menegaskan posisi Daihatsu sebagai salah satu pemain paling konsisten di kelas entry level.

Sigra Masih Menjadi Tulang Punggung

Kontributor terbesar penjualan Daihatsu tetap datang dari lini LCGC, terutama Sigra. Model 7-seater ini disebut mampu terjual sekitar 5,5 ribu hingga 5,6 ribu unit setiap bulan.

Di sisi lain, Ayla sebagai model 5-seater hanya mencatat sekitar 2 ribu unit per bulan. Selisih sekitar 3.500 unit itu menunjukkan bahwa permintaan terhadap LCGC keluarga masih jauh lebih kuat, terutama untuk Sigra yang menawarkan kapasitas lebih besar.

Sigra juga masih memimpin penjualan di segmen LCGC. Honda Brio Satya sempat unggul pada bulan Januari, tetapi posisi itu tidak bertahan lama dan Sigra kembali ke pola penjualan semula.

Gran Max Menguasai Mobil Niaga

Selain LCGC, Daihatsu juga kuat di segmen mobil niaga lewat Gran Max series. Baik versi pikap maupun minibus masih mencatat penjualan yang memuaskan, dengan pangsa pasar 63,3 persen.

Dominasi itu membuat Gran Max sulit dikejar rival seperti Suzuki Carry dan Mitsubishi L300. Dari seluruh varian, Gran Max Pickup disebut paling laris dibanding versi Minibus atau Blind Van.

Kuatnya penjualan Gran Max berkaitan dengan kebutuhan konsumen yang banyak berasal dari pelaku usaha kecil-menengah hingga perusahaan. Pikap menjadi pilihan karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dan tetap bisa dipakai di medan yang kurang baik, sementara minibus lebih banyak dimanfaatkan sebagai armada atau kendaraan angkutan.

Harga Terjangkau Jadi Kekuatan Utama

Sigra dan Gran Max sama-sama berada di kelompok mobil murah karena dibanderol di bawah Rp 300 jutaan. Bahkan sebagian besar produk Daihatsu disebut dipatok di sekitar Rp 300 juta, sehingga merek ini makin lekat dengan citra mobil entry level.

Posisi itu tampaknya masih relevan di tengah pasar yang tidak menentu. Daihatsu tetap mampu menjaga performa penjualan dari lini produk yang sudah mapan, sekaligus mengamankan basis konsumen yang mencari kendaraan praktis dan terjangkau.

Model Lain Tetap Punya Pasar

Selain dua andalan utama, Terios dan Rocky juga masih menarik minat konsumen. Rocky Hybrid bahkan menjadi salah satu model yang diandalkan sejak tahun lalu, meski modelnya belum bisa dirakit lokal.

Permintaan pada model tersebut disebut cukup tinggi hingga pasokan masih terasa terbatas. Kondisi serupa juga terjadi pada Xenia yang masih diburu meski harus bersaing dengan Toyota Avanza, Veloz, dan Mitsubishi Xpander.

Sirion pun masih dicari di tengah pasar hatchback yang tidak sekuat dulu. Namun, segmen itu sendiri mulai ditinggalkan oleh sejumlah rival, sehingga pergerakan pasarnya semakin terbatas.

Langkah Elektrifikasi Masih Terbatas

Untuk model ramah lingkungan, Daihatsu baru mengandalkan Rocky Hybrid. Pabrikan ini belum memastikan kapan bisa menambah lebih banyak model elektrifikasi di Indonesia.

Mereka masih menimbang permintaan pasar sebelum melangkah lebih jauh. Untuk saat ini, Daihatsu juga belum berani masuk ke pasar mobil listrik, meski segmen itu mulai dilirik konsumen yang mencari kendaraan murah dan efisien.

Source: ridertua.com
Terkait