XPeng GX Diserbu 24.863 Pesanan dalam 12 Jam, Varian Termahal Justru Paling Diburu

Lonjakan minat terhadap XPeng GX langsung terlihat tak lama setelah SUV listrik premium ini diluncurkan. Dalam 12 jam pertama, model flagship tersebut membukukan 24.863 pesanan, sebuah angka yang mempertegas kuatnya pasar untuk SUV listrik mewah tiga baris.

Bukan hanya jumlah pesanannya yang mencuri perhatian, komposisi peminatnya juga memberi sinyal penting. Chairman XPeng He Xiaopeng mengungkapkan varian tertinggi Ultra justru menjadi favorit, dengan kontribusi lebih dari 80 persen dari total pemesanan.

Angka itu menempatkan XPeng GX sebagai salah satu peluncuran produk yang mendapat respons sangat kuat di segmen SUV premium. Minat besar pada varian termahal juga menunjukkan bahwa pembeli tidak sekadar mencari mobil listrik, tetapi paket teknologi dan kemewahan yang lebih lengkap.

XPeng menawarkan GX dalam delapan varian. Rentang harganya dimulai dari 279.800 yuan hingga 359.800 yuan.

SUV besar dengan kabin enam penumpang

Daya tarik XPeng GX tidak lepas dari format bodinya yang besar dan fokus pada kenyamanan kabin. SUV ini memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta wheelbase 3.115 mm.

Dimensi tersebut mendukung konfigurasi kabin enam penumpang dengan tata letak 2+2+2. Susunan kursi seperti ini biasanya ditujukan untuk menghadirkan akses baris kedua dan ketiga yang lebih nyaman, sekaligus memberi nuansa kabin yang lebih eksklusif.

Di dalam kabin, XPeng menempatkan sejumlah fitur premium yang menjadi pembeda utama. Mobil ini dibekali captain seat dengan mode zero gravity, ventilasi, pemanas, serta fungsi pijat 16 titik.

Fokus pada kenyamanan penumpang juga terlihat dari perangkat hiburan dan audionya. XPeng GX membawa layar plafon berukuran 21,4 inci dan sistem audio dengan 33 speaker.

Kombinasi kabin enam kursi, fitur relaksasi, dan perangkat hiburan ini membuat GX diposisikan lebih sebagai SUV keluarga premium daripada sekadar kendaraan listrik berukuran besar. Hal itu sejalan dengan tingginya minat pada varian Ultra yang menawarkan spesifikasi paling lengkap.

Teknologi AI jadi nilai jual utama

Selain kemewahan kabin, XPeng menonjolkan teknologi sebagai pilar utama GX. SUV ini dibekali sistem bantuan berkendara canggih dengan beberapa konfigurasi chip AI Touring.

Kemampuan komputasinya disebut berada pada kisaran 750 TOPS hingga 3.000 TOPS. Angka tertinggi tersebut tersedia pada varian L4 Robo.

Varian itu dipersiapkan sebagai model yang siap menuju teknologi self-driving Level 4. Target pengembangannya disebut mengarah ke paruh kedua 2026.

Penekanan pada AI dan kesiapan menuju Level 4 membuat GX tampil bukan hanya sebagai produk premium, tetapi juga etalase kemampuan teknologi XPeng. Di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin padat, pendekatan ini menjadi nilai jual yang sangat menonjol.

Respons pasar yang tinggi dalam waktu singkat memberi gambaran bahwa strategi tersebut diterima konsumen. Ketika varian teratas mendominasi pemesanan, pasar tampak memberi sinyal bahwa fitur canggih dan kemewahan tetap menjadi faktor penting dalam keputusan membeli.

Harga dan posisi produk

Dengan delapan varian dan rentang harga 279.800 yuan sampai 359.800 yuan, XPeng GX bermain di area SUV listrik premium. Penempatan harga itu selaras dengan paket produk yang dibawa, mulai dari ukuran bodi besar, konfigurasi tiga baris, hingga teknologi bantuan berkendara berbasis AI.

GX juga menempati posisi penting sebagai SUV flagship XPeng. Karena itu, respons awal pasar menjadi indikator yang relevan untuk melihat seberapa kuat merek ini bersaing di kelas atas.

Popularitas varian Ultra memberi catatan tersendiri. Biasanya, model dengan harga tertinggi memiliki volume lebih kecil, tetapi pada GX justru varian inilah yang menjadi pilihan mayoritas pemesan.

Fenomena itu bisa dibaca sebagai perubahan preferensi konsumen di segmen premium. Pembeli tampak lebih siap membayar lebih untuk mendapatkan paket fitur paling lengkap, terutama jika kendaraan tersebut menawarkan kombinasi kemewahan, ruang kabin, dan teknologi terkini.

Untuk pasar Indonesia, XPeng belum berencana membawa GX. Dalam lawatan ke China bersama XPeng, muncul gambaran bahwa SUV bernama XPeng G9 justru diprediksi lebih dulu hadir di Tanah Air ketimbang GX yang baru diluncurkan di China.

Dengan demikian, perhatian terhadap GX untuk saat ini masih terpusat di pasar asalnya. Namun, pencapaian 24.863 pesanan dalam 12 jam sudah cukup menjadi sinyal bahwa SUV listrik mewah dengan pendekatan AI dan kabin sangat premium masih memiliki daya tarik besar di pasar.

Source: otodriver.com
Terkait