BMW Vision Alpina Dipanjangkan Jadi Shooting Brake, Bentley Bisa Tergusur

BMW mengguncang panggung Concorso d’Eleganza Villa d’Este lewat Vision Alpina GT coupe, dan konsep itu langsung memicu pertanyaan yang lebih besar tentang arah baru Alpina. Dari studio desain, mobil ini kemudian “dipanjangkan” menjadi shooting brake untuk membaca seberapa jauh merek tersebut bisa mendorong kemewahan performa tanpa kehilangan identitasnya.

Langkah itu terasa relevan karena Alpina selama ini dikenal lewat kemewahan yang tenang dan tenaga besar yang tidak diumbar. Kini, arah baru BMW memberi ruang yang jauh lebih luas untuk produk bespoke, sekaligus membuka peluang Alpina untuk bertarung di wilayah Bentley dan Aston Martin.

Proporsi yang sengaja dibuat lebih dramatis

Basis konsep coupe ini sudah besar, dengan panjang 204,7 inci atau 5.200 mm. Versi hasil pengembangan visual dibuat lebih panjang lagi agar proporsinya lebih kuat, posturnya lebih tegas, dan kabin kacanya tampak lebih memanjang.

Elemen terbaik dari mobil asalnya tetap dipertahankan. Bagian depan dengan gril ginjal yang condong ke depan dan kap mesin yang terpahat masih terlihat, lalu detail krom ditambahkan untuk menegaskan arah kemewahan.

Di bagian belakang, lampu horizontal tipis tetap dipakai. Pintu bagasi juga dibayangkan memakai mekanisme buka terpisah ala Range Rover, sementara fender belakang dibuat lebih berotot dengan garis bahu yang lebih tegas.

Dari coupe mewah menjadi wagon berkarakter grand tourer

Perubahan paling besar ada pada atap belakang. Garis atap dibuat menurun untuk membentuk siluet shooting brake, sehingga mobil terasa lebih panjang, lebih rendah, dan lebih eksklusif dibanding wagon biasa.

Pendekatan itu juga memberi kesan praktis tanpa mengorbankan aura prestisius. Hasilnya bukan sekadar mobil keluarga bergaya, melainkan interpretasi grand tourer yang bisa membawa fungsi lebih banyak.

BMW sendiri menempatkan Vision Alpina di atas fondasi 8-Series Gran Coupe yang sudah dihentikan produksinya, menurut penjelasan kepala desain Adrian van Hooydonk. Meski spesifikasi resminya belum dibuka, versi produksi sangat mungkin memakai mesin V8 twin-turbo 4,4 liter yang ditingkatkan dari M5.

Masih ada elektrifikasi, tapi bukan sepenuhnya listrik

Konsep ini tidak mengikuti tren full electric. BMW justru memilih V8 besar, lalu kemungkinan mempertahankan sistem plug-in hybrid agar tenaga tetap brutal namun tetap memiliki sisi efisiensi.

Pada M5, paket itu menghasilkan setidaknya 727 hp atau 535 kW serta torsi 1000 Nm, dengan tenaga disalurkan ke keempat roda. Baterai 18,6 kWh di mobil tersebut memberi jarak listrik sekitar 25 mil atau 40 km, dan bentuk Alpina yang lebih licin diperkirakan bisa membantu angka itu.

Kemewahan kabin dibuat lebih fungsional

Peningkatan dimensi tidak hanya untuk tampilan. Ruang ekstra itu membuat konsep ini lebih masuk akal sebagai pembawa barang, dengan konfigurasi lima kursi dan bagasi berlapis kulit.

Ruang kargo yang diidealkan melampaui 21 kaki kubik atau 600 liter. Di dalamnya juga dibayangkan ada kait krom, pengikat barang, dan soket daya untuk mendukung perjalanan jarak jauh.

Bagian dashboard mendapat revisi BMW Panoramic iDrive, dengan layar tengah yang kini simetris. Layar dari pilar ke pilar tetap melintang, tetapi grafisnya dibuat khusus untuk Alpina.

Nuansa kabin diarahkan ke kemewahan klasik. Banyak kontrol memakai kristal bening, sementara permukaan interior dipenuhi kulit bertekstur kaya, panel mengilap, dan pencahayaan ambient bergaya Art Deco.

Ancaman nyata bagi Bentley dan pasar yang sempit

Jika Alpina benar-benar masuk ke segmen shooting brake mewah, ruang pasarnya sangat kecil dan hampir tak punya banyak saingan langsung. Porsche Taycan GTS Sport Turismo memang ada, begitu pula kemungkinan versi produksi terbatas dari Genesis G90 Wingback Concept.

Namun posisi Alpina bisa berada di atas keduanya. Mobil seperti ini akan menukar utilitas wagon sport biasa dengan pengalaman yang lebih dekat ke bespoke grand tourer, lengkap dengan atap lebih panjang dan kabin yang diharapkan pembeli Bentley.

Itulah sebabnya transformasi visual ini menarik perhatian. Bukan hanya karena tampilannya memanjang, tetapi karena ia menunjukkan bahwa BMW kini memberi Alpina izin untuk bermain di kelas yang jauh lebih berani.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version