VinFast resmi membuka pemesanan awal tiga motor listrik di Indonesia dengan tawaran yang langsung mencuri perhatian: harga mulai Rp18 jutaan dan opsi sistem tukar baterai. Skema ini diposisikan sebagai solusi praktis bagi pengguna yang ingin memakai motor listrik tanpa terlalu bergantung pada waktu pengisian daya konvensional.
Langkah ini penting karena pasar motor listrik nasional sedang tumbuh dan makin kompetitif. Di tengah minat konsumen terhadap biaya operasional yang lebih hemat dan teknologi kendaraan yang lebih modern, VinFast masuk dengan pendekatan ekosistem yang menekankan battery swapping.
Pemesanan awal dibuka untuk tiga model sekaligus, yakni VinFast Evo, Feliz II, dan Viper. Periode pemesanan berlangsung dari 20 Mei hingga 20 Juni 2026 melalui situs resmi VinFast Indonesia, dengan pengiriman unit pertama dijanjikan mulai Juni 2026.
Konsumen dapat memilih model e-scooter sekaligus menentukan area domisili saat melakukan pemesanan secara online. VinFast juga menyiapkan beberapa skema kepemilikan, mulai dari langganan baterai, tukar baterai, hingga kepemilikan baterai penuh.
Harga dan pilihan model
Model dengan harga paling terjangkau adalah VinFast Evo. Motor listrik ini dipasarkan mulai Rp18 jutaan dengan skema langganan baterai, sementara paket dengan dua baterai penuh berada di kisaran Rp26 jutaan.
Di atasnya ada VinFast Feliz II yang dijual mulai Rp20 jutaan dengan sistem langganan baterai. Bila konsumen memilih skema dua baterai penuh, harganya mencapai sekitar Rp27 jutaan.
Sementara itu, VinFast Viper menjadi model termahal dalam jajaran awal ini. Harga awalnya mulai Rp24 jutaan dengan skema langganan baterai, dan sekitar Rp31 jutaan untuk pembelian dengan dua baterai penuh.
Selama masa pemesanan awal, VinFast menawarkan potongan harga Rp1,6 juta. Namun, biaya pemesanan sebesar Rp1 juta bersifat non-refundable atau tidak dapat dikembalikan jika transaksi dibatalkan.
Battery swapping jadi pembeda
Daya tarik utama tiga motor ini ada pada rancangan yang mendukung sistem tukar baterai. Seluruh model memakai dua slot baterai yang ditempatkan di bawah jok untuk memudahkan pelepasan dan penukaran di stasiun battery swapping yang disediakan VinFast.
Pendekatan ini memberi alternatif bagi pengguna yang tidak ingin menunggu proses isi ulang baterai terlalu lama. Di pasar yang masih banyak mengandalkan pengisian daya konvensional, battery swapping menjadi pembeda penting dalam strategi VinFast di Indonesia.
Ketiga model itu menggunakan dua baterai LFP dengan kapasitas masing-masing 1,5 kWh. Teknologi LFP atau Lithium Iron Phosphate dikenal memiliki tingkat keamanan yang lebih baik serta usia pakai yang cukup panjang dibanding beberapa jenis baterai lithium lain.
Performa untuk mobilitas perkotaan
VinFast membekali Evo, Feliz II, dan Viper dengan motor BLDC in-wheel bertenaga maksimum 5.200W. Konfigurasi ini diklaim mendukung akselerasi yang responsif dan karakter berkendara yang lebih halus untuk kebutuhan mobilitas harian.
Untuk performa puncak, Viper dan Feliz II memiliki kecepatan maksimum hingga 90 km/jam. Sementara Evo mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam, yang tetap dinilai memadai untuk penggunaan dalam kota dan perjalanan jarak menengah.
VinFast Evo diposisikan sebagai model praktis dengan desain modern dan dimensi kompak. Karakter ini membuatnya menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan harian untuk mobilitas perkotaan.
Feliz II hadir dengan kesan yang lebih premium dan performa sedikit lebih tinggi dibanding Evo. Desain bodinya disebut modern, dengan dimensi yang tetap nyaman digunakan di lalu lintas kota yang padat.
Viper ditujukan untuk pengguna yang menginginkan tampilan lebih sporty dan performa yang lebih agresif. Posisi harganya yang paling tinggi juga menempatkan model ini sebagai pilihan teratas di antara tiga e-scooter yang dibawa VinFast pada tahap awal.
Jarak tempuh dan strategi pasar
Dalam kondisi dua baterai penuh, VinFast Evo diklaim mampu menempuh jarak hingga 150 kilometer. Adapun Viper dan Feliz II dapat melaju hingga sekitar 145 kilometer dalam kondisi standar.
Angka tersebut membuat ketiganya masuk dalam persaingan motor listrik perkotaan di kelas harga menengah dengan jarak tempuh yang cukup kompetitif. Kombinasi harga awal yang relatif terjangkau, pilihan skema kepemilikan, dan sistem battery swapping menjadi fondasi utama yang dibawa VinFast ke pasar Indonesia.
Peluncuran tiga model sekaligus juga menunjukkan pendekatan yang agresif. Dengan pilihan dari segmen praktis hingga sporty, VinFast mencoba menjangkau pengguna harian di perkotaan sekaligus konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi.
Masuknya Evo, Feliz II, dan Viper menambah tekanan persaingan di pasar motor listrik nasional. VinFast tidak hanya menjual unit, tetapi juga mendorong model penggunaan yang bertumpu pada ekosistem baterai, sebuah strategi yang berpotensi menjadi faktor penentu dalam perebutan pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia.
