Jaecoo J5 EV mencatat performa penjualan yang kuat di pasar Indonesia sepanjang awal 2026. Hingga April 2026, pengiriman SUV listrik ini ke tangan konsumen sudah menembus 16.000 unit.
Capaian itu menempatkan J5 EV sebagai salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia pada periode tersebut. Jaecoo juga menyebut hasil ini sebagai tanda meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik mereka.
Dalam periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit. Pada saat yang sama, wholesales model ini mencapai 11.006 unit.
Jaecoo menyebut J5 EV sebagai SUV EV No.1 di Indonesia selama empat bulan pertama 2026. Pernyataan itu disampaikan oleh Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, saat perusahaan menggelar kegiatan bersama konsumen di Jakarta.
Angka distribusi ke konsumen yang sudah melampaui 16.000 unit menjadi sorotan utama karena menunjukkan laju adopsi yang cepat. Bagi pasar kendaraan elektrifikasi, volume pengiriman ini memberi gambaran bahwa permintaan tidak hanya tinggi di level pemesanan, tetapi juga sudah terealisasi di jalan.
J5 EV diposisikan sebagai SUV listrik murni untuk penggunaan harian. Model ini dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan efisiensi, serta memiliki jarak tempuh hingga 461 km.
Pendekatan itu membuat J5 EV menyasar kebutuhan pengguna yang menginginkan mobil listrik praktis untuk mobilitas rutin. Di tengah kompetisi kendaraan elektrifikasi yang semakin ramai, kombinasi efisiensi dan daya jelajah menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Jaecoo tidak hanya mengandalkan J5 EV dalam membangun portofolio elektrifikasinya di Indonesia. Merek ini juga menawarkan lini plug-in hybrid melalui Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS.
Kedua model itu dibekali teknologi Super Hybrid System atau SHS. Teknologi tersebut diklaim mampu menggabungkan performa dan efisiensi untuk perjalanan jarak jauh.
J7 SHS-P sebelumnya sempat mencatat perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 km. Sementara itu, J8 SHS-P ARDIS memecahkan rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh hingga 1.660 km dalam satu kali pengisian daya dan bahan bakar.
Kehadiran lini EV dan PHEV ini menunjukkan strategi Jaecoo yang tidak bertumpu pada satu teknologi saja. Perusahaan tampak mencoba menjangkau konsumen yang siap beralih penuh ke listrik maupun pengguna yang masih membutuhkan fleksibilitas sistem hybrid.
Untuk merayakan pencapaian J5 EV, Jaecoo Indonesia menggelar acara Jaecoo Weekend Drive – Together for More di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Acara ini dihadiri konsumen, komunitas, media, dan pecinta otomotif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem kendaraan premium modern di Indonesia. Jaecoo juga memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat hubungan dengan pemilik kendaraan dan calon pelanggan.
Menurut Jim Ma, pencapaian 16.000 pengiriman J5 EV dan posisi model ini selama empat bulan pertama 2026 menjadi bukti kuat kepercayaan konsumen terhadap Jaecoo. Ia juga menekankan pentingnya pengalaman kepemilikan yang menyeluruh bagi pelanggan.
Dalam pernyataannya, Jim Ma mengatakan Jaecoo ingin menghadirkan lebih dari sekadar kendaraan. Fokus itu mencakup proses penjualan, pilihan aksesori untuk personalisasi kendaraan, hingga kesiapan layanan purna jual di Indonesia.
Pada acara tersebut, Jaecoo juga menghadirkan sesi community sharing. Sesi ini mempertemukan pengguna J5 EV untuk berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, termasuk efisiensi biaya operasional dan kenyamanan berkendara.
Bagian ini menjadi penting karena memperlihatkan bagaimana pengalaman pengguna ikut dipakai untuk memperkuat daya tarik produk. Bagi calon konsumen, testimoni pemilik sering kali menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik.
Jaecoo turut menampilkan aksesori resmi untuk J5 EV. Beberapa di antaranya adalah car subwoofer, karaoke mic, trunk light, submarine pet box, dan trunk pet compartment net.
Kehadiran aksesori ini menunjukkan bahwa personalisasi mulai menjadi bagian dari strategi penjualan kendaraan listrik. Jaecoo tampak ingin menjadikan J5 EV bukan hanya alat transportasi, tetapi juga produk yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup pengguna.
Di sisi lain, perusahaan menegaskan kesiapan layanan purna jualnya di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan jaringan dealer dan bengkel resmi.
Saat ini Jaecoo telah memiliki 35 dealer yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer sampai akhir 2026.
Perluasan jaringan itu menjadi faktor penting untuk menjaga momentum penjualan J5 EV. Di pasar kendaraan listrik, ketersediaan dealer dan layanan purna jual sering menjadi penentu kepercayaan konsumen setelah tahap pembelian.
Dengan penjualan retail dan wholesales yang kuat, pengiriman ke konsumen yang sudah mencapai 16.000 unit, serta perluasan jaringan dealer, Jaecoo sedang memperkuat pijakannya di segmen kendaraan elektrifikasi Indonesia. J5 EV kini menjadi model yang paling menonjol dalam strategi tersebut, sekaligus penopang utama pertumbuhan merek ini di pasar lokal.
Source: otomotif.kompas.com






