Salah Pilih Aki Bisa Bikin Mobil Bermasalah, Kenali Bedanya Sebelum Terlanjur Pasang

Memilih aki mobil tidak cukup hanya melihat ukuran dan dayanya sama. Jenis aki harus sesuai dengan teknologi kendaraan, karena kebutuhan suplai listrik pada mobil harian, mobil dengan Start-Stop, hingga kendaraan dengan beban elektronik tinggi memang berbeda.

Varta mengingatkan, penggunaan aki yang tidak sesuai spesifikasi bisa membuat performa kendaraan kurang optimal. Kondisi itu juga dapat memperpendek usia aki, sehingga pemilik mobil berisiko lebih cepat mengganti komponen tersebut.

Menurut Direktur PT HTG Indonesia Distribusi selaku partnership PT Ecobatt Indo Lestari, Adrian Tay, pemilik kendaraan perlu memahami jenis mobil yang digunakan sebelum membeli aki. Hal yang perlu diperhatikan antara lain apakah kendaraan sudah memakai teknologi Start-Stop, seberapa besar beban elektroniknya, serta seperti apa kebutuhan operasional hariannya.

Di pasar, setidaknya ada beberapa tipe aki yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda. Untuk mobil penumpang, jenis yang paling sering dibahas adalah SLI, EFB, dan AGM, sementara ProMotive lebih ditujukan untuk kendaraan operasional berat.

Aki untuk mobil harian

Aki SLI merupakan singkatan dari Starting, Lighting, and Ignition. Ini adalah aki konvensional yang dirancang untuk kendaraan penumpang harian dan pasar massal.

Jenis ini cocok untuk mobil dengan sistem kelistrikan standar. Penggunaannya ditujukan untuk kendaraan tanpa fitur Start-Stop, baik dipakai dalam mobilitas normal di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Salah satu alasan aki SLI banyak dipakai adalah kompatibilitasnya yang luas. Varta menyebut tipe ini tersedia dalam standar JIS dan DIN, sehingga bisa digunakan pada banyak mobil yang beredar di Indonesia, termasuk mobil Jepang dan Eropa.

Keunggulan utama aki SLI ada pada kepraktisan dan kestabilan suplai daya untuk kebutuhan dasar kendaraan sehari-hari. Karena itu, tipe ini masih relevan untuk pemilik mobil yang tidak membutuhkan dukungan kelistrikan kompleks.

Saat mobil sudah memakai Start-Stop

Kebutuhan berubah ketika mobil sudah dibekali teknologi Start-Stop. Sistem ini membuat mesin sering mati dan menyala otomatis saat macet atau berhenti, sehingga aki harus lebih siap menghadapi siklus pengisian dan pengosongan yang lebih intens.

Untuk kebutuhan tersebut, aki EFB atau Enhanced Flooded Battery menjadi pilihan yang lebih tepat. Tipe ini dikembangkan khusus untuk kendaraan yang sudah menggunakan Start-Stop ringan.

Dibanding aki biasa, EFB memiliki daya tahan charge-discharge yang lebih baik. Performa aki ini juga disebut lebih stabil ketimbang aki konvensional, sehingga cocok untuk mobil modern kelas menengah yang mulai mengejar efisiensi dan emisi lebih rendah.

Varta juga menempatkan EFB sebagai pendukung efisiensi bahan bakar pada mobil Start-Stop. Artinya, pemilik mobil dengan fitur tersebut sebaiknya tidak asal mengganti aki dengan tipe standar hanya karena ukuran fisiknya serupa.

AGM untuk beban listrik lebih tinggi

Ada pula aki AGM atau Absorbent Glass Mat yang masuk kategori premium. Tipe ini dirancang untuk kendaraan modern dengan kebutuhan listrik lebih tinggi, termasuk mobil dengan Start-Stop yang lebih canggih.

Pada aki AGM, cairan elektrolit diserap oleh material glass mat khusus. Konstruksi itu membuat performa kelistrikan lebih stabil dan lebih tahan terhadap getaran.

AGM umumnya dipakai pada mobil premium dan luxury car. Selain itu, tipe ini juga cocok untuk kendaraan dengan banyak fitur elektronik, sistem audio besar, atau perangkat tambahan lain yang menambah beban listrik.

Keunggulan utama AGM mencakup daya tahan yang lebih tinggi dan pengisian daya yang lebih cepat. Varta juga menyebut tipe ini lebih tahan terhadap kondisi ekstrem, sehingga lazim ditemukan pada mobil Eropa modern, hybrid tertentu, hingga kendaraan dengan fitur elektrifikasi yang kompleks.

Perbedaan paling penting antara EFB dan AGM terletak pada level kebutuhan kendaraan. EFB menyasar mobil dengan Start-Stop ringan, sedangkan AGM ditujukan untuk kendaraan yang membutuhkan suplai listrik lebih stabil dan lebih besar.

Bukan untuk semua mobil penumpang

Selain tiga tipe tersebut, Varta juga memiliki lini ProMotive. Namun jenis ini tidak ditujukan untuk mobil penumpang biasa, melainkan untuk kendaraan heavy duty.

Aki ProMotive dirancang untuk operasional berat seperti truk logistik, bus, kendaraan komersial, armada bisnis, dan kendaraan operasional industri. Karakter utamanya adalah durabilitas tinggi dan suplai daya yang stabil untuk penggunaan intensif dalam waktu lama.

Bagi kendaraan niaga yang bekerja hampir tanpa henti, ketahanan aki menjadi faktor penting agar operasional tetap lancar dan downtime bisa ditekan. Karena itu, memilih ProMotive untuk mobil penumpang tentu bukan pilihan yang relevan, sama seperti memasang aki harian pada kendaraan kerja berat.

PT Ecobatt Indo Lestari juga menegaskan Varta mencoba menjawab kebutuhan kendaraan modern hingga kendaraan operasional berat di Indonesia melalui pilihan produk mulai dari SLI, EFB, AGM, hingga ProMotive. Bagi pemilik mobil, kuncinya adalah mengenali sistem kendaraan sendiri terlebih dulu agar aki yang dipilih benar-benar sesuai dengan cara kerja dan kebutuhan listrik mobil.

Source: oto.detik.com
Terkait