Suzuki Satria 120R Masih Diburu Kolektor, Harga Unit Orisinal Kini Terus Naik

Suzuki Satria 120R masih punya tempat khusus di hati pecinta motor 2-tak Indonesia. Motor bebek sport ini dikenal sebagai salah satu yang tercepat pada masanya dan sempat dijuluki “raja road race” di berbagai ajang balap lokal.

Daya tarik itu belum pudar meski usianya sudah lama lewat masa kejayaan. Di kalangan kolektor dan penghobi motor lawas, nama Satria 120R atau Satria Lumba tetap hidup karena karakter mesin dan reputasi yang melekat kuat.

Legenda dari era 90-an

Satria 120R lahir sebagai motor bebek sport produksi era 1990-an hingga awal 2000-an. Di jalanan maupun lintasan, motor ini dikenal disegani berkat performa mesin 2-taknya yang agresif dan responsif.

Tarikan awalnya ringan, lalu tenaga terus terasa saat putaran mesin naik. Kombinasi itu membuat motor ini punya karakter yang cocok untuk pengendaraan cepat dan membuatnya populer di arena balap lokal.

Desain sporty yang khas

Secara tampilan, Satria 120R membawa desain ramping dengan rangka perimeter. Siluetnya menegaskan aura motor balap era 90-an yang sederhana, ringan, dan fokus pada performa.

Julukan Satria Lumba juga muncul dari bentuk fairing depan yang menyerupai moncong lumba-lumba. Ciri visual itu membuat motor ini mudah dikenali dan berbeda dari bebek sport lain di masanya.

Spesifikasi yang mendukung reputasi

Motor ini dibekali mesin 2-tak satu silinder tegak berpendingin udara dengan kapasitas 120cc. Ukuran bore x stroke dibuat seimbang di 54,0 x 54,0 mm untuk menghasilkan karakter mesin yang responsif di putaran atas.

Suzuki juga menyematkan transmisi manual 6-percepatan, yang pada saat itu tergolong modern di kelas motor bebek sport. Suspensi belakang memakai monosok, sementara rem depan dan belakang sama-sama sudah cakram.

Berikut spesifikasi singkat Suzuki Satria 120R:

Komponen Detail
Mesin 2-tak, 1 silinder, pendingin udara
Kapasitas 120cc
Bore x Stroke 54,0 x 54,0 mm
Transmisi Manual 6-percepatan
Rangka Perimeter
Suspensi belakang Monosok
Rem Cakram depan dan belakang

Naik kelas jadi motor kolektor

Kini, Satria 120R lebih sering diburu sebagai motor hobi dan koleksi. Harga pasarnya terus naik, terutama untuk unit yang masih orisinal dan memiliki surat-surat lengkap.

Unit restorasi mulus dengan kondisi orisinal disebut bisa berada di kisaran Rp15 juta hingga lebih dari Rp25 juta. Sementara itu, unit bahan atau yang perlu restorasi total masih berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp14 juta, tergantung kondisi rangka, mesin, dan kelengkapan dokumen.

Minat terhadap motor 2-tak klasik ikut mendorong nilai jual Satria 120R tetap kuat. Karena kelangkaan dan status legendanya, harga motor ini diperkirakan masih akan stabil bahkan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi banyak pecinta otomotif lawas, Satria 120R bukan hanya kendaraan. Motor ini menjadi simbol kejayaan motor bebek sport 2-tak Indonesia yang pernah mendominasi jalanan dan arena road race nasional.

Exit mobile version