Ban semi-slick kembali menunjukkan perannya di arena drifting nasional lewat performa DUNLOP Direzza B02. Ban ini dipakai Farrel Raffelyno saat debut di kelas PRO Passion Drift 2026 dan ikut mengantar pembalap tersebut meraih podium pada penampilan perdananya.
Sorotan pada Direzza B02 muncul karena ban ini menawarkan kombinasi grip tinggi, kestabilan, dan handling presisi yang sangat dibutuhkan saat mobil meluncur dalam sudut besar di kecepatan tinggi. Dalam drifting kompetitif, karakter seperti ini menjadi faktor penting untuk menjaga mobil tetap sesuai garis dan mudah dikendalikan saat transisi arah.
Direzza B02 merupakan bagian dari lini Direzza series yang didatangkan langsung dari Jepang. Ban performa tinggi ini dirancang khusus untuk kebutuhan lintasan dengan fokus pada traksi kuat dan rasa kendali yang lebih akurat.
Karakter tersebut membuat Direzza B02 relevan untuk kebutuhan drifting, yang menuntut keseimbangan antara cengkeraman dan kontrol. Saat mobil mulai slide, pembalap tetap membutuhkan respons ban yang konsisten agar manuver bisa dipertahankan tanpa kehilangan arah.
Dirancang untuk kontrol saat slide
Salah satu detail teknis yang menonjol pada Direzza B02 adalah pola tapak khusus yang dirancang untuk memaksimalkan traksi saat melintasi tikungan. Desain ini juga ditujukan untuk menjaga kontrol mobil ketika melakukan slide dalam kecepatan tinggi.
Handling presisi menjadi nilai lain yang disorot dari ban ini. Faktor itu penting dalam drifting karena mobil harus tetap mudah dikendalikan saat berpindah arah dengan cepat, terutama ketika pembalap mengoreksi sudut dan menjaga ritme sepanjang lintasan.
Fitra Eri, pembalap mobil sekaligus ayah Farrel Raffelyno, menyebut karakter Direzza series cocok untuk kebutuhan drifting kompetitif. Menurut dia, grip dan handling ban DUNLOP Direzza sangat baik untuk drifting, dengan drive feel yang enak dan terkontrol sehingga mobil bisa lebih pas dengan garis dan tetap kencang.
Pernyataan tersebut menggambarkan mengapa ban semi-slick masih menjadi pilihan utama banyak drifter. Bukan hanya soal daya cengkeram, tetapi juga soal rasa berkendara yang membantu pembalap membaca respons mobil saat masuk, bertahan, dan keluar dari tikungan.
Debut Farrel di kelas PRO
Penggunaan Direzza B02 pada mobil Farrel Raffelyno langsung mendapat perhatian karena hasilnya terlihat di lintasan. Pada debutnya di kelas PRO dalam ajang Passion Drift 2026, Farrel mampu tampil kompetitif dan menembus podium.
Capaian itu menunjukkan bahwa dukungan komponen seperti ban tetap menjadi elemen penting dalam motorsport, terutama drifting. Kemampuan pembalap menjadi faktor utama, namun performa ban ikut menentukan seberapa baik mobil merespons perintah saat berada di batas grip.
Farrel bukan kali pertama menggunakan lini Direzza dalam karier driftingnya. Sebelumnya, ia juga memakai DUNLOP Direzza DZ102 saat turun di kelas PRO 2 pada musim 2025 dengan Subaru BRZ bernama BOXER BOY.
Direzza DZ102 saat itu dikenal menawarkan keseimbangan grip, stabilitas, dan kontrol untuk penggunaan performa tinggi. Riwayat penggunaan tersebut memperlihatkan kesinambungan pilihan ban Farrel dari kelas PRO 2 hingga naik ke kelas PRO.
Posisi Direzza di segmen performa
Lini Direzza sendiri dikenal sebagai keluarga ban performa DUNLOP yang menyasar kebutuhan motorsport dan pengendaraan berkarakter sporty. Dalam konteks drifting, Direzza B02 menempati posisi penting karena mengedepankan karakter yang dibutuhkan saat mobil harus agresif tetapi tetap presisi.
Kebutuhan semacam itu tidak bisa dipenuhi oleh ban biasa. Drifting menuntut ban yang mampu menjaga traksi ketika dibutuhkan, namun tetap memberikan kontrol saat mobil sengaja dibuat kehilangan grip dalam batas yang bisa diatur pembalap.
Di Indonesia, DUNLOP diproduksi oleh PT Sumi Rubber Indonesia yang juga memproduksi ban merek FALKEN. Secara global, DUNLOP telah memiliki pengalaman lebih dari 130 tahun dan terus menghadirkan lini ban performa untuk kebutuhan motorsport maupun penggunaan harian.
Kehadiran Direzza B02 di ajang drifting nasional memperlihatkan bagaimana pengembangan ban performa masih menjadi bagian penting dalam persaingan di lintasan. Untuk kelas kompetitif seperti PRO, kombinasi grip tinggi, kestabilan, dan handling presisi tetap menjadi kunci agar mobil bisa melaju agresif sekaligus terkontrol.
Source: otodriver.com