Pasar LCGC Turun 25 Persen, Honda Andalkan Kredit Ringan untuk Kejar Pembeli Pertama

Pasar mobil murah ramah lingkungan atau LCGC sedang berada di bawah tekanan besar pada awal tahun ini. Pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakpastian geopolitik global ikut menekan segmen yang selama ini sangat bergantung pada konsumen pembeli mobil pertama.

Di tengah kondisi itu, Honda menyoroti satu persoalan utama: karakter pasar LCGC sangat sensitif terhadap harga. Direktur Sales & Marketing dan Business Innovation PT Honda Prospect Motor, Jusak Billy, menegaskan bahwa segmen ini mayoritas diisi first car buyer yang mudah terdampak perubahan biaya kepemilikan.

Penyusutan pasar terasa nyata

Data wholesales dari Januari hingga April menunjukkan pelemahan yang cukup dalam. Pada periode yang sama tahun lalu, total penjualan LCGC masih mencapai 50.416 unit, sedangkan pada periode yang sama tahun ini turun menjadi 37.823 unit.

Selisih itu berarti kinerja pasar merosot 25 persen. Penurunan seperempat pasar dalam satu tahun ini memperlihatkan tekanan nyata pada konsumen kelas menengah ke bawah yang menjadi basis utama segmen tersebut.

Billy menyebut daya beli yang melemah sebagai salah satu faktor utama. Ia juga menilai isu geopolitik global masih memberi dampak pada psikologis dan kemampuan finansial konsumen.

“LCGC memang segmennya first car buyer. Itu memang price sensitive ada di sana,” ujar Billy.

“Nilai daya beli juga sekarang sedang berkurang, geopolitical issue juga masih ada. Tapi memang sekarang kondisinya masih nilai belinya sedang lemah,” tambahnya.

Honda Brio Satya masih mencatat kontribusi besar

Di tengah pasar yang melemah, Honda Brio Satya tetap menjadi penyumbang penting bagi Honda di segmen ini. Sepanjang Januari hingga April 2026, model tersebut mencatat penjualan 9.448 unit.

Dengan total pasar LCGC sebesar 37.823 unit, Honda mengamankan pangsa pasar 24,98 persen. Angka ini menunjukkan Brio Satya masih punya posisi kuat di tengah penurunan permintaan secara keseluruhan.

Namun, posisi itu juga menggambarkan tantangan yang lebih besar bagi industri. Ketika pasar mengecil, setiap merek harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan volume dan menjaga minat konsumen yang makin berhati-hati.

Pembiayaan jadi kunci untuk menjaga pasar

Honda melihat solusi tidak cukup hanya bertumpu pada produk. Perusahaan juga menggandeng lembaga pembiayaan untuk menyusun skema kredit yang lebih mudah dijangkau konsumen.

Billy mengatakan kerja sama dengan pihak pembiayaan dilakukan untuk memberikan nilai lebih dan memudahkan konsumen memiliki kendaraan. Strategi itu diarahkan agar pembeli pertama tidak terbebani biaya awal yang besar saat ingin naik dari sepeda motor ke mobil.

Skema yang dibahas mencakup uang muka ringan, tenor panjang, dan cicilan yang lebih fleksibel. Bagi pasar LCGC, pendekatan ini menjadi salah satu cara paling relevan untuk meredam dampak lemahnya daya beli.

“Jadi kita terus terang bekerjasama juga dengan bagian pembiayaannya untuk tetap memberikan nilai lebih dan menurunkan, memudahkan konsumen supaya bisa memiliki kendaraan,” kata Billy.

Ia menambahkan bahwa strategi pembiayaan akan terus diupayakan agar konsumen tetap bisa memiliki kendaraan. Di tengah pasar yang belum pulih, kemudahan akses kredit menjadi salah satu penentu apakah LCGC bisa kembali bergerak naik atau tetap tertahan oleh tekanan ekonomi.

Terkait