Kehadiran Ferrari Luce langsung memicu reaksi keras dari sebagian pecinta Ferrari. Alih-alih disambut antusias sepenuhnya, mobil listrik pertama pabrikan kuda jingkrak itu justru membuat saham perusahaan turun hingga 7 persen sehari setelah peluncuran.
Respons pasar itu memperlihatkan besarnya taruhan Ferrari saat masuk ke segmen EV. Pabrikan mencoba membawa identitas baru lewat Luce, tetapi perubahan arah desain dan teknologi ternyata belum sepenuhnya diterima oleh semua penggemar.
Desain dibuat lebih halus dan minimalis
Ferrari Luce hadir dengan bahasa desain yang berbeda dari model-model Ferrari sebelumnya. Jika Ferrari selama ini identik dengan garis tajam pada eksterior, Luce tampil lebih halus dan minimalis seperti kendaraan listrik masa kini.
Untuk mengembangkan unit ini, Ferrari Design Studio bekerja sama dengan Jony Ive dan Marc Newson. Keduanya dikenal sebagai mantan desainer Apple, sehingga pendekatan desain Luce juga membawa sentuhan yang kuat di sisi visual dan kabin.
Ferrari menyebut Luce sebagai upaya menghadirkan konsep berbeda pada sebuah Ferrari. Fokusnya bukan hanya pada tampilan luar, tetapi juga dukungan teknologi di dalam kendaraan.
Performa besar, tetapi belum sepenuhnya memuaskan semua pihak
Di atas kertas, Ferrari Luce dibekali baterai 122 kWh. Tenaga yang dihasilkan mencapai 1.035 hp dengan torsi puncak 990 Nm.
Meski angkanya tinggi, akselerasi 0–100 km/jam dicatat 2,5 detik. Catatan itu disebut lebih lamban dibanding Tesla Model S Plaid, yang ikut menjadi tolok ukur di segmen mobil listrik berperforma tinggi.
Soal jarak tempuh, baterai Ferrari Luce diklaim mampu mencapai sekitar 530 km. Angka itu masih di bawah Mercedes-Benz EQS 350 yang memakai baterai 99 kWh dan mampu menempuh hingga 600 km.
Ferrari percaya basis konsumen tetap ada
Di tengah kritik yang muncul, Ferrari tetap optimistis terhadap sambutan pasar. Benedetto Vigna, CEO Ferrari, menyebut Luce sebagai babak baru bagi perusahaan dan sebagai komitmen untuk terus memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen.
Vigna juga mengatakan Ferrari yakin Luce akan tetap menarik bagi konsumen setia dan membuka pintu bagi pembeli baru, terutama di segmen EV. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Ferrari ingin memperluas pasar tanpa meninggalkan citra eksklusif yang selama ini melekat pada merek tersebut.
Harga dan jadwal pengiriman sudah disiapkan
Ferrari sudah membuka pemesanan Luce dengan banderol sekitar USD 450.000 atau setara Rp 11 miliar. Pengiriman ke pasar Eropa dijadwalkan dimulai pada akhir 2026.
Untuk konsumen di luar Eropa, pengiriman akan menyusul pada awal 2027. Dengan harga tinggi, performa besar, dan desain yang berbeda dari tradisi Ferrari, Luce kini menjadi salah satu langkah paling berani pabrikan dalam memasuki era mobil listrik.
Source: otomotif.katadata.co.id