Di antara koleksi mobil klasik Honda, satu pikap mungil tanpa bonet kerap langsung mencuri perhatian. Model itu adalah Honda TN360-TNIII, kendaraan niaga ringan yang menunjukkan bagaimana Honda mengubah pendekatan teknisnya menjadi lebih realistis untuk kebutuhan pasar.
TN360-TNIII bukan sekadar pikap lawas dengan bentuk unik. Mobil ini menandai fase penting ketika Honda meninggalkan konfigurasi yang rumit pada generasi awal dan beralih ke resep yang lebih sederhana, efisien, serta lebih cocok untuk kendaraan kerja harian.
Unit yang dipamerkan di Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan, disebut sebagai lansiran 1970 atau 1971. Sosok tersebut merupakan generasi kedua dalam keluarga pikap Honda sekaligus facelift pertama dari TN360, yang lebih dikenal dengan sebutan TNIII.
Posisi TN360 dalam sejarah Honda cukup penting karena lahir sebagai penerus T360. Sebelumnya, T360 yang hadir pada 1963 menjadi mobil pertama yang diproduksi massal oleh Honda, sehingga jejak penerusnya ikut memegang peran besar dalam perkembangan lini kendaraan niaga pabrikan itu.
Dari T360 ke TN360
T360 memakai mesin 4 silinder segaris DOHC 365 cc berpendingin air yang diletakkan di bagian tengah. Tenaganya mencapai 37 hp, angka yang menunjukkan betapa seriusnya Honda merancang kendaraan kecil itu pada masa awal.
Pada 1964, Honda menambah pilihan melalui T500 yang memakai mesin 4 silinder DOHC 531 cc. Varian ini disebut lebih diarahkan untuk pasar ekspor, memperlihatkan bahwa Honda sejak dini sudah mencoba memperluas cakupan kendaraan niaga ringannya.
Sebelum T360 masuk jalur produksi, Honda lebih dulu memiliki roadster S360. Namun model itu tidak pernah diproduksi massal dan berhenti sebagai prototipe, sementara perangkat mekanikal seperti mesin dan drivetrain kemudian diturunkan ke T360.
Ketika TN360 muncul pada November 1967, T360 dan T500 sudah tidak lagi masuk showroom. Kehadiran TN360 praktis mengambil alih posisi pendahulunya dan membuka babak baru yang lebih membumi dalam segmen pikap Kei Car Honda.
Langkah realistis Honda
Perubahan terbesar TN360 ada pada jantung mekanisnya. Honda mengganti mesin 4 silinder yang kompleks dengan mesin 2 silinder segaris SOHC 354 cc berpendingin udara.
Mesin tersebut diambil dari basis sepeda motor Honda CB450 lalu volumenya diperkecil agar sesuai regulasi Kei Car saat itu. Secara angka, langkah ini memang terlihat seperti penurunan spesifikasi, tetapi arah pengembangannya justru menyesuaikan kebutuhan kendaraan niaga ringan.
Pada T360, mesin 4 silinder dinilai terlalu kompleks untuk sebuah mobil angkut kecil. Biaya perawatan yang tinggi dianggap kurang sejalan dengan karakter kendaraan niaga yang menuntut efisiensi penggunaan dan kemudahan operasional.
Konsekuensinya, tenaga TN360 turun menjadi 30 hp. Namun pengorbanan itu dibayar dengan efisiensi bahan bakar dan perawatan yang lebih masuk akal untuk pemilik usaha atau pengguna harian.
Honda juga mendapatkan keuntungan lain dari resep yang lebih sederhana itu. TN360 disebut lebih lincah dibanding pendahulunya, sehingga cocok dipakai di kawasan permukiman Jepang yang terkenal memiliki jalan sempit.
Munculnya TNIII
Facelift pertama TN360 hadir pada 1970 dan diberi nama TN360-TNIII. Inilah model yang kemudian dikenal luas sebagai TNIII, termasuk unit yang kini tampil di museum otomotif tersebut.
Statusnya sebagai facelift pertama membuat TNIII menjadi penanda awal evolusi desain TN360. Ia berada di tengah perjalanan panjang model ini sebelum akhirnya berubah lagi dalam beberapa tahap penyegaran berikutnya.
Sejak diperkenalkan pada 1967, TN360 memang terus mendapat pembaruan. Pada 1968, model ini juga pernah ditawarkan bukan hanya sebagai pikap bak terbuka, tetapi dalam versi bak dengan atap permanen.
Perubahan berlanjut pada 1971 dengan tambahan elemen krom pada tampilannya. Setelah itu, Honda kembali melakukan facelift pada 1972 yang membuat wajah TN360 berubah cukup banyak.
Model 1972 dikenal sebagai TN V. Ciri utamanya ada pada empat lampu bundar yang disusun vertikal, memberi identitas visual yang sangat berbeda dibanding fase sebelumnya.
Penyegaran kembali datang pada 1975 lewat model yang dikenal sebagai TN 7. Pada tahap ini, spion tangkai diganti dengan spion berbahan plastik yang ditempelkan pada daun pintu, disertai pembenahan pada emisi gas buang.
Warisan untuk lini niaga Honda
Masa produksi TN360 berakhir pada Juli 1977. Dalam rentang sekitar satu dekade, total produksinya mencapai 700 ribu unit, angka yang menunjukkan penerimaan pasar yang kuat terhadap formula sederhana namun fungsional tersebut.
Sebagai penerus, Honda menyiapkan TN Acty. Model pengganti ini tetap memakai mesin 2 silinder segaris, tetapi dengan kapasitas yang lebih besar, menandakan bahwa filosofi realistis yang diperkenalkan TN360 tetap dipertahankan.
Jejak TN360 juga diteruskan lebih jauh ke Honda Acty, mobil niaga mikro yang bertahan hingga 2021. Dari sini terlihat bahwa TN360 bukan hanya pengganti T360, melainkan titik penting yang membentuk DNA kendaraan niaga kecil Honda selama puluhan tahun.
Source: otodriver.com