Motor listrik Omo X mendadak ramai dibicarakan setelah diuji langsung sejumlah reviewer otomotif di Bogor. Sorotan utamanya bukan hanya desain futuristik, tetapi juga kombinasi jarak tempuh hingga 260 kilometer dan fitur smart motorcycle yang jarang ditemui di kelasnya.
Dalam tayangan review Otomotif TV, motor ini bahkan memicu reaksi kaget dari penguji saat dicoba di jalan. Reviewer menyebut performanya melampaui ekspektasi, terutama pada respons awal yang terasa sangat spontan.
Kabar ini menarik karena Omo X tidak datang sebagai motor listrik biasa yang hanya mengandalkan efisiensi. Motor ini justru menonjolkan tiga hal sekaligus, yakni performa, kenyamanan, dan teknologi konektivitas yang terintegrasi dengan smartphone.
Untuk saat ini, Omo X hadir dalam dua varian yaitu Smart dan Balance. Namun varian Smart lebih dulu diperkenalkan ke publik dengan harga preorder Rp35,5 juta off the road, sementara distribusi unit dijadwalkan mulai pertengahan Juni.
Performa yang Jadi Pusat Perhatian
Salah satu aspek yang paling banyak disorot adalah tenaganya. Omo X dibekali dinamo 13 kW dengan torsi puncak 320 Nm, angka yang membuat akselerasinya terasa galak sejak putaran awal.
Reviewer menyebut karakter performanya bahkan terasa setara motor 250 cc. Saat mode Sport diaktifkan, respons throttle menjadi lebih agresif dan sensasi berkendaranya berubah signifikan.
Motor ini menyediakan empat riding mode, yaitu Assist, Wet, Comfort, dan Sport. Pada mode Sport, tampilan layar berubah menjadi merah dan disertai efek suara khusus yang menambah kesan agresif saat dikendarai.
Top speed yang disebut dalam pengujian mencapai 113 km/jam. Meski belum diuji sampai batas maksimal di jalan umum, performanya disebut tetap responsif saat melibas tanjakan.
Komentar dari reviewer juga menegaskan karakter tenaga Omo X yang langsung terasa bahkan di mode menengah. Menurut penguji Otomotif TV, mode Comfort saja sudah sangat bertenaga, sementara mode Sport memberi respons awal yang terasa lebih ekstrem.
Bukan Cuma Kencang, Tapi Juga Stabil
Di luar performa, kenyamanan Omo X ikut menjadi sorotan penting. Bagian depan motor ini memakai suspensi double wishbone, konstruksi yang lebih sering ditemui pada mobil premium atau moge dengan banderol jauh lebih tinggi.
Sistem itu membuat getaran jalan tidak langsung diteruskan ke setang. Hasilnya, motor terasa stabil saat melintasi paving block maupun permukaan bergelombang.
Reviewer menyebut karakter redamannya halus ketika diajak melewati jalan rusak. Getaran terasa minim dan handling tetap anteng, sehingga motor tidak hanya mengandalkan akselerasi semata.
Bagian belakangnya menggunakan single sided swing arm dengan monoshock. Kombinasi ini membuat suspensi terasa lembut, tetapi tetap rigid ketika motor diajak menikung.
Omo X juga punya wheelbase sekitar 1,5 meter. Posisi baterai yang ditempatkan di bagian bawah membantu distribusi bobot menjadi lebih rendah, sehingga handling terasa stabil di tikungan panjang maupun saat dipakai harian di jalan padat.
Dari sisi ergonomi, tinggi joknya berada di kisaran 760 mm. Ukuran itu disebut masih nyaman untuk pengendara dengan tinggi badan sekitar 160 hingga 180 sentimeter.
Fitur Smart Motorcycle yang Bikin Penasaran
Sisi lain yang membuat Omo X viral adalah konsep smart motorcycle yang dibawanya. Motor ini terintegrasi dengan aplikasi smartphone, sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada anak kunci konvensional.
Melalui ponsel, pengguna bisa mengakses berbagai fungsi kendaraan. Mulai dari membuka jok, mengaktifkan alarm, melacak posisi motor, hingga menjalankan navigasi digital.
Pusat kendali utamanya ada pada layar TFT 10,25 inci. Panel ini menampilkan informasi riding mode, navigasi, sensor kemiringan, konsumsi daya, suhu motor, sampai indikator cruise control.
Fitur hiburannya juga cukup mencolok untuk sebuah motor listrik. Omo X dibekali speaker stereo Bluetooth waterproof yang bisa digunakan untuk memutar musik dan seluruh kontrolnya dapat diakses dari setang.
Pendekatan seperti ini membuat Omo X tidak hanya diposisikan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai kendaraan dengan ekosistem digital yang lebih modern. Itu yang membuat banyak pengamat otomotif menilai motor ini tampil berbeda dibanding kebanyakan motor listrik lain.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya
Soal baterai, Omo X menawarkan dua kapasitas. Baterai standar 5,4 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 160 kilometer, sedangkan baterai 7,6 kWh bisa mencapai 260 kilometer pada kecepatan rata-rata 30 km/jam.
Kemampuan ini menjadi salah satu nilai jual terkuatnya. Di tengah pasar motor listrik yang sering dipertanyakan soal daya jelajah, angka tersebut langsung menjadi magnet perhatian.
Pengisian daya normal diklaim membutuhkan sekitar enam jam untuk mencapai 0 hingga 80 persen. Sementara dengan fitur ultra fast charging, pengisian dari 10 hingga 80 persen disebut hanya memerlukan waktu satu jam.
Untuk mendukung keselamatan, Omo X juga dibekali rem depan kaliper 4 piston dengan cakram 260 mm dan rem belakang 2 piston dengan cakram 240 mm. Fitur lain seperti ABS, traction control system, cruise control, regenerative braking, dan auto hold juga sudah tersedia.
Gabungan performa buas, jarak tempuh panjang, suspensi yang tidak biasa, dan fitur pintar berbasis aplikasi membuat Omo X cepat mencuri perhatian. Di tengah persaingan motor listrik yang makin ramai, motor ini muncul dengan paket yang langsung memancing rasa ingin tahu pasar.
