Gelombang penarikan kendaraan terkait airbag kembali membesar dan kali ini menyentuh dua grup besar sekaligus. Sebanyak 517.927 unit kendaraan dari Acura, Honda, dan Jeep masuk daftar recall karena masalah yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan sistem keselamatan penumpang.
Kasus terbesar datang dari Jeep, dengan 419.035 unit Grand Cherokee produksi 2022-2026 dan Grand Cherokee L tahun 2023-2025. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau NHTSA menyebut airbag samping pada kendaraan itu berpotensi tidak mengembang secara optimal akibat gangguan perangkat lunak.
Masalah pada Jeep
NHTSA menjelaskan sekitar 1 persen kendaraan yang terdampak diduga memiliki modul pengendali sistem penahan penumpang dengan perangkat lunak bermasalah. Kondisi itu dapat membuat kesalahan sementara pada sensor tekanan kantung udara pintu tetap aktif selama masa pakai sensor.
Dampaknya tidak sepele karena keterlambatan aktivasi airbag samping saat kecelakaan bisa terjadi. Situasi ini membuat kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan federal yang berlaku.
Jeep mulai mendeteksi indikasi gangguan tersebut pada awal 2023 setelah muncul sejumlah klaim garansi terkait sensor tekanan airbag pintu. Setelah investigasi selama beberapa tahun, perusahaan akhirnya menemukan sumber masalahnya.
Sebagai langkah perbaikan, dealer akan melakukan pembaruan perangkat lunak pada modul pengendali sistem pengaman penumpang. Surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim pada pertengahan bulan depan.
Recall Honda dan Acura
Di sisi lain, Honda dan Acura menarik 98.892 kendaraan karena persoalan berbeda yang masih berkaitan dengan airbag. Pada sejumlah model, sensor berat kursi penumpang depan bisa retak dan mengalami korsleting, lalu memicu kantung udara mengembang tanpa disengaja saat tabrakan.
Dokumen recall menyebut kapasitor pada papan sirkuit tercetak berpotensi retak dan memicu korsleting internal ketika terpapar kelembapan udara. Akibatnya, airbag penumpang depan dapat mengembang sepenuhnya meski kursi diisi anak kecil atau bayi yang berada di kursi keselamatan khusus.
Masalah itu diduga berawal dari perubahan material papan sirkuit yang dilakukan sementara oleh pemasok tingkat pertama. Langkah itu diambil setelah pemasok tingkat kedua terdampak bencana alam.
Material pengganti tersebut dinilai belum cukup terverifikasi untuk penggunaan yang dimaksudkan. Kondisi itu dapat menimbulkan tekanan tambahan pada papan sirkuit dan memicu keretakan.
Recall terbaru ini menjadi perluasan dari kampanye serupa yang sudah dilakukan pada 2024 dan mencakup 750.114 kendaraan. Pada 2025, indikasi bahwa lebih banyak unit berpotensi terdampak mulai muncul sehingga Honda dan Acura membuka penyelidikan lanjutan.
Hingga kini, Honda dan Acura telah menerima 228 klaim garansi terkait masalah tersebut. Namun, kedua merek itu menyatakan belum ada laporan cedera maupun korban jiwa.
Sebagai solusi, dealer akan mengganti sensor berat kursi dengan komponen yang telah diperbarui. Pemberitahuan kepada pemilik kendaraan direncanakan mulai dikirim pada awal Juli mendatang.
Gelombang recall ini kembali menyoroti bagaimana gangguan pada sensor dan perangkat lunak bisa berdampak langsung pada fungsi airbag. Dalam dua kasus terpisah itu, produsen kini menyiapkan perbaikan untuk mencegah risiko keselamatan yang lebih besar di jalan.
Source: voi.id