Sebelum Masuk Indonesia, BYD Atto 3 Facelift di Malaysia Tampil Lebih Galak dan Kencang

BYD dipastikan meluncurkan Atto 3 facelift di Malaysia pada 5 Juni. Kabar ini menarik perhatian karena model tersebut datang dengan pembaruan desain, revisi kabin, dan kemungkinan spesifikasi yang lebih kuat dibanding versi sebelumnya.

Sorotan utamanya bukan hanya tampilan baru, tetapi juga adanya dua arah pengembangan Atto 3 facelift di pasar global. Di luar model terbaru yang dipasarkan di Tiongkok dengan nama Yuan Plus, BYD sudah memperkenalkan dua versi berbeda yang membuat peluncuran di Malaysia layak dicermati.

Dua versi global yang patut diperhatikan

Versi pertama adalah model standar yang sudah lebih dulu meluncur di Hong Kong. Varian ini membawa penyegaran pada eksterior dan interior, serta peningkatan kemampuan pengisian daya cepat DC hingga 105 kW.

Di sektor penggerak, versi standar masih mempertahankan motor listrik depan. Tenaganya mencapai 204 PS dengan torsi 310 Nm, dipadukan baterai Blade LFP 60,48 kWh.

Dengan paket tersebut, jarak tempuhnya diklaim mencapai 420 km berdasarkan standar WLTP. Artinya, perubahan pada varian ini lebih menitikberatkan pada penyempurnaan fitur dan desain, bukan lompatan besar di performa.

Pembaruan yang lebih besar hadir pada varian Evo. Model ini saat ini dipasarkan di Eropa dan telah dikonfirmasi akan hadir di Australia.

Atto 3 Evo menggunakan platform baru dengan penggerak roda belakang atau RWD. Konfigurasi ini langsung membedakannya dari versi standar yang tetap memakai penggerak roda depan.

Motor listrik pada Atto 3 Evo RWD menghasilkan tenaga 313 PS dan torsi 380 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam dapat diselesaikan dalam 5,5 detik, hampir dua detik lebih cepat dibanding Atto 3 penggerak roda depan.

Kecepatan maksimumnya juga meningkat menjadi 180 km/jam. Peningkatan itu menunjukkan bahwa Evo tidak sekadar facelift biasa, tetapi juga membawa perubahan teknis yang cukup mendalam.

BYD juga menyiapkan varian dual-motor AWD untuk Evo. Versi ini menghasilkan tenaga gabungan 449 PS dengan torsi 560 Nm.

Untuk akselerasi, angka 0-100 km/jam diklaim hanya 3,9 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 200 km/jam, menjadikannya versi paling bertenaga dalam lini Atto 3 facelift yang diperkenalkan secara global.

Baterai lebih besar dan ruang bagasi bertambah

Atto 3 Evo dibekali baterai berkapasitas 74,8 kWh. Kapasitas ini lebih besar dibanding versi standar yang memakai baterai 60,48 kWh.

Dampaknya terlihat pada jarak tempuh. Menurut standar WLTP, varian RWD sanggup menempuh hingga 510 km, sedangkan versi AWD mencapai 470 km.

Perubahan penting lain ada pada konstruksi kaki-kaki belakang. Atto 3 Evo memakai suspensi belakang independen five-link yang lebih kompak.

Penggunaan suspensi itu bukan hanya soal karakter berkendara. BYD menyebut pengemasan yang lebih ringkas memberi tambahan ruang bagasi sebesar 50 liter.

Kini kapasitas bagasi mencapai 490 liter. Saat jok belakang dilipat, ruang penyimpanannya dapat diperluas hingga 1.360 liter.

Penyegaran desain luar dan dalam

Terlepas dari varian mana yang nantinya dipasarkan, Atto 3 facelift membawa perubahan visual yang cukup jelas. Bumper depan dan belakang didesain lebih sporty dengan aksen “tusk” sewarna bodi.

Lampu belakang juga memakai grafis segitiga bertingkat yang baru. Bagian pilar D diberi trim hitam dengan desain yang dibuat lebih ramping untuk menegaskan kesan modern.

Khusus varian Evo, tersedia pelek alloy baru berukuran 18 inci berwarna abu-abu. Detail ini menjadi pembeda tambahan yang memperkuat identitas versi dengan spesifikasi lebih tinggi.

Masuk ke kabin, BYD merapikan desain dasbor. Permukaannya kini tampil lebih sederhana dan lebih rata dibanding sebelumnya.

Setir baru mengadopsi desain serupa Atto 2. Tuas transmisi juga sudah dipindahkan ke kolom kemudi, mengikuti tren tata letak yang lebih ringkas dan fungsional.

Layar sentuh tengah tetap berukuran 15,6 inci. Namun, panel ini tidak lagi dapat diputar seperti model sebelumnya.

Peluncuran di Malaysia menjadi momen penting untuk melihat konfigurasi mana yang akhirnya dipilih BYD untuk pasar tersebut. Dengan adanya versi standar dan Evo yang punya perbedaan besar pada penggerak, baterai, performa, hingga efisiensi ruang, spesifikasi resmi untuk Malaysia akan menjadi petunjuk penting sebelum model ini meluas ke pasar lain, termasuk Indonesia.

Source: otodriver.com
Exit mobile version