Jetour menghadirkan varian bensin turbo T1 dengan banderol promo Rp 388 juta untuk 500 pembeli pertama. Harga ini membuat T1 menjadi varian termurah di lini tersebut, di saat Jetour juga memperkenalkan T1 i-DM berteknologi PHEV.
Daya tarik utamanya bukan hanya soal harga, tetapi juga kombinasi tampilan SUV bergaya tangguh dengan fitur yang masih tergolong lengkap. Bagi konsumen yang mengincar desain T1 tanpa masuk ke varian plug-in hybrid, versi ini menjadi pintu masuk paling terjangkau.
Secara tampilan, Jetour T1 mengusung desain yang identik dengan T1 i-DM. Bodinya mengotak dengan kesan kokoh, mengikuti karakter SUV modern yang sedang diminati pasar.
Meski begitu, ada sejumlah pembeda yang membuat varian ini tampil lebih sederhana. Perbedaan terlihat pada grille, desain velg, ukuran velg yang lebih kecil, serta tampilan bodi samping dan belakang yang dibuat lebih bersih.
Bagian eksterior belakang dan samping juga tidak memakai emblem tambahan PHEV dan i-DM. Karena itu, identitas T1 bensin turbo terlihat lebih lugas dibanding saudara elektrifikasinya.
Interior dan fitur utama
Masuk ke kabin, Jetour T1 dibekali layar head unit berukuran 12,8 inci. Sementara panel instrumennya tetap berukuran 10,25 inci, sama seperti yang dipakai T1 i-DM.
Perbedaan ukuran layar head unit ini menjadi salah satu penanda posisi T1 sebagai varian yang lebih terjangkau. Namun, Jetour tetap mempertahankan sejumlah kelengkapan yang relevan untuk penggunaan harian.
Mobil ini sudah dilengkapi paddle shift dan sistem audio 8 speaker. Kursi penumpang depan juga sudah mendapat pengaturan elektrik, fitur yang biasanya menjadi perhatian di segmen SUV menengah.
Untuk keselamatan pasif, Jetour T1 membawa enam airbag. Fitur ini memberi nilai tambah, terutama bagi konsumen yang menimbang faktor keamanan sebagai prioritas pembelian.
Ada satu fitur yang belum tersedia pada varian ini, yakni panoramic sunroof. Fitur tersebut hadir di T1 i-DM, sehingga menjadi salah satu pembeda yang cukup jelas antara varian bensin dan PHEV.
ADAS level dua tetap dipertahankan
Walau menjadi varian termurah, Jetour tidak memangkas seluruh fitur teknologi bantu berkendara. T1 tetap dibekali ADAS level dua dengan total 13 fitur.
Beberapa fitur yang disebut tersedia antara lain Blind Spot Detection, Adaptive Cruise Control, dan Automatic Emergency Braking. Kehadiran paket ADAS ini membuat T1 tetap kompetitif dari sisi teknologi keselamatan aktif.
Keberadaan ADAS level dua di varian entry ini menjadi poin penting. Sebab, konsumen tidak hanya mendapatkan harga lebih rendah, tetapi juga tetap memperoleh fitur bantuan berkendara yang cukup lengkap.
Spesifikasi mesin
Di balik kap mesin, Jetour T1 mengandalkan mesin bensin turbo TGDI 1.500 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 170 PS pada 5.500 rpm.
Torsi puncaknya mencapai 270 Nm pada rentang 2.000 sampai 3.500 rpm. Karakter tenaga dan torsi tersebut menunjukkan fokus pada respons yang tetap bertenaga untuk kebutuhan berkendara harian maupun perjalanan luar kota.
Dengan mesin bensin turbo ini, T1 menawarkan alternatif bagi konsumen yang belum ingin beralih ke PHEV. Jetour tetap memberi pilihan performa konvensional dengan spesifikasi yang tidak ringan di atas kertas.
Harga dan posisi varian
Jetour memasarkan T1 dengan harga normal Rp 408 juta. Namun, perusahaan menyiapkan harga promo Rp 388 juta khusus untuk 500 konsumen pertama.
Selisih Rp 20 juta dari harga normal menjadi insentif yang cukup besar di fase awal penjualan. Skema ini juga mempertegas strategi Jetour untuk menarik minat pasar sejak peluncuran.
Dengan harga promo tersebut, T1 menempati posisi sebagai varian paling murah di keluarga Jetour T1 yang baru diperkenalkan. Konsumen pun mendapat opsi SUV bergaya tangguh dengan fitur ADAS level dua, enam airbag, layar 12,8 inci, serta mesin turbo 1.500 cc tanpa harus masuk ke varian PHEV.
Di tengah tren SUV yang semakin ramai, kombinasi harga pembuka, desain yang mirip T1 i-DM, dan fitur yang masih padat menjadi nilai jual utama model ini. Bagi 500 pembeli pertama, angka Rp 388 juta menjadi pintu masuk paling rendah untuk membawa pulang Jetour T1.
Source: oto.detik.com






