Jetour resmi memasuki babak baru di pasar Indonesia dengan meluncurkan T1 i-DM, mobil hybrid pertama merek tersebut di dalam negeri. SUV plug-in hybrid ini dibanderol Rp 558 juta dan membawa klaim jarak tempuh hingga 1.200 km dalam kondisi tangki penuh dan baterai terisi.
Kehadiran T1 i-DM menarik perhatian karena datang saat minat terhadap elektrifikasi terus tumbuh, tetapi konsumen masih menimbang soal jarak tempuh, infrastruktur pengisian daya, dan fleksibilitas penggunaan harian. Jetour memosisikan model ini sebagai jawaban bagi pengguna yang ingin efisiensi elektrifikasi tanpa mengorbankan kebutuhan perjalanan jauh.
Masuk ke segmen SUV hybrid yang kian ramai
Peluncuran T1 i-DM sekaligus menandai langkah baru Jetour dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Sebelumnya, merek asal China itu lebih dikenal lewat SUV bermesin konvensional dengan desain modern dan harga kompetitif.
Secara global, Jetour T1 disebut sebagai salah satu model terlaris Jetour. Model ini diklaim telah mencatat penjualan 169 ribu unit di berbagai negara, termasuk Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Asia.
Dengan bekal tersebut, T1 i-DM diharapkan memperkuat posisi Jetour di segmen SUV hybrid yang mulai ramai di pasar Indonesia. Strategi ini juga memperlihatkan upaya Jetour untuk masuk lebih dalam ke pasar elektrifikasi yang sedang berkembang.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch. Ranggy Radiansyah, mengatakan minat terhadap elektrifikasi terus meningkat. Namun, menurut dia, masih banyak konsumen yang khawatir terhadap jarak tempuh, infrastruktur pengisian daya, dan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi untuk aktivitas sehari-hari.
Ranggy menyebut pasar saat ini masih berada dalam fase transisi menuju elektrifikasi penuh. Karena itu, konsumen dinilai membutuhkan kendaraan yang efisien, nyaman digunakan, memberikan pengalaman berkendara optimal, dan tetap fleksibel untuk perjalanan jarak jauh.
Teknologi i-DM dan performa yang dibawa
Jetour menamai teknologi plug-in hybrid pada model ini sebagai i-DM atau Intelligent Dual Mode. Teknologi tersebut disebut dirancang dengan cara kerja yang adaptif terhadap kondisi perjalanan agar pengguna tidak perlu menyesuaikan diri dengan teknologi kendaraan.
Di balik bodinya, T1 i-DM mengusung mesin 1.500 cc yang dipadukan dengan transmisi hybrid DHT dan baterai LFP. Kombinasi ini diklaim mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar sekaligus performa yang lebih responsif.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 136 PS pada 5.200 rpm dan torsi 220 Nm di 2.500 rpm. Sementara motor listriknya menghasilkan tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm.
Salah satu nilai jual utama T1 i-DM ada pada klaim daya jelajahnya. Dalam kondisi tangki penuh dan baterai terisi, SUV ini disebut dapat menempuh hingga 1.200 km.
Angka tersebut menjadi sorotan karena langsung menjawab kekhawatiran umum konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi. Untuk penggunaan jarak jauh, klaim ini membuat T1 i-DM diposisikan sebagai model yang tidak menuntut pengisian bahan bakar atau daya baterai terlalu sering.
Desain boxy untuk gaya petualang
Selain teknologi hybrid, Jetour juga menonjolkan desain T1 i-DM. SUV ini tampil dengan karakter boxy yang tegas dan berotot, memberi kesan gagah sejak pandangan pertama.
Tampilannya sekilas mirip dengan Jetour T2. Namun, T1 i-DM tidak memakai ban serep model tempel di bagian belakang, sehingga terlihat lebih simpel.
Kesan modern diperkuat lewat garis bodi mengotak, overfender besar, dan penggunaan lampu bergaya futuristis. Jetour membidik konsumen yang menginginkan mobil bergaya petualang, tetapi tetap nyaman digunakan harian di perkotaan.
Pendekatan desain ini membuat T1 i-DM tidak hanya bermain di sisi efisiensi, tetapi juga pada karakter visual yang kuat. Di tengah pasar SUV yang padat, tampilan menjadi salah satu pembeda penting untuk menarik perhatian konsumen.
Harga dan varian yang ditawarkan
Jetour memasarkan T1 i-DM dengan harga Rp 558 juta. Untuk 500 konsumen pertama, Jetour memberi harga spesial Rp 538 juta.
Selain varian plug-in hybrid, Jetour juga menjual T1 versi mesin bensin turbo TGDI 1.500 cc. Varian konvensional ini dibanderol Rp 408 juta, atau Rp 388 juta untuk 500 konsumen pertama.
Mesin bensin turbo pada T1 versi konvensional menghasilkan tenaga 170 PS pada 5.500 rpm. Torsinya mencapai 270 Nm pada rentang 2.000-3.500 rpm.
Dengan menghadirkan dua pilihan mesin, Jetour memberi opsi kepada konsumen yang belum ingin langsung masuk ke teknologi plug-in hybrid. Di sisi lain, T1 i-DM menjadi penanda bahwa Jetour mulai serius membawa kendaraan elektrifikasi ke pasar Indonesia lewat model SUV yang menyasar kebutuhan gaya, efisiensi, dan mobilitas jarak jauh.
Source: oto.detik.com