Chery Kuasai Pasar PHEV Indonesia, Wuling Mulai Menekan Dari Belakang

Pasar PHEV Indonesia memasuki fase yang semakin ramai pada Januari–April 2026. Dalam periode itu, total wholesales mencapai 2.089 unit dan menunjukkan bahwa persaingan kini banyak digerakkan merek-merek yang merakit mobilnya secara lokal.

Peta pasar juga mulai memperlihatkan pola yang jelas. Chery tampil sebagai penguasa segmen, sementara Wuling muncul sebagai penantang baru dengan laju pertumbuhan yang cepat.

Chery menguasai pangsa terbesar

Chery mencatat 1.179 unit wholesales dan menguasai sekitar 56 persen pasar PHEV nasional selama empat bulan pertama 2026. Capaian ini menempatkan Chery sebagai motor utama pertumbuhan segmen tersebut di Indonesia.

Kontributor terbesar datang dari Chery Tiggo 8 CSH Premium dengan penjualan wholesales 768 unit. Model itu sekaligus menjadi PHEV terlaris di Indonesia pada periode Januari–April 2026.

Dominasi Chery memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia masih merespons positif teknologi elektrifikasi yang tetap memberi fleksibilitas mesin bensin. Faktor itu terasa penting di tengah keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah wilayah.

Wuling mulai menekan dari bawah

Di luar Chery, Wuling menjadi merek yang paling mencuri perhatian dari sisi pertumbuhan. Sepanjang Januari–April 2026, Wuling membukukan 407 unit wholesales di segmen hybrid dan PHEV.

Pergerakan bulanannya terlihat semakin agresif. Wuling mencatat 57 unit pada Januari, melonjak menjadi 193 unit pada April, setelah sempat berada di 48 unit pada Maret.

Lonjakan itu mengindikasikan penerimaan pasar yang semakin kuat terhadap teknologi elektrifikasi Wuling. Situasi tersebut juga membuat persaingan di segmen hybrid dan PHEV menjadi lebih ketat.

CKD terlihat lebih unggul dari CBU

Salah satu pola paling menonjol dari pasar PHEV saat ini adalah dominasi kendaraan rakitan lokal atau Completely Knocked Down. Merek seperti Chery, Wuling, dan Jaecoo mencatat volume yang jauh lebih tinggi dibanding model premium yang masih diimpor utuh atau CBU.

Faktor harga yang lebih kompetitif, ketersediaan suku cadang, dan dukungan insentif pemerintah menjadi pendorong utama tren itu. Dalam konteks ini, lokalisasi produksi tampak menjadi kunci penting untuk memperluas pasar elektrifikasi.

Jaecoo juga masuk dalam kelompok pemain yang menguat. Merek ini mencatat 266 unit wholesales dan ikut mempertegas posisi merek-merek Tiongkok sebagai pemain utama pertumbuhan PHEV nasional.

Merek premium tetap ada, tetapi terbatas

BMW, Lexus, Mazda, dan Volvo masih mempertahankan posisi di pasar PHEV Indonesia. Namun volume penjualannya relatif kecil dan cenderung berada di segmen niche.

Kondisi itu menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih banyak didorong produk yang lebih terjangkau dan diproduksi secara lokal. Model premium impor tetap memiliki tempat, tetapi belum menjadi penggerak utama volume.

Dari sisi momentum bulanan, Februari 2026 menjadi bulan terbaik dengan total wholesales 663 unit. Angka itu menegaskan bahwa minat terhadap PHEV terus tumbuh sebagai salah satu pilihan transisi menuju kendaraan listrik murni.

Dinamikanya juga menunjukkan bahwa persaingan belum akan berhenti di dua nama besar. Kehadiran BYD M6 DM pada pertengahan Mei membuka babak baru dalam perebutan konsumen PHEV, terutama di pasar yang menyukai MPV keluarga tujuh penumpang.

Dengan jaringan dealer BYD, popularitas M6 EV, dan preferensi pasar Indonesia terhadap model keluarga, M6 DM berpotensi menjadi penantang serius berikutnya. Persaingan elektrifikasi nasional pun kini tidak hanya terjadi di pasar BEV, tetapi juga di ruang PHEV yang mulai diperhitungkan konsumen.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Exit mobile version