BYD Pamer Sasis Aluminium Yangwang U8L, Lulus Angkat Beban 12 Ton

BYD menyorot salah satu terobosan paling ekstrem pada SUV premium Yangwang U8L: sasis aluminium satu bagian yang disebut lolos uji angkat beban 12 ton. Pencapaian itu bukan hanya soal angka, tetapi juga menunjukkan bagaimana pendekatan manufaktur ala industri kedirgantaraan mulai masuk ke kendaraan listrik kelas atas.

Teknologi ini dikembangkan sejak 2023 dan melibatkan Hantek, pemasok dengan latar belakang di industri kedirgantaraan. Kerja sama tersebut menghasilkan mesin pengecoran terintegrasi otomotif terbesar di China, yang dipakai untuk membentuk struktur besar pada U8L.

Struktur satu bagian untuk bodi berukuran penuh

Rangka Yangwang U8L memakai aluminium cor bertekanan rendah satu bagian yang disebut sebagai yang pertama di dunia untuk model tersebut. Area pengecoran terintegrasinya mencapai 4,2 meter persegi dengan ketebalan dinding bervariasi antara 4 mm hingga 50 mm.

BYD menilai pencapaian itu sulit dicapai lewat metode pengecoran otomotif konvensional. Target utamanya adalah membangun rangka kendaraan berukuran penuh yang lebih ringan, lebih kuat, tahan korosi, dan lebih tahan lama dibanding konstruksi baja tradisional.

Untuk mencapai hasil itu, BYD sempat mengevaluasi banyak material, mulai dari baja berkekuatan tinggi, baja hasil pembentukan panas, paduan titanium, hingga paduan aluminium. Setelah pengujian, aluminium dinilai sebagai satu-satunya material yang mampu memenuhi seluruh target performa sekaligus masih sesuai dengan kapasitas produksi yang tersedia.

Material kelas kedirgantaraan dan sambungan dingin

Berbeda dari struktur aluminium umum di industri otomotif, U8L memanfaatkan kombinasi paduan aluminium seri 6 dan seri 7 yang lazim dipakai di sektor kedirgantaraan. Material itu dipadukan dengan desain struktur berintegrasi tinggi untuk meningkatkan kekakuan tanpa menambah bobot berlebihan.

Tantangan teknis tidak berhenti pada pemilihan material. Insinyur BYD menilai kekuatan yang dibutuhkan hanya bisa dicapai lewat pengecoran terintegrasi berskala besar dan pengurangan area yang terdampak panas akibat pengelasan.

Karena itu, BYD memakai penyambungan dingin seperti baut dan paku keling, teknik yang lebih umum di industri penerbangan. Saat proyek dimulai, BYD menyebut belum ada pemasok yang memiliki peralatan untuk memproduksi struktur sebesar itu.

Dari kegagalan multi-bagian ke satu pengecoran tunggal

Upaya memakai solusi pengecoran belakang multi-bagian sempat gagal memenuhi target uji ketahanan berulang. Setelah itu, BYD menggandeng Hantek untuk mengembangkan mesin pengecoran terintegrasi yang kini dipakai di sektor otomotif China.

Hasilnya, proses produksi menjadi penerapan pertama teknologi pengecoran tekanan rendah terintegrasi untuk rangka kendaraan besar yang dikembangkan di dalam negeri. Jumlah komponen juga turun tajam dari 251 menjadi 119 bagian.

Sebanyak 67 komponen pada rangka belakang digabungkan menjadi satu bagian pengecoran tunggal. Efisiensi produksi ikut meningkat karena panjang pengelasan berkurang dari sekitar 100 meter menjadi hanya 9 meter.

Dampak pada kekuatan dan bobot

Pengurangan pengelasan itu disebut membantu menekan titik kelelahan material dan deformasi struktur. BYD juga menerapkan metode pengendalian rantai dimensi dari industri kedirgantaraan untuk memastikan distribusi beban baut dan keandalan sambungan saat menghadapi beban dinamis.

Perusahaan mengklaim performa titik sambungan utama naik lebih dari empat kali lipat, sementara kekuatan tarik meningkat lebih dari dua kali dibanding tahap pengembangan sebelumnya. Rangka aluminium yang selesai dikembangkan juga disebut memangkas bobot kendaraan hingga 56 kg.

Di sisi lain, kekakuan torsional U8L diklaim lebih dari 50 persen lebih tinggi dibanding model sekelasnya. BYD juga menyebut Yangwang U8L menjadi kendaraan pertama di industri otomotif yang berhasil melewati uji pengangkatan beban seberat 12 ton dengan struktur rangka terintegrasi.

Pengungkapan teknologi ini muncul saat Yangwang terus memperkuat citranya sebagai merek teknologi premium milik BYD. Pada Beijing Auto Show 2026, Yangwang menampilkan versi khusus U8L dan U9 Xtreme, sementara U9 Xtreme edisi terbatas tercatat sebagai kendaraan termahal yang pernah dipasarkan BYD dengan banderol 20 juta yuan.

Source: voi.id
Exit mobile version