Yamaha menghadirkan anomali di kelas skutik komuter lewat Axis Z model 2026 di Jepang. Motor ini hanya berbobot sekitar 100 kg, tetapi bagasinya justru mencapai 37,5 liter, angka yang melampaui Yamaha NMAX dan Honda PCX.
Kombinasi itu langsung menarik perhatian karena selama ini bagasi besar identik dengan bodi besar dan bobot lebih berat. Pada Axis Z, Yamaha justru menyatukan tubuh ringkas, bobot ringan, dan ruang simpan yang sangat lega dalam satu paket.
Axis Z diposisikan sebagai skutik 124 cc untuk kebutuhan komuter harian. Dimensinya tergolong ramah untuk penggunaan kota, dengan panjang 1.790 mm dan tinggi jok 770 mm.
Ukuran yang kompak itu tidak membuat daya angkutnya ikut mengecil. Di bawah jok, Yamaha menyediakan ruang 37,5 liter yang menjadi salah satu nilai jual paling menonjol dari model ini.
Untuk gambaran, kapasitas bagasi Yamaha NMAX berada di kisaran 23,3 liter. Honda PCX juga ada di sekitar 30 liter, sehingga angka 37,5 liter pada Axis Z terlihat sangat menonjol untuk motor yang jauh lebih ringan.
Keunggulan ini bukan datang tanpa alasan teknis. Yamaha memakai ban ukuran 100/90-10 di depan dan belakang, dengan lingkar velg 10 inci yang membantu menciptakan ruang lebih luas di area bawah jok.
Velg 10 inci membuat postur motor lebih rendah dan lincah saat diajak bermanuver. Pada saat yang sama, konfigurasi itu juga menyisakan ruang yang bisa dimaksimalkan menjadi bagasi jumbo.
Hasilnya, Axis Z menawarkan karakter yang sangat praktis untuk kebutuhan perkotaan. Helm, jas hujan, tas, hingga belanjaan bisa ditampung lebih mudah tanpa harus menambah boks atau aksesori lain.
Fokus pada kelincahan, bukan kecepatan puncak
Yamaha tidak merancang Axis Z sebagai skutik untuk mengejar top speed. Karakter motornya justru diarahkan untuk situasi jalanan kota yang padat, pendek, dan sering berhenti-jalan.
Mesin yang dipakai adalah Blue Core 124 cc, 4-tak, SOHC, 2-katup, dengan pendingin udara. Tenaga maksimalnya tercatat 8,3 dk pada 7.000 rpm.
Angka yang lebih menarik justru ada pada torsinya. Axis Z menghasilkan torsi maksimum 9,8 Nm pada 5.000 rpm, sehingga tenaga puntir sudah terasa pada putaran mesin rendah.
Karakter seperti ini sangat cocok untuk lalu lintas stop and go. Pengendara tidak perlu membuka gas terlalu dalam untuk mendapatkan tarikan awal yang responsif saat mulai bergerak dari lampu merah atau saat menyelip di kepadatan kendaraan.
Torsi bawah yang cepat muncul juga mendukung penggunaan harian di jalan perkotaan. Saat menghadapi antrean rapat atau tanjakan, respons motor lebih terasa mudah dikendalikan.
Dengan bobot yang hanya sekitar 100 kg, efeknya makin terasa dalam penggunaan nyata. Motor menjadi ringan saat dipindahkan, lebih mudah diparkir, dan tidak merepotkan saat dipakai di gang sempit.
Ramah dipakai banyak tipe pengendara
Kombinasi bobot ringan, tinggi jok 770 mm, dan roda 10 inci membuat Axis Z terasa bersahabat. Paket ini membuat motor mudah dijangkau oleh banyak pengendara, termasuk yang mencari skutik praktis untuk mobilitas harian.
Kelincahan menjadi salah satu kekuatan utamanya. Saat harus berputar di area sempit atau mencari ruang parkir di lokasi padat, ukuran bodi dan karakter setangnya lebih mendukung dibanding skutik bertubuh besar.
Yamaha juga menambahkan fitur yang mendukung kenyamanan penggunaan harian. Salah satunya adalah Smart Motor Generator atau SMG yang membuat proses menyalakan mesin terasa halus dan nyaris tanpa suara.
Untuk pengereman, Axis Z dibekali Unified Brake System atau UBS. Sistem ini membantu menyeimbangkan pengereman antara cakram depan dan tromol belakang secara otomatis.
Fitur tersebut relevan untuk kondisi kota yang penuh manuver mendadak. Saat kendaraan di depan tiba-tiba melambat atau ruang gerak menyempit, pengendara mendapat dukungan pengereman yang lebih terkendali.
Tangki bensinnya berkapasitas 5,5 liter. Kombinasi tangki itu dengan mesin Blue Core memperkuat orientasi Axis Z sebagai skutik komuter yang mengutamakan efisiensi dan kepraktisan.
Pada akhirnya, daya tarik Axis Z bukan terletak pada ukuran besar atau performa tinggi. Justru dari tubuh mungil dan bobot ringan itulah Yamaha berhasil menghadirkan salah satu nilai yang paling dicari pengguna skutik harian: bagasi sangat besar tanpa mengorbankan kelincahan di jalan kota.
Source: www.suara.com