Jetour T1 i-DM hadir dengan sorotan utama pada sistem penggerak hybrid yang dibangun dari tiga komponen inti. Kombinasi mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai LFP 18,4 kWh menjadi fondasi performa SUV ini.
Susunan tersebut tidak hanya mengejar tenaga, tetapi juga efisiensi dan kemudahan penggunaan harian. Hasilnya, T1 i-DM diklaim mampu menghadirkan mode berkendara listrik murni hingga 100 km berdasarkan standar WLTC.
Tiga komponen utama
Di jantung sistemnya, Jetour menanamkan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine generasi terbaru. Mesin 4 silinder 1.500 cc ini memang dirancang khusus untuk kendaraan hybrid.
Output mesin bensinnya mencapai 134,14 dk dengan torsi 220 Nm. Sistem ini dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 201,2 dk dan torsi 310 Nm.
Komponen kedua adalah Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Perangkat ini menjadi bagian penting dalam mengatur kerja mesin dan motor listrik agar penyaluran tenaga tetap efisien dalam berbagai kondisi berkendara.
Komponen ketiga datang dari baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Baterai ini mendukung DC fast charging dari 30 persen ke 80 persen dalam 27 menit.
Jetour juga menekankan aspek durabilitas dan keamanan pada baterai tersebut. Unit ini sudah mengantongi sertifikasi IP68, sehingga tahan terhadap air dan debu, sekaligus dirancang untuk penggunaan jangka panjang di beragam kondisi jalan dan cuaca.
Dari sisi efisiensi, mesin hybrid ini mencatat efisiensi thermal hingga 44,5 persen. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu teknologi mesin hybrid dengan efisiensi tinggi di kelasnya.
Fokus pada kenyamanan kabin
Selain sistem penggerak, T1 i-DM juga dibangun dengan fokus kuat pada kenyamanan kabin. Jetour membekali SUV ini dengan 79 titik peredam suara untuk membantu menjaga suasana interior tetap senyap.
Peredaman itu dipadukan dengan double-layer acoustic glass di area depan dan belakang. Jetour menyebut ultra-quiet NVH performance pada mobil ini mampu menjaga tingkat kebisingan kabin di bawah 40 dB saat kondisi idle.
Pendekatan tersebut membuat T1 i-DM tidak hanya menonjol sebagai SUV elektrifikasi yang efisien. Mobil ini juga diarahkan untuk memberikan pengalaman berkendara dan beristirahat yang lebih nyaman di dalam kabin.
Sejumlah fitur pendukung kenyamanan turut disiapkan. Daftarnya mencakup 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, ventilasi otomatis kabin, hingga leg rest untuk penumpang depan.
Fitur-fitur itu menunjukkan orientasi penggunaan yang lebih luas dari sekadar mobilitas harian. Kabin T1 i-DM juga disiapkan untuk mendukung waktu istirahat ketika kendaraan sedang berhenti.
Dimensi dan fungsi harian
Dari sisi ukuran, Jetour T1 i-DM memiliki panjang 4.705 mm. Wheelbase-nya mencapai 2.800 mm, dengan tinggi 1.843 mm dan lebar 1.967 mm.
Dimensi tersebut memberi gambaran bahwa T1 i-DM bermain di segmen SUV yang menawarkan ruang kabin lega. Basis roda yang panjang juga biasanya mendukung ruang kaki yang lebih lapang bagi penumpang.
Untuk kebutuhan aktivitas modern, mobil ini turut dilengkapi Vehicle-to-Load atau V2L 3,3 kW. Fitur ini memungkinkan kendaraan menyalurkan daya listrik ke perangkat eksternal.
Kehadiran V2L memperluas fungsi kendaraan di luar peran transportasi biasa. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan outdoor maupun aktivitas sehari-hari yang memerlukan suplai listrik dari mobil.
Dalam konteks penggunaan harian, kombinasi jarak tempuh listrik murni, pengisian cepat, dan suplai daya eksternal menjadi nilai tambah yang menonjol. T1 i-DM tidak hanya menekankan efisiensi bahan bakar, tetapi juga fleksibilitas pemakaian.
Gabungan performa dan efisiensi
Dengan tenaga mesin bensin 134,14 dk dan motor listrik 201,2 dk, T1 i-DM membawa karakter hybrid yang mengutamakan kombinasi performa dan efisiensi. Torsi 220 Nm dari mesin dan 310 Nm dari motor listrik juga memberi modal kuat untuk respons berkendara.
Seluruh paket itu diperkuat oleh DHT yang menghubungkan kerja ketiga komponen utama secara terintegrasi. Inilah yang menjadi alasan Jetour menempatkan mesin hybrid, transmisi khusus hybrid, dan baterai sebagai tiga elemen terpenting pada T1 i-DM.
Di luar angka performa, perhatian pada kenyamanan kabin dan fungsi penunjang seperti Nap Mode serta V2L membuat pendekatan mobil ini terasa menyeluruh. Jetour T1 i-DM tampil sebagai SUV hybrid yang tidak hanya bicara soal teknologi elektrifikasi, tetapi juga pengalaman penggunaan yang lebih praktis dan nyaman.
Source: kabaroto.com