Jetour T2 disebut masih menjadi penopang utama penjualan PT Jetour Sales Indonesia hingga pertengahan 2026. Model SUV bergaya boxy ini bahkan telah didistribusikan lebih dari 1.000 unit di seluruh Indonesia.
Klaim itu menunjukkan posisi T2 yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Jetour di pasar domestik. Di tengah persaingan SUV yang makin padat, T2 justru disebut mampu menjaga minat konsumen pada level yang relatif stabil.
Menurut Sales Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja, angka pemesanan T2 masih bertahan di kisaran yang sama seperti saat Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Februari. Kondisi itu menandakan permintaan terhadap model ini belum menunjukkan pelemahan berarti setelah pameran berakhir.
Michael menyebut T2 sebagai model yang memiliki peran sangat penting dalam pertumbuhan Jetour di Indonesia. Ia juga menegaskan popularitas SUV ini tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga di berbagai negara tempat Jetour hadir.
Kontributor utama penjualan
Dominasi T2 terlihat dari kontribusinya terhadap penjualan merek tersebut di Indonesia. Michael mengatakan Jetour T2 menjadi kontributor penjualan Jetour di Indonesia hingga saat ini.
Ia juga menyebut T2 telah meraih predikat nomor satu Chinese car di kategori bensin. Klaim itu memperkuat posisi model tersebut sebagai produk utama Jetour di pasar nasional.
Bagi Jetour, capaian distribusi lebih dari 1.000 unit bukan sekadar angka penjualan. Pencapaian ini juga menjadi indikator bahwa strategi merek tersebut mulai menemukan pijakan lewat satu produk yang paling mudah diterima konsumen.
Di segmen SUV, keberadaan model andalan memang kerap menentukan kekuatan sebuah merek. Dalam kasus Jetour, peran itu saat ini dipegang oleh T2.
Alasan T2 diminati
Menurut Michael, daya tarik T2 ditopang oleh kombinasi desain yang kuat, teknologi yang lengkap, dan kemampuannya menjawab kebutuhan mobilitas modern. Faktor-faktor itu disebut menjadi alasan mengapa T2 menjadi salah satu model yang paling diminati di berbagai pasar Jetour.
Karakter desain boxy menjadi salah satu identitas utama T2. Gaya ini memberi kesan tangguh sekaligus berbeda dibanding banyak SUV lain yang cenderung mengusung garis bodi lebih membulat.
Selain desain, aspek performa juga menjadi nilai jual penting. Jetour T2 mengandalkan mesin bensin 2.000 cc T-GDI yang menghasilkan tenaga 245 PS atau setara 243 dk dan torsi puncak 375 Nm.
Torsi maksimum tersedia pada rentang 1.750 sampai 4.000 rpm. Karakter ini membuat tenaga besar dapat dirasakan sejak putaran mesin rendah.
Konfigurasi tersebut memberi keuntungan dalam pemakaian harian. Mobil tetap nyaman digunakan di area perkotaan, namun juga dinilai siap melintasi kondisi jalan yang lebih menantang.
Mesin turbo dan 4WD
Tenaga dari mesin disalurkan melalui transmisi dual-clutch 7-percepatan atau 7DCT. Sistem ini dipadukan dengan penggerak Realtime 4WD.
Kombinasi mesin turbo, transmisi 7DCT, dan sistem 4WD menjadi salah satu faktor yang menopang popularitas T2. Paket teknis itu membuat SUV ini tidak hanya menonjol dari sisi tampilan, tetapi juga dari kemampuan berkendaranya.
Jetour menempatkan T2 sebagai SUV yang sanggup menghadapi beragam kondisi jalan. Pada saat yang sama, mobil ini tetap diarahkan untuk memberi respons berkendara yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern.
Pendekatan itu tampaknya berhasil menarik perhatian pasar. Saat banyak konsumen mencari SUV dengan tampilan kuat namun tetap relevan untuk penggunaan sehari-hari, T2 hadir dengan kombinasi yang dianggap sesuai.
Peran penting bagi Jetour di Indonesia
Bagi Jetour Sales Indonesia, keberhasilan T2 memberi arti strategis yang lebih luas. Model ini menjadi pintu masuk utama merek tersebut untuk membangun basis konsumen dan memperkuat kehadiran di pasar nasional.
Dengan distribusi yang telah melampaui 1.000 unit, T2 kini bukan lagi sekadar model perkenalan. SUV ini sudah berperan sebagai tulang punggung penjualan dan simbol awal penerimaan pasar terhadap merek Jetour di Indonesia.
Stabilnya pemesanan setelah IIMS 2026 juga menjadi sinyal penting. Minat konsumen tidak hanya bergantung pada momentum pameran, tetapi tetap terjaga setelahnya.
Kondisi itu memberi gambaran bahwa Jetour T2 masih memiliki daya tarik kuat di pasar domestik hingga pertengahan 2026. Selama kontribusinya tetap dominan, model ini kemungkinan besar akan terus menjadi produk kunci dalam ekspansi Jetour di Indonesia.
Source: otomotif.kompas.com








