Stellantis Taruh USD1,2 Miliar Di China, Peugeot Dan Jeep Siap Balik Lewat EV Lokal

Stellantis dan Dongfeng Motor tengah menyiapkan investasi 8 miliar yuan atau sekitar USD1,2 miliar untuk memproduksi kendaraan listrik Peugeot dan Jeep di China. Langkah ini menjadi upaya paling serius perusahaan untuk mengembalikan daya saing dua merek tersebut di pasar yang kini semakin dikuasai produsen lokal.

Investasi itu setara sekitar Rp21,36 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS. Melansir Yicai Global, proyek ini diarahkan untuk mengangkat kembali penjualan Peugeot dan Jeep yang sudah lama tertekan di China.

Fokus ke produksi lokal di Wuhan

Produksi akan dilakukan melalui Dongfeng Peugeot Citroën Automobile, perusahaan patungan Stellantis dan Dongfeng Motor. Mulai tahun depan, pabrik mereka di Wuhan ditargetkan merakit dua model listrik baru Peugeot dan dua model listrik off-road baru Jeep.

Mobil-mobil listrik itu tidak hanya dibidik untuk pasar China. Kendaraan tersebut juga akan dijual ke pasar luar negeri, sehingga proyek ini punya jangkauan yang lebih luas dari sekadar pemulihan di satu negara.

Stellantis akan menyetor sekitar 130 juta euro atau USD151,4 juta untuk proyek tersebut. Investasi ini juga mendapat dukungan dari kebijakan industri di Provinsi Hubei dan Kota Wuhan.

Hubungan lama jadi modal baru

CEO Stellantis Antonio Filosa menyebut kerja sama lebih dari 30 tahun dengan Dongfeng sebagai modal penting untuk membawa produk baru berbasis teknologi EV. Ia mengatakan kedua pihak siap memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk memperkenalkan kendaraan baru dengan teknologi EV mutakhir.

Chairman Dongfeng Motor Yang Qing juga menegaskan bahwa transformasi Dongfeng Peugeot Citroën Automobile menjadi prioritas strategis perusahaannya. Menurut dia, kerja sama ini menggabungkan kekuatan industri Hubei, jaringan global Stellantis, dan teknologi kendaraan listrik pintar milik Dongfeng.

Tekanan pasar China masih berat

Langkah ini datang saat posisi Stellantis di China masih rapuh. Yicai Global mencatat, Dongfeng Peugeot Citroën, satu-satunya perusahaan patungan Stellantis yang masih tersisa di China, hanya menjual 51.507 unit kendaraan tahun lalu.

Penjualan itu turun 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut juga merosot lebih dari 90 persen dari masa puncaknya satu dekade lalu.

Kondisi itu membuat Stellantis perlu mencari jalan baru setelah pengalaman pahit di perusahaan patungan lain. GAC Fiat Chrysler sebelumnya masuk proses pailit dan likuidasi pada 2022, dan produksi lokal Jeep lewat entitas itu ikut dihentikan.

Sejak saat itu, Jeep di China hanya mengandalkan model impor. Proyek baru bersama Dongfeng kini menjadi tumpuan Stellantis untuk memperbaiki kembali posisi Peugeot dan Jeep di pasar yang bergerak cepat ke kendaraan listrik.

Source: voi.id
Exit mobile version