Mitsubishi memastikan akan kembali masuk ke segmen pikap ukuran menengah di Amerika Serikat setelah lebih dari dua dekade tidak bermain di pasar itu. Langkah ini ditempuh lewat kerja sama dengan Nissan untuk mengembangkan model baru yang ditujukan khusus bagi konsumen AS.
Kabar ini menarik karena proyek tersebut disebut akan memberi Mitsubishi jalan cepat untuk kembali hadir di salah satu segmen yang kuat di pasar otomotif Amerika. Dengan memanfaatkan basis produksi di AS, Mitsubishi juga berpeluang menekan hambatan biaya tambahan yang berkaitan dengan tarif impor.
Menurut Car and Driver, pikap baru itu diperkirakan akan berbasis Nissan Frontier generasi terbaru dan diproduksi langsung di Amerika Serikat. Strategi ini sekaligus memperlihatkan arah baru Mitsubishi yang ingin memperluas jajaran kendaraan dengan kemampuan off-road.
Kerja sama dengan Nissan dinilai penting karena Mitsubishi saat ini menjadi satu-satunya produsen mobil Jepang yang tidak memiliki fasilitas produksi sendiri di Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti itu, kolaborasi manufaktur menjadi solusi strategis untuk memperkuat pijakan perusahaan di pasar otomotif terbesar tersebut.
Basis teknis dan arah pengembangan
Pikap anyar Mitsubishi kemungkinan akan memakai platform body-on-frame generasi baru yang sedang dikembangkan Nissan. Platform ini dijadwalkan meluncur sekitar 2028 dan akan menjadi dasar bagi sejumlah model baru Nissan dan Infiniti.
Selain Nissan Frontier generasi berikutnya, arsitektur yang sama juga disebut akan digunakan untuk SUV Nissan Xterra terbaru. Beberapa SUV premium dari Infiniti juga akan berbagi fondasi tersebut, sehingga proyek ini tampak menjadi bagian dari pengembangan produk yang lebih luas di dalam aliansi.
Bagi Mitsubishi, memakai platform yang sudah dikembangkan mitra memberi keuntungan besar dari sisi efisiensi. Perusahaan tidak perlu membangun proyek pikap untuk pasar AS dari nol, tetapi tetap bisa menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen setempat.
Meski jadwal peluncuran resmi belum diumumkan, model itu diperkirakan hadir sebelum 2030. Artinya, proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan jangka menengah, tetapi arah bisnisnya sudah mulai terlihat jelas.
Bagian dari target pertumbuhan penjualan
CEO Mitsubishi, Takao Kato, menyebut pikap baru tersebut masuk dalam target perusahaan untuk meningkatkan penjualan global dalam beberapa tahun ke depan. Proyek ini bukan sekadar menambah satu model, melainkan bagian dari strategi pertumbuhan yang lebih besar.
Mitsubishi menargetkan penjualan tahunan naik dari sekitar 797.000 unit pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret menjadi sekitar 930.000 unit per tahun pada awal dekade 2030-an. Kehadiran model baru di pasar besar seperti Amerika Serikat dinilai bisa membantu menopang ambisi tersebut.
Pikap juga punya nilai strategis karena segmen ini masih penting di AS, terutama untuk konsumen yang mencari kendaraan serbaguna dan tangguh. Dengan membawa model baru di kelas menengah, Mitsubishi mencoba mengisi celah yang sudah lama ditinggalkan.
Sebagai catatan, Mitsubishi terakhir kali menjual pikap di Amerika Serikat pada 2009 melalui Raider. Model itu pada dasarnya merupakan versi rebadge dari Dodge Dakota, sehingga kembalinya Mitsubishi ke segmen ini juga menandai upaya membangun pijakan yang lebih relevan untuk era baru.
Fokus baru pada kendaraan off-road
Rencana pikap baru ini sejalan dengan strategi Mitsubishi yang lebih luas untuk memperkuat lini kendaraan berkemampuan off-road. Dalam waktu bersamaan, perusahaan juga dikabarkan menyiapkan kebangkitan SUV legendaris Pajero.
Dalam presentasi perusahaan, terlihat rencana pengembangan keluarga SUV Pajero yang juga akan mencakup model berukuran lebih kecil di bawah Pajero utama. Hal ini menunjukkan bahwa Mitsubishi tidak hanya menyiapkan satu produk ikonik, tetapi juga ekosistem SUV yang lebih luas.
Presentasi itu juga memuat tulisan “Pajero = Montero”. Detail tersebut memunculkan spekulasi bahwa nama Montero bisa kembali dipakai di pasar Amerika Serikat, mengingat nama itu pernah menjadi identitas Pajero di wilayah tersebut.
Jika proyek pikap dan keluarga Pajero berjalan sesuai arah pengembangan yang sudah ditampilkan, Mitsubishi akan punya narasi baru yang lebih kuat di pasar AS. Fokusnya tampak mengarah pada kendaraan tangguh, berkarakter petualang, dan punya daya tarik historis bagi sebagian konsumen.
Kerja sama dengan Nissan tidak berhenti di pikap
Kolaborasi kedua perusahaan juga tidak terbatas pada kendaraan niaga ringan dan SUV. Mitsubishi disebut berencana meluncurkan mobil listrik kompak untuk konsumen AS dalam waktu dekat, yang disebut-sebut akan menjadi versi rebadge dari Nissan Leaf generasi terbaru.
Arah ini memperlihatkan pola kerja sama yang makin dalam antara Mitsubishi dan Nissan di pasar Amerika. Di satu sisi ada ekspansi ke segmen pikap dan off-road, sementara di sisi lain ada persiapan masuk ke pasar kendaraan listrik kompak.
Bila strategi ini berjalan sesuai rencana, Mitsubishi akan kembali hadir di AS dengan portofolio yang lebih beragam dibanding sebelumnya. Bukan hanya mengandalkan satu model, melainkan membangun kembali posisinya lewat kerja sama manufaktur, pengembangan platform bersama, dan produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat.
