BMW M2 Kini Punya AWD, Tetap Bisa 2WD dan Lebih Kencang 0,3 Detik

BMW kembali memperluas keluarga performa M2 lewat kehadiran varian M xDrive, yang langsung menarik perhatian karena membawa penggerak semua roda ke coupe kompak andalannya. Langkah ini membuat M2 tampil lebih serius di atas kertas, tanpa kehilangan karakter mobil sport entry-level yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.

Keistimewaannya bukan sekadar tambahan penggerak AWD, melainkan cara BMW mengatur karakter berkendaranya. Dalam penggunaan normal, tenaga tetap diarahkan ke roda belakang, tetapi sistem akan mengaktifkan roda depan saat kondisi menuntut traksi lebih besar.

Karakter luar tetap akrab

Secara tampilan, M2 M xDrive tidak mendapat ubahan mencolok dibandingkan versi RWD. Mobil ini tetap mempertahankan bentuk coupe kompak yang ringkas, tetapi BMW memberi pilihan warna yang lebih beragam untuk memperkuat kesan eksklusif.

Tersedia lima pilihan warna metalik dan tiga opsi solid untuk varian ini. BMW juga menambahkan enam warna dari lini BMW Individual, termasuk Borusan Turkish Blue yang baru pertama kali hadir di BMW M2.

Teknologi M xDrive jadi pembeda utama

Sistem M xDrive menggunakan kopling multi-plat yang dikontrol secara elektronik pada kotak transfer. Fungsinya adalah membagi tenaga mesin secara halus ke roda depan dan belakang sesuai kebutuhan.

Dalam kondisi berkendara biasa, mobil ini tetap mengutamakan penggerak belakang. Saat situasi berubah, sistem dapat mengalihkan tenaga ke roda depan untuk menjaga traksi dan stabilitas.

BMW juga menghubungkan sistem ini ke Active M Differential, kontrol traksi khusus M, dan Dynamic Stability Control atau DSC. Kombinasi tersebut membuat respons mobil menyesuaikan diri lebih cepat dan lebih presisi saat pengemudi menekan mobil secara dinamis.

Sistem ini turut didukung limited-slip differential yang memungkinkan perbedaan kecepatan putaran antara roda depan dan belakang. BMW menyebut proses itu bisa berlangsung tanpa melibatkan manajemen DSC pusat, sehingga responsnya lebih cepat dan rasa keseimbangannya tetap terasa kuat.

Masih bisa dibuat lebih liar

BMW memberi opsi konfigurasi penggerak yang lebih ekstrem bagi pengguna. Mode 2WD tersedia dengan DSC dinonaktifkan, sehingga torsi hanya dikirim ke roda belakang.

Pilihan ini menunjukkan bahwa M2 M xDrive tidak hanya dirancang untuk traksi ekstra, tetapi juga tetap memberi ruang bagi karakter berkendara klasik khas M. Dengan begitu, mobil ini bisa tampil aman dan stabil saat dibutuhkan, tetapi tetap memberi sensasi penggerak belakang ketika mode tersebut dipilih.

Tenaga tetap sama, akselerasi lebih cepat

Di balik kap mesin, BMW tetap mempertahankan mesin 3.0 liter 6-silinder twin-turbo dengan teknologi BMW M Ignite. Output-nya mencapai 480 hp, sehingga performa dasarnya tidak berubah dari karakter M2 yang sudah dikenal bertenaga.

Perbedaan paling terasa muncul pada akselerasi. Berkat M xDrive, M2 ini mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,7 detik, atau 0,3 detik lebih cepat dibandingkan versi RWD.

Kecepatan puncaknya dibatasi di 250 km/jam, lalu naik menjadi 285 km/jam jika dipasangi M Driver Package. Kombinasi ini membuat M2 M xDrive bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih fleksibel untuk berbagai kondisi jalan dan gaya berkendara.

Pemesanan BMW M2 M xDrive dibuka pada akhir musim panas tahun ini. Mobil ini disiapkan untuk pasar AS, Jerman, dan Tiongkok, menandai langkah BMW memperluas opsi performa tinggi pada salah satu model sport kompak paling menarik di lini M.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Exit mobile version