Sebanyak 11 dealer Daihatsu di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Jawa Timur sudah berhenti beroperasi. Penutupan itu memunculkan dugaan kuat bahwa jaringan tersebut akan berganti menjadi merek China, di tengah pergeseran bisnis dealer mobil Jepang yang makin sering terjadi.
Kasus ini menjadi sorotan karena yang terdampak bukan jaringan kecil. Seluruh dealer yang tutup berasal dari satu mitra, yakni Asco Automotive, yang selama ini melayani pelanggan Daihatsu sejak 1989.
Satu mitra, 11 outlet resmi
PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation atau AI DSO mengonfirmasi bahwa yang berhenti beroperasi adalah satu mitra dealer saja. Customer Relation Division Head AI DSO Tri Mulyono menyebut mitra tersebut memiliki 11 outlet resmi Daihatsu yang tersebar di DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Dari total itu, lima outlet berada di area Jakarta, satu di Bekasi, dan lima lainnya di Jawa Timur. Tri juga menegaskan penutupan tersebut tidak terjadi pada seluruh jaringan Daihatsu, karena perusahaan rekanan lain masih berjalan normal.
Asco Automotive dan perubahan arah bisnis
Asco Automotive memang lama menjadi bagian dari ekosistem Daihatsu. Berdasarkan situs perusahaan, mereka juga memiliki dealer Isuzu serta UD Trucks, sehingga portofolio bisnisnya tidak hanya bergantung pada satu merek.
Sebelum konfirmasi resmi dari Daihatsu, Asco sempat mengunggah konten di media sosial yang menyebut mereka tak lagi terafiliasi dengan Daihatsu mulai 1 Juni 2026. Unggahan itu kemudian dihapus, namun pesan tersebut sudah lebih dulu memicu perhatian di kalangan pasar otomotif.
Tidak berdiri sendiri di industri dealer
Peralihan dealer dari merek Jepang ke merek China bukan gejala baru. Sebelumnya, dealer Honda juga disebut banyak yang tutup lalu beralih ke merek China, mengikuti perubahan orientasi bisnis yang dinilai makin mengarah pada segmen elektrifikasi.
Merek China dinilai menarik bagi sebagian dealer karena fokus pada produk elektrifikasi dan mendapat dukungan pemerintah. Perubahan ini membuat banyak pelaku usaha dealer membaca ulang arah pasar dan menyesuaikan portofolio mereka.
Daihatsu masih punya jaringan luas
Di tengah penutupan 11 outlet tersebut, skala bisnis Daihatsu di Indonesia masih besar. Pada April 2026, Daihatsu sempat menjelaskan bahwa mereka menaungi 23 grup dealer dengan total sekitar 260 jaringan penjualan.
Separuh jaringan itu terafiliasi Grup Astra, sedangkan sisanya berasal dari jaringan independen. Artinya, berhentinya satu mitra tidak otomatis mengubah struktur jaringan secara keseluruhan, meski tetap menjadi sinyal penting bagi dinamika bisnis dealer di lapangan.
Tekanan perubahan pasar otomotif
Fenomena ini juga mendapat sorotan dari pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menilai pergeseran ke arah kendaraan listrik menjadi tantangan bagi produsen otomotif Jepang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan pasar.
Agus juga menyinggung arahan agar industri otomotif segera bergerak ke EV, baik motor, mobil, truk, maupun bus. Dalam konteks itu, perpindahan dealer dari merek Jepang ke merek China menunjukkan bahwa perubahan pasar tidak hanya terjadi di sisi produk, tetapi juga di jaringan distribusi yang menjualnya.
Source: www.cnnindonesia.com