Wuling belum membuka harga resmi baterai untuk Eksion, meski SUV elektrifikasi tujuh penumpang itu sudah diluncurkan ke pasar. Alasan utamanya bukan karena informasi tersebut diabaikan, melainkan karena perusahaan menilai seluruh konsumen saat ini masih terlindungi penuh oleh program garansi.
Bagi calon pembeli mobil elektrifikasi, harga baterai biasanya menjadi salah satu faktor paling sensitif sebelum mengambil keputusan. Namun pada kasus Eksion, Wuling menegaskan fokus saat ini ada pada perlindungan purna jual, sehingga konsumen disebut tidak perlu memikirkan biaya penggantian baterai selama masih dalam cakupan garansi.
Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko, mengatakan keputusan tidak merilis harga baterai diambil karena model ini baru saja diluncurkan. Menurut dia, konsumen Eksion saat ini sudah masuk dalam perlindungan garansi standar maupun garansi seumur hidup tambahan untuk pembeli pertama.
Danang menjelaskan, jika terjadi masalah pada baterai dan konsumen mengajukan klaim ke dealer, kerusakan tersebut masih tercakup dalam garansi. Dengan skema itu, beban biaya penggantian baterai belum menjadi persoalan yang mendesak bagi pemilik awal kendaraan.
Garansi jadi jawaban utama
Strategi yang dipakai Wuling untuk Eksion adalah garansi berlapis pada varian PHEV maupun BEV. Langkah ini dirancang untuk memberi rasa tenang kepada konsumen yang masih mempertimbangkan risiko biaya perbaikan pada kendaraan elektrifikasi.
Untuk pembeli pertama, Wuling menyediakan Lifetime Core EV Components Warranty atau garansi seumur hidup komponen inti EV. Program ini menjadi nilai tambah di luar garansi standar yang memang sudah diberikan untuk komponen utama kendaraan elektrifikasi.
Meski begitu, garansi seumur hidup tersebut tidak berlaku selamanya untuk semua pemilik kendaraan. Fasilitas itu hanya bisa dinikmati oleh tangan pertama atau pembeli pertama kendaraan.
Danang menyebut, secara standar Wuling memberikan garansi selama 8 tahun atau 120 ribu kilometer. Cakupan itu berlaku untuk tiga komponen utama yang ada di mobil EV dan PHEV Wuling.
Tiga komponen utama tersebut umumnya meliputi baterai atau power battery, motor penggerak atau drive motor, serta unit kontrol motor atau motor controller system. Dengan perlindungan pada tiga bagian itu, area yang paling mahal dalam kendaraan elektrifikasi justru menjadi fokus jaminan pabrikan.
Bagaimana jika mobil dijual kembali?
Pertanyaan berikutnya muncul saat kendaraan berpindah tangan ke pasar mobil bekas. Dalam skema ini, garansi seumur hidup milik pembeli pertama memang tidak ikut berpindah ke pemilik berikutnya.
Namun, Wuling menegaskan perlindungan pabrikan tidak otomatis hilang seluruhnya saat mobil dijual. Pembeli kedua tetap bisa menikmati sisa garansi standar yang masih berlaku dari periode 8 tahun tersebut.
Artinya, jika kendaraan dijual sebelum masa garansi standar berakhir, pemilik berikutnya tetap memperoleh perlindungan atas komponen utama sesuai sisa waktu atau sisa jarak tempuh. Skema ini memberi jaminan bahwa nilai perlindungan mobil bekas Eksion masih tetap ada, meski tidak lagi membawa fasilitas lifetime warranty.
Penjelasan ini penting karena baterai dan komponen inti EV sering kali menjadi kekhawatiran utama di pasar mobil bekas. Dengan adanya sisa garansi standar, Wuling berupaya menjaga kepercayaan konsumen, baik saat membeli unit baru maupun ketika mempertimbangkan unit tangan kedua.
Konteks Eksion di pasar
Eksion sendiri hadir sebagai SUV ramah lingkungan berkapasitas tujuh penumpang. Model ini diperkenalkan sebagai salah satu pemain baru di segmen SUV keluarga elektrifikasi, dengan pilihan teknologi medium Plug-in Hybrid Electric Vehicle dan Battery Electric Vehicle.
Keputusan menahan informasi harga baterai menunjukkan Wuling sedang menempatkan isu kepemilikan jangka awal pada aspek perlindungan, bukan pada biaya penggantian komponen. Pendekatan ini berbeda dari ekspektasi sebagian konsumen yang biasanya ingin mengetahui harga baterai sejak awal sebagai bahan menghitung biaya kepemilikan jangka panjang.
Di sisi lain, penjelasan perusahaan juga memberi sinyal bahwa harga baterai belum menjadi informasi yang dianggap mendesak untuk fase awal pemasaran. Selama konsumen pertama masih berada dalam payung garansi standar dan extended lifetime, risiko pengeluaran besar akibat kerusakan baterai diklaim sudah diantisipasi.
Bagi pasar, langkah ini dapat dibaca sebagai upaya membangun rasa aman di tengah kekhawatiran umum terhadap kendaraan elektrifikasi. Apalagi, baterai, motor penggerak, dan sistem kontrol motor merupakan tiga komponen yang paling menentukan biaya perbaikan bila terjadi kerusakan.
Karena itu, absennya harga baterai Eksion untuk saat ini tidak berdiri sendiri sebagai kekosongan informasi. Wuling justru menempatkannya dalam kerangka perlindungan garansi, dengan penekanan bahwa pembeli pertama memperoleh jaminan paling luas, sementara pemilik berikutnya tetap mendapat sisa perlindungan standar atas komponen utama kendaraan.
Source: oto.detik.com