Wuling Starlight 560 Datang dengan Harga Rp 150 Jutaan, SUV 1.100 Km yang Mengusik Rival

Wuling resmi meluncurkan Starlight 560, medium SUV baru yang langsung menarik perhatian karena kombinasi harga murah dan efisiensi tinggi. Di pasar asalnya, model ini dibuka mulai 62.800 Yuan atau sekitar Rp 152 jutaan, angka yang sangat agresif untuk ukuran SUV dengan dimensi besar.

Sorotan terkuatnya datang dari varian plug-in hybrid yang diklaim mampu menempuh jarak total hingga 1.100 km. Kemampuan ini membuat Starlight 560 menonjol di tengah persaingan SUV keluarga, terutama bagi konsumen yang mencari mobil hemat namun tetap serbaguna.

Jarak tempuh jadi senjata utama

Wuling menawarkan tiga pilihan sumber tenaga pada Starlight 560, yakni plug-in hybrid, bensin konvensional, dan listrik murni. Strategi ini memberi pilihan lebih luas kepada konsumen dengan kebutuhan penggunaan yang berbeda.

Varian PHEV menjadi pusat perhatian karena menggabungkan mesin bensin 1.5L dengan motor listrik. Saat baterai penuh, mobil ini bisa melaju hingga 125 km dalam mode listrik murni, lalu menembus total 1.100 km ketika baterai dan tangki bahan bakar digunakan bersama.

Efisiensi bahan bakarnya juga diklaim cukup impresif. Dalam kondisi baterai habis, konsumsi BBM tercatat sekitar 5,3 liter per 100 km atau setara sekitar 18,8 km per liter.

Untuk konsumen yang masih menginginkan mesin pembakaran internal murni, Wuling menyiapkan varian bensin 1.5L turbo. Mesin ini menghasilkan tenaga 174 hp dan torsi puncak 290 Nm, dengan pilihan transmisi manual 6-percepatan atau CVT.

Pilihan lain hadir dalam bentuk varian listrik murni. Model ini memakai motor listrik tunggal bertenaga 134 hp yang dipadukan dengan baterai LFP, dengan jarak tempuh tertinggi mencapai 500 km.

Kemampuan pengisian dayanya juga menjadi nilai jual tersendiri. Wuling menyebut fast charging 2C memungkinkan pengisian dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam 20 menit.

Kabin lega dan bagasi fleksibel

Di luar angka efisiensi, Wuling juga menempatkan kepraktisan kabin sebagai daya tarik besar Starlight 560. SUV ini dirancang untuk kebutuhan keluarga modern dan pengguna aktif yang membutuhkan ruang luas serta fleksibel.

Wuling menyebut tingkat pemanfaatan ruang interiornya mencapai 83 persen. Angka ini mendukung klaim bahwa kabin mobil dibuat menyerupai ruang keluarga yang nyaman untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

Bagasi standar Starlight 560 memiliki kapasitas 763 liter. Saat kursi baris kedua dilipat rata dengan konfigurasi 4/6, kapasitasnya melonjak hingga 1.945 liter.

Ruang sebesar itu membuat mobil ini lebih siap untuk membawa barang berukuran besar. Sepeda, perlengkapan camping, hingga barang dagangan disebut bisa diakomodasi dengan lebih mudah.

Keunikan lain ada pada kursi depan yang bisa direbahkan penuh hingga 180 derajat. Fitur ini menghadirkan apa yang disebut sebagai Bed Mode, sehingga area depan dan belakang bisa menyatu menjadi ruang rebah untuk beristirahat.

Nuansa kabin juga dibuat lebih premium lewat konsep desain minimalis. Permukaan interior dilapisi bahan kulit sintetis premium setebal 10 mm.

Dimensi besar, fitur modern

Secara ukuran, Starlight 560 masuk ke segmen medium SUV dengan bodi yang cukup berisi. Mobil ini memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan wheelbase 2.810 mm.

Dimensi tersebut mendukung kabin belakang yang tetap lega untuk penumpang. Jarak sumbu roda yang panjang biasanya juga memberi kontribusi terhadap kenyamanan ruang kaki.

Pada bagian dashboard, Wuling memasang layar sentuh pusat berukuran 12,8 inci. Sistem ini berjalan dengan Ling OS, yang menjadi basis untuk fitur pintar pada kendaraan.

Perlengkapan lain yang disematkan mencakup panel instrumen digital dan wireless charging untuk ponsel pintar. Untuk menunjang kenyamanan berkendara, bagian belakang juga sudah memakai suspensi independent multi-link.

Penggunaan suspensi tersebut diarahkan untuk menghasilkan bantingan yang lebih empuk dan stabil. Ini menjadi poin penting untuk SUV keluarga yang dituntut nyaman di berbagai kondisi jalan.

Peluang masuk Indonesia

Kabar soal Starlight 560 juga relevan untuk pasar Indonesia. Wuling diketahui sudah mendaftarkan hak paten SUV ini di Indonesia, sehingga membuka peluang kehadirannya di dalam negeri.

Di pasar nasional, mobil ini santer dikabarkan akan memakai nama Wuling Eksion. Model tersebut disebut-sebut bisa diposisikan untuk menemani atau bahkan menjadi penerus lini Wuling Almaz.

Jika benar dipasarkan di Indonesia, harganya diperkirakan akan mengalami penyesuaian karena faktor pajak dan biaya distribusi. Meski begitu, dengan bekal jarak tempuh panjang, kabin lapang, serta harga awal yang agresif di negara asalnya, Starlight 560 berpotensi menjadi penantang serius di kelas medium SUV.

Exit mobile version