Pabrik Di Subang Terbakar Sebelum Beroperasi, BYD Sebut Hanya Kebakaran Kecil

BYD Motor Indonesia akhirnya buka suara setelah kabar kebakaran di pabriknya di Subang, Jawa Barat, ramai beredar di media sosial. Perusahaan menegaskan insiden itu memang terjadi, tetapi dikategorikan sebagai kebakaran kecil di salah satu bangunan yang masih dalam tahap konstruksi.

Narasi yang beredar sebelumnya menyebut api dipicu puntung rokok. BYD belum menguatkan penyebab itu dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

Insiden terjadi di area konstruksi

Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan api muncul di bagian atap bangunan dan memicu asap. Ia menyebut situasi berhasil dikendalikan dalam waktu singkat.

Menurut BYD, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Perusahaan juga menegaskan lokasi yang terdampak bukan bangunan yang sudah beroperasi, melainkan bagian proyek yang masih dibangun.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam pekat keluar dari sebuah bangunan yang belum sepenuhnya rampung. Video itu diduga diambil dari gedung lain yang lebih tinggi.

Penyebab masih diselidiki

BYD menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. Perusahaan belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai pemicu awal insiden tersebut.

Di tengah penyelidikan, BYD menginstruksikan kontraktor untuk memperkuat penerapan protokol dan standar keselamatan di seluruh area proyek. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa di area pembangunan pabrik.

Pabrik ditargetkan jadi basis produksi baru

Pabrik perakitan kendaraan BYD di Subang sebelumnya disebut sudah memasuki tahap akhir pembangunan. Fasilitas itu menjadi salah satu investasi besar perusahaan di Indonesia dengan nilai mencapai Rp11,2 triliun.

Pabrik tersebut sempat dijanjikan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026, tetapi hingga kini belum terealisasi. Saat resmi berjalan, fasilitas ini ditargetkan mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.

Kabar kebakaran itu memicu perhatian publik karena pabrik tersebut belum mulai beroperasi. Kondisi ini membuat insiden di area konstruksi tersebut langsung menjadi sorotan, terlebih setelah beredar klaim di media sosial bahwa api berasal dari puntung rokok.

BYD kini masih fokus memastikan penyebab kejadian dan pengamanan di area proyek. Perusahaan juga menekankan bahwa insiden itu berlangsung singkat dan tidak menimbulkan dampak pada keselamatan pekerja.

Source: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version