Hyundai Ioniq V Muncul Nyaris Siap Produksi, Andalkan Kabin 27 Inci dan 800 Volt

Hyundai Ioniq V semakin dekat ke tahap produksi massal di China setelah wujud terbarunya kembali tertangkap kamera. Sedan listrik bergaya fastback itu tampil dengan bodi yang sudah sangat matang, seolah menegaskan bahwa fase pengembangan akhir sedang berlangsung.

Kemunculan ini juga memperkuat arah desain yang sebelumnya sudah diperlihatkan Hyundai lewat Beijing Auto Show 2026 dan sejumlah dokumen regulasi. Kini, panel bodi terlihat lebih rapi, sementara elemen pencahayaan tampak mendekati spesifikasi produksi final.

Desain luar mengutamakan aerodinamika

Hyundai Ioniq V membawa bahasa desain yang bersih dan modern. Garis atap fastback mengalir dari depan ke belakang untuk membantu efisiensi udara, lalu dipadukan dengan pintu tanpa bingkai dan gagang pintu semi-tersembunyi.

Bagian belakang juga dibuat fungsional. Lampu memanjang yang membentang penuh disandingkan dengan diffuser ringkas untuk menjaga karakter aerodinamis tanpa mengorbankan tampilan futuristis.

Secara dimensi, mobil ini punya panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Ukuran tersebut menempatkannya di segmen sedan listrik menengah yang persaingannya sangat ketat di China.

Kabin digital dengan perangkat keras kelas atas

Masuk ke dalam, Ioniq V menawarkan kabin yang mengandalkan pendekatan digital penuh. Hyundai memasang layar ganda 4K berukuran 27 inci yang terintegrasi dan head-up display untuk mendukung pengalaman berkendara modern.

Seluruh sistem kabin dijalankan oleh chip Snapdragon 8295. Prosesor ini diklaim mampu menangani infotainment, perintah suara, dan pengoperasian berbagai fungsi kendaraan secara bersamaan dengan cepat.

Hyundai juga menambahkan pencahayaan ambient berlapis untuk memperkuat nuansa modern di interior. Kombinasi itu membuat kabin Ioniq V terasa selaras dengan tema eksterior yang futuristis.

Ada opsi BEV dan EREV untuk pasar China

Untuk China, Hyundai menyiapkan Ioniq V dalam dua konfigurasi, yaitu Battery Electric Vehicle atau BEV dan Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Strategi ini menunjukkan pendekatan yang lebih fleksibel untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang berbeda.

Pilihan motor listriknya juga beragam. Hyundai menyiapkan varian 140 kW atau sekitar 190 dk dan 168 kW atau sekitar 228 dk, sesuai dengan kebutuhan performa yang ditawarkan di pasar tersebut.

Mobil ini memakai arsitektur kelistrikan 800 volt. Arsitektur itu mendukung pengisian daya cepat DC dengan efisiensi lebih tinggi pada infrastruktur yang kompatibel.

Paket baterainya dipasok CATL. Hyundai menyebut paket ini dirancang untuk memberi kapasitas penyimpanan energi optimal sekaligus menjaga stabilitas termal dalam berbagai kondisi penggunaan.

Fokus Hyundai bukan hanya jualan model baru

Di sisi teknologi bantuan berkendara, Ioniq V dibekali sistem Level 2+ yang dikembangkan bersama Momenta. Fiturnya mencakup bantuan navigasi di jalan tol, Navigate on Autopilot atau NOA untuk area perkotaan, serta parkir otomatis.

Kehadiran model ini menjadi penting di tengah tekanan Hyundai di pasar otomotif China. Menurut China EV DataTracker, penjualan Hyundai pada April 2026 tercatat 5.412 unit dengan pangsa pasar hanya 0,4 persen.

Situasi itu memperlihatkan tantangan berat yang masih dihadapi Hyundai di China. Karena itu, Ioniq V diposisikan bukan sekadar model baru, tetapi juga alat untuk membangun kembali daya saing di segmen sedan listrik menengah.

Source: voi.id

Berita Terkait

Back to top button